Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan

Januari 03, 2013

KEKUATAN SPERMA DI LUAR RAHIM

KEKUATAN SPERMA DI LUAR RAHIM

Kekuatan Sperma di Udara, kira-kira hanya tiga menit kecuali jika sperma tersebut dikeluarkan dalam lendir serviks apalagi si wanita dalam keadaan masa subur maka ketahanan sperma bisa saja berumur lebih panjang kurang lebih mencapai 48 jam. Saat orgasme, alat kelamin pria mengalami kontraksi yang cukup kuat sehingga mampu menyemburkan sperma dengan kecepatan 48 km/jam. Namun begitu masuk vagina, sperma butuh waktu 3 hari untuk mencapai sel telur yang jaraknya hanya 15 cm.

Kuatnya semburan sperma saat ejakulasi dipicu oleh kontraksi otot di sekitar vas deferens atau saluran sperma. Sesaat sebelum orgasme, sperma lebih dulu dikumpulkan di sekitar pangkal penis, sehingga ketika waktunya tiba maka cairan putih kental itu akan menyembur dengan kecepatan tinggi.

Dr Trina Read, konsultas seks dari Society for the Scientific Study of Sexuality (SSSS) mengatakan semburan sperma memiliki kecepatan rata-rata 48 km/jam dan bahkan kadang-kadang mencapai 69,2 km/jam. Kecepatan ini jauh melebihi batas aman berkendara di dalam kota yakni 40 km/jam.

Kekuatan Sperma di Udara. Lain halnya Kekuatan semburan sperma saat ejakulasi bisa melemah karena berbagai faktor, antara lain jarak waktu dengan ejakulasi sebelumnya. Makin lama diberi jeda, makin optimal kekuatan semburannya. Tentu saja, kualitas rangsangan dan kondisi kesehatan alat kelamin pria ikut mempengaruhinya.

“Usai ejakulasi, otot penis akan mengalami relaksasi sehingga ukurannya mengecil. Butuh jeda waktu yang disebut refractory period untuk bisa ereksi lagi, yang lamanya bervariasi pada setiap pria,” ungkap Dr Read seperti dikutip dari situsnya, TrinaRead, Senin (7/3/2011).

Meski menyembur dengan kekuatan tinggi, namun laju sperma langsung melambat begitu memasuki liang vagina. Untuk melewati serviks atau leher rahim yang jaraknya kurang dari 5 cm, sperma butuh waktu sekitar 5 menit dan bahkan butuh 72 jam untuk mencapai sel telur yang jaraknya hanya 15 cm.

Pria yang semburannya di bawah kecepatan rata-rata juga tidak perlu berkecil hati, sebab hal itu tidak mempengaruhi kemampuan untuk membuahi pasangannya. Kesuburan pria lebih ditentukan oleh motilitas atau kemampuan masing-masing sel sperma untuk terus berenang menuju sel telur.

Jadi kesimpulannya anda tidak perlu kuatir jika sperma pasangan anda telanjur keluar atau membuang sperma tersebut di kolam renang atau bath-tub (bak mandi) karena sperma akan mati dan tidak akan menyebabkan kehamilan.

semoga bermanfaat from Kekuatan Sperma di Udara.

Februari 20, 2012

Bioteknologi

BIOTEKNOLOGI

Bioteknologi didefinisikan sebagai manipulasi dan rekayasa genetika terhadap sistem atau proses biologi berdasarkan prinsip-prinsip ilmiah dengan bantuan agen biologi. Prinsip ilmiah yang dipakai dalam bioteknologi berdasarkan pada berbagai disiplin ilmu, terutama mikrobiologi, biokimia, genetika, rekayasa biokimia dan kimia. Yang dimaksud agen biologi adalah katalisator-katalisator biologi untuk menekan pada mikroorganisme berenzim, sel hewan dan sel tumbuhan. Bioteknologi juga dikatakan sebagai penggunaan ilmu biokimia, mikrobiologi dan rekayasa genetika secara terpadu dengan tujuan untuk mencapai penerapan teknologi dari kemampuan mikroorganisme dan sel-sel jaringan yang dibiakan. Dalam penertian sekarang, secara umum bioteknologi diartikan sebagai teknologi yang bermanfaat bagi makhluk hidup atau bagian-bagiannya untuk menghasilkan barang dan jasa untuk kesejahteraan manusia dan lingkungannya. Saat sekarang ini bioteknologi telah merambah berbagai bidang, dan dianggap sebagai suatu terobosan untuk memecahkan beberapa persoalan sehari-hari. Bidang kajian bioteknologi memiliki ruang lingkup yang luas, mulai dari yang sederhana, misal pembuatan tempe sampai dengan bioteknologi yang sangat rumit, misalnya kloning hewan. Sebagian besar teknik yang diterapkan dalam bioteknologi cenderung lebih ekonomis, lebih sedikit dalam pemakaian energi dan lebih aman bila dibandingkan dengan proses tradisonal sekarang. Di samping itu, sebagian besar proses bioteknologi menghasilkan residu yang dapat diurai secara biologis serta tidak mengandung racun.



A. Pengembangan Bioteknologi

Seperti teknologi pada umumnya, bioteknologi merupakan proses atau rangkaian proses yang terdapat dalam sistem biologi. Proses bioteknologi yang tertua mungkin adalah fermentasi dengan jasad renik, yang dilakukan oleh orang-orang Babilonia pada tahun 6.000 SM, yaitu dalam pembuatan bir. Tiga ribu tahun kemudian, orang-orng Sumeria telah mampu membuat 20 macam bir yang berdeda. Proses fermentasi ini terus menerus ditingkatkan. Peningkatan penggunaan jasad renik ini berjalan terus sepanjang perkembangan kebudayaan manusia. Berbagai penemuan telah diperoleh, misalnya senyawa-senyawa yang berasal dari bacteri dan fungsi yang kemudian dapat digunakan untuk menggantikan produk-produk sintetis, seperti obat-obatan antibiotika dan anti parasit. Dalam perkembangannya sekarang ini proses-proses bioteknologi lebih banyak begantung pada teknik rekombinasi genetika serta penggunaan enzim, sel atau organel sel atau bagian-bagian sel.

1. Peranan berbagai ilmu untuk mendukung bioteknolologi

Penerapan aplikasi bioteknologi suatu organisme dalam teknologi yang bermanfaat bagi manusi dan produksi. Penggunaan organisme tersebut secara terarah, terkontrol yang merupakan aplikasi terpadu secara biokimia, mikrobiologi dan teknologi kimia. Manfaat bagi manusia antara lain di bidang industri, kesehatan, pertanian, peternakan dan manfaat lainnya. Penggunaan biokimia, mikrobiologi dan rekayasa kimia secara terpadu mempunyai tujuan untuk mencapai penerapan teknologi dari kemampuan mikroba dan sel kultur jaringan. Jadi bidang-bidang ilmu yang harus dipelajari dalam bioteknologi adalah biologi sel, biokimia, fisiologi, mikrobiologi, genetika dan rekayasa genetika.

2. Peran manfaat bioteknologi di masa depan

Untuk memenuhi berbagai kebutuhan pokok manusia, teknologi di bidang biologi tampak semakin menjadi tumpuan. Ini tampak terutama dalam dasawarsa terakhir ini, di mana teknologi nyaris merambah semua aspek kehidupan. Secara internasional, bioteknologi terbukti telah diaplikasikan secara sukses di bidang kedokteran, pertanian, peternakan dan buhkan di bidang persenjataan militer. Teknologi inseminasi buatan perlu dukungan penelitian ke arah sexing sperma, sebab untuk sapi perah lebih diharapkan akan lahir betina, sedang untuk sapi potong yang diambil dagingnya diharapkan akan lahir jantan. Seterusnya ke embrio transfer dengan ini ternak unggul dapat diperbanyak dalam jumlah tak terbatas. Di dalam pengembangan embrio transfer perlu peningkatan metode pemindahan embrio dan penentuan jenis kelamin embrio yang dikehendaki. Untuk peningkatan kualitas limbah pertanian telah dilakukan manipulsi mikroba rumen dengan memanfaatkan gen selulosa dalam mikroba untuk menghasilkan enzim selulosa pemecah selulosa menjadi gula dan lignin. Di samping juga dicoba berbagai jenis jamur. Mengenai kebutuhan konsentrat yang terus meningkat, maka ditempuh aplikasi bioteknologi di antaranya penggunaan pemacu tumbuh, juga melakukan metode konvensional antara lain penyimpanan jagung dalam gudang yang besar, diversifikasi bahan, substitusi jagung, tepung kedelai dan tepung ikan dengan bahan lainnya.



B. Peran Mikrobiologi dalam Masalah Pangan

Kehidupan mikroorganisme sangat luas, seperti di air, tanah, udara, tubuh hewan, tubuh manusia, tubuh tumbuhan dan lain-lain, sehingga dikatakan habitatnya kosmopolit. Karena sifat kosmopolit ini dapat mengakibatkan bahan makanan mudah rusak bila bercampur berbagai bacteri. Bahan pangan selain merupakan sumber gizi bagi manusia, juga merupakan sumber gizi makanan bagi perkembangan mikroorganisme. Pertumbuhan mikroorganisme selain yang merusak bahan makanan, ada pula yang bersifat menguntungkan melalui fermentasi. Fermentasi adalah suatu proses perombakan dari senyawa yang lebih kompleks menjadi lebih sederhana dengan bantuan mikroorganisme.

Mikroorganisme yang paling banyak berperan dalam proses fermentrasi maupun pembusukan bahan makanan adalah bacteri dan jamur. Dalam beberapa hal pertumbuhan mikroorganisme pada bahan pangan yang menguntungkan sangat diharapkan seperti untuk perbaikan mutu gizi, perbaikan daya cerna atau citra rasa.

- Kue Mikroba

Pada tahun 1521 Bernel Dioz Castilo telah mengenal bahwa penduduk Mexico talah mengkomsumsi kue dengan aroma seperti keju yang dibuat dari suatu lendir. Lendir ini adalah Spirulina maxima, ialah ganggang yang hidup di danau Texcoco. Penduduk Kanembu di Chad Afrika mengkonsumsi mikroba Spiruline platensis.



- SCP (Single cell Protein)

Istilah protein sel tunggal atau single cell protein (SCP) mengacu pda sel mikroorganisme yang dikeringkan seperti ganggang, kapang, bakteri, yang ditumbuhkan dalam sistem biakan berskala besar dan terutama digunakan sebagai sumber protein dalam pangan. Namun demikian di dalam sel mikroba terdapat juga karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan lain-lain. Protein mikroba ini diharapkan dapat menggantikan protein dari hewan maupun tumbuhan yang diperlukan semakin banyak sehingga dapat mengurangi penggunaan bahan pangan dari kedelai, daging, ikan dan sebagainya.

Produk-produk protein sel tunggal telah banyak dijual, walaupun harganya masih cukup mahal, misalnya sun chlorella, spirulina dan lain-lain. Produk protein sel tunggal pertama kali telah dibuat pada masa Perang Dunia I, ketika di Jerman orang memanfaatkan khamir roti Saccharomyces cereviciae ditumbuhkan pada melase sebagai sumber karbon dan energi, serta garam amonium sebagai sumber nitrogen, dan hasilnya dikonsumsikan sebagai pengganti protein. Pada Perang Dunia II menggunakan spesies candida. Di Inggris khamir digunakan diet selama bertahun-tahun dan kelebihan produk dijual untuk makanan ternak.

Rank Houvis Mc Dougall membuat SCP yaitu mikroprotein untuk konsumsi manusia menggunakan Fusarium.
Mikroorganisme
Bahan dasar
Produk/hasil

Acetobacter xylinum

Monascus purpureus

Agaricus bisporus

Lentinus edodes

Volvariella volvacea

Ragi

Saccharomyces cerevisea

Endomyopsis sp.

Aspergillus wentii

Rhizopus oligosporus

Rhizopus oryzae

Mucor sp

Neurospora sitophila

Penicillium sp.

Thiobacillus sp.

Aspergillus niger

Jamur, bakteri, Actinomycetes

Bakteri, jamur, protozoa

Leuconostoc citrovarum

Saccharomyces kefir

Lactobacillus casei

Aspergillus oryzae
Air kelapa

Nasi merah

Jerami, serbuk kayu, kertas bekas.

idem

idem

Beras ketan, singkong

idem

idem

Kedelai

idem

idem

idem

Ampas kacang tanah

Susu

Bijih logam mutu rendah

Gula, tebu, molase

Bahan organik campuran

Komponen limbah

Susu

Susu

Susu

Kedelai
Nata de coco

Angkak

Produksi jamur

Produksi jamur

Produksi jamur

Fermentasi

Fermetasi

Fermentasi

Kecap

Tempe

Tempe

Tempe

Oncom

Keju

Pencucian logam

Asam organik

Pengkomposan

Perlakuan limbah

Mentega

Kefir

Yakult

Tauco






C. Mikroorganisme Penghasil Obat

Mikroorganisme tertentu memiliki kemampuan menghasilkan suatu produk untuk menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme lain atau penyakit karena gangguan fisiologis. Dua produk yang erat kaitannya dengan dengan mikroorganisme adalah vaksin dan antibiotik. Penemuan vaksin cacar pertama kali ditemukan oleh Edward Jenner (1796) sehingga mendorong para ahli biologi lain untuk meneliti vaksin maupun antibiotik melalui bioteknologi. Penemuan vaksin diawali ketika Jenner melihat seorang pemerah susu sapi yang jari tangannya teredapat bekas luka ketika menderita cacar, padalah pada waktu itu sedang terjadi wabah cacar. Demikian juga seseorang yang telah sembuh dari penyakit cacar, dengan meninggalkan bekas-bekas luka ternyata kebal terhadap penyakit cacar. Dengan sifat kekebalan cacar tersebut Jenner mulai malakukan percobaan untuk mendapatkan vaksin dadar dari serum darah tersebut. Sekarang kita tahu bahwa penyakit cacar disebabkan oleh virus Variola, dan penyakit cacar sapi disebabkan oleh virus yang serupa walaupun berbeda. Dimasukannya virus cacar sapi yang telah dilemahkan ke dalam tubuh pasien, akan merangsang tubuh untuk membentuk antibodi yang efektif untuk melawan suatu infeksi lanjutan dari virus cacar yang serupa. Cara yang dilakukan dengan memasukan mikroorganisme yang dilemahkan ke dalam tubuh manusia untuk memberikan kekabalan terhadap mikroorganisme berbahaya disebut vaksinasi.
Jenis vaksin
Penyakit yang disembuhkan

Vaksin hepatitis B

Vaksin BCG

Vaksin rabies

Vaksin DPT

Vaksin polio
Hepatitis B

BCG (Baccillus Calmette Guirin

Anjing gila

Dipteri, pertusis, tetanus

Polio melimylitis




Salah satu kelemahan vaksin-vaksin yang dibuat dengan cara seperti di atas ternyata menimbulkan rasa sakit setelah diberi sintikan vaksin tersebut, misalnya demam. Dewasa ini dengan bioteknologi mulai dibuat vaksin yang tidak menyebabkan rasa sakit jika disuntikan ke tubuh orang sehat. Pembuatan vaksin ini adalah sebagai berikut. Bacteri atau virus penyebab penyakit pada umumnya memiliki permukaan protein yang khusus. Dengan penyisipan gen dihasilkan copy salinan dari permukaan tersebut. Salinan permukaan protein tersebut kemudian digunakan untuk memvaksin. Contoh vaksin aman telah dihasilkan hepatitis B, Chlamyda dan malaria. Antibiotik pertama kali ditemukan oleh Louis Pasteur dari jamur Penisillium sp. Alexander Flemming (Inggris, 1928) menemukan koloni jamur Penicillium notatum yang dapat menghambat pertumbuhan bacteri Staphulococcus aureus dan sekitanya. Bacteri yang resisten terhadap penisilin dapat dibunuh dengan sefalospurin C dari jamur jenis Cephalospurium yang ditemukan oleh Prentis tahun 1984. Antibiotik adalah bahan-bahan bersumber hayati berkadar rendah yang mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme, sehingga dalam perkembangannya dapat digunakan untuk mengobati suatu penyakit. Mikroorganisme yang mampu membuat zat antibiotik tertama adalah fungi (jamur) Actinomycetes, Aspergillus dan beberapa jenis bacteri. Sampai sekarang ini ditemukan lebih dari 2000 karakter antibiotik. Dengan adanya perkembngan bioteknologi, sekarang mulai dikembangkan jenis-jenis mikroorganisme tertentu yang telah diubah susunan genetiknya sehingga mampu menghasilkan antibiotik dalam jumlah lebih besar dalam waktu yang singkat.
Jenis mikroorganisme
Antibiotik yang diproduksi



Penicillium notatum

Penicillium chrysogenum

Cephalosporium (fungsi)

Streptomyces gruceus

Streptomyces venecuelae

Streptomyces aureofaciens

Sterpomyces fradial

Sterptomyces rimosus


Penisilin

Penisilin

Sefalosporium

Streptomisin

Kloromisetin atau kloromfemikol

Teraksiklin

Neuromisin

Teramisin




Antibiotik lain berasal dari mikrooganisme berfilamen (Sterptomyces griseus) di namakan stertomisin. Streptomisin dapat menjinakan mikroorganisme yang telah tahan terhadap penisilin dan sefalosporin.

Streptomisin terutama digunakan dalam pengobatan tuberkulosis. Selain pembentukan antibiotika yang dimodifikasi seperti di atas, fusi/peleburan sel dapat pula memprodusir antibiotika baru dengan cara mengaktifkan gen yang semula tidak aktif. Fusi sel membentuk sel hibrid atau rekombinan yang mengandung substansi genetik dari dua sel atau lebih. Sel yang akan berfusi mungkin dari spesies yang berlainan sama sekali. Tujuan teknik ini ialah untuk memperoleh senyawa genetik yang baru, yaitu kombinasi yang mungkin jarang sekali ditemukan di alam. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa rekayasa genetika dapat digunakan untuk membentuk antibiotika yang termodifikasi. Salah satu produk pertama dari teknologi ini adalah interferon, yaitu sekelompok senyawa anti virus yang mempunyai nilai (manfaat) dalam mengobati beberapa bentuk kanker. Sebelum rekayasa genetik, sel-sel manusia merupakan satu-satunya sumber interferon khas manusia. Tidak hanya sel-sel manusia yang secara relatif sulit untuk dikembangbiakkan, tetapi interferon yang mereka hasilkan juga diliputi oleh protein yang tidak diinginkan. Memisahkan interferon dari bahan kimia adalah sangat mahal, dan tidak mungkin untuk memperoleh kemurnian yang memadai. Sekarang bakteri yang direkayasa secara genetik dan mengandung gen interferon mengeluarkan sejumlah besar obat-obatan ke dalam medium kultur yang mudah dikembangbiakkan dan dimurnikan. Sebelum rekayasa genetik, masing-masing senyawa dalam daftar berikut tidak dapat diperoleh atau dihasilkan dari hewan mamalia (atau sel-sel mamalia yang dikembangbiakkan di laboratorium) dalam jumlah yang sangat sedikit. Sekarang senyawa-senyawa tersebut diproduksi oleh mikroba-mikroba yang direkayasa secara genetik (walaupun banyak di antaranya yang masih dalam tingkat eksperimental)


Vaksin protein
Melawan infeksi yang disebabkan oleh virus, meningkatkan sistem kekebalan ; mungkin efektif untuk melawan melanoma (kanker kulit) dan beberapa bentuk leukimia ; dapat membantu menyembuhkan reumatik tulang.

Mengaktifkan sistem kekebalan dan karena itu dapat membantu mengobati kanker dan kerusakan atau gangguan sistem kekebalan.
Mengontrol gejala-gejala sakit gula atau diabetes melitus.

Melawan kekredilan akibat ketidaknormalan kelenjar putiari (kelenjar endokrin di bawah otak) ; juga meningkatkan penyembuhan.

Melarutkan pembekuan darah, mengurangi kemungkinan “stroke” dan serangan jantung.

Menyerang dan membunuh tumor (penyembuhan kanker).

Memacu produksi sel darah merah dan dengan demikian dapat digunakan untuk melawan anemia.

Mengurangi rasa sakit (nyeri). Merupakan morfin alami dalam tubuh.

Melakukan berbagai macam pelayanan, dari menggerakan atau memacu reaksi-reaksi kimia untk industri sampai ke penambahan enzim-enzim makanan (diet) manusia.

Memacu kekebalan tubuh terhadap satu atau dua antigen patogen tanpa resiko yang berkaitan dengan vaksin konvensional.




D. Mikroorganisme untuk Membasmi Hama Tanaman

Dalam bidang pertanian telah dapat dibentuk tanaman dengan memanfaatkan mikroorganisme dalam fiksasi nitogen yang dapat membuat pupuknya sendiri sehingga dapat menguntungkan pada petani. Demikian pula terciptanya tanaman yang tahan terhadap tanah gersang. Mikroba yang di rekayasa secara genetik dapat meningkatkan hasil panen pertanian, demikian juga dalam cara lain, seperti meningkatkan kapasitas mengikat nitrogen dari bacteri Rhizobium. Keturunan bacteri yang telah disempurnakan atau diperbaiki dapat meningkatkan hasil panen kacang kedelai sampai 50%. Rekayasa genetik lain sedang mencoba mengembangkan turunan dari bacteri Azotobacter yang melekat pada akar tumbuh bukan tumbuhan kacang-kacangan (seperti jagung) dan mengembangbiakan, membebaskan tumbuhan jagung dari ketergantungan pada kebutuhan pupuk amonia (pupuk buatan).

Hama tanaman merupakan salah satu kendala besar dalam budidaya tanaman pertanian. Untuk mengatasinya, selama ini digunakan pestisida. Namun ternyata pestisida banyak menimbulkan berbagai dampak negatif, antara lain matinya organigme nontarget, keracunan bagi hewan dan manusia, serta pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, perlu dicari terobosan untuk mengatasi masalah, tersebut dengan cara yang lebih aman. Kita mengetahui bahwa mikroorganisme yang terdapat di alam sangat banyak, dan setiap jenis mikroorganisme tersebut memiliki sifat yang berbeda-beda. Dari sekian banyak jenis mikroorganisme, ada suatu kelompok yang bersifat patogenik (dapat menyebabkan penyakit) pada hama tertentu, namun tidak menimbulkan penyakit bagi makhluk hidup lain. Contoh mikroorganisme tersebut adalah bakteri Bacillus thuringiensis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bacillus thuringiensis mampu menghasilkan suatu protein yang bersifat toksik bagi serangga, terutama seranggga dari ordo Lepidoptera. Protein ini bersifat mudah larut dan aktif menjadi menjadi toksik, terutama setelah masuk ke dalam saluran pencemaan serangga. Bacillus thuringiensis mudah dikembangbiakkan, dan dapat dimafaatkan sebagai biopestisida pembasmi hama tanaman. Pemakaian biopestisida ini diharapkan dapat mengurangi dampak negatif yang timbul dari pemakaian pestisida kimia. Dengan berkembangnya bioteknologi, sekarang dapat diperoleh cara yang lebih efektif lagi untuk membasmi hama. Pada saat ini sudah dikembangkan tanaman transgenik yang resisten terhadap hama. Tanaman transgenik diperoleh dengan cara rekayasa genetika. Gen yang mengkode pembentukan protein toksin yang dimiliki oleh B. thuringiensis dapat diperbanyak dan disisipkan ke dalam sel beberapa tanaman budidaya. Dengan cara ini, diharapkan tanaman tersebut mampu menghasilkan protein yang bersifat toksis terhadap serangga sehingga pestisida tidak diperlukan lagi.



E. Mikroorganisme untuk Penyelesaian Masalah Pencemaran

Dalam perkembangan bioteknologi manusia mulai mengembangkan penggunaan mikroorganisme untuk membantu melindungi lingkungan dari kerusakan atau ganguan lingkungan yang serius, seperti kerusakan lingkungan yang diakibatkan dari penyemprotan areal pertanian dengan menggunakan pestisida. Rekayasa genetika diharapkan dapat menghasilkan mikroba yang mampu membersihkan lingkungan yang semakin tercemar oleh limbah beracun. Misalnya terhadap polutan dan limbah beracun. Banyak polutan beracun seperti senyawa-senyawa sintesis yang baru, dimana mikroorganisme tidak mampu menghancurkan bahan-bahan kimia ini. Akibatnya senyawa-senyawa tersebut mengumpul sampai ke tingkat yang membahayakan di lingkungan. Perekayasa genetika berusaha mempercepat evolusi di laboratotium untuk mengembangkan bakteri yang dengan cepat dapat menurunkan beberapa bentuk senyawa beracun. Yang telah diusahakan dan dikembangkan adalah keturunan bakteri yang menyerang minyak tanah (suatu tumpahan minyak dapat menjadi makanan besar bagi bakteri ini). Sebagai biofilter, beberapa mikroorganisme mampu mengikat partikel atau zat tertentu yang menyebabkan pencemaran. Bahan-bahan yang diserap ini kemudian akan diuraikan oleh mikroorganisme tersebut menjadi bahan-bahan yang tidak berbahaya bagi lingkungan. Jadi dalam penanganan limbah dengan menggunakan mikroorganisme biofilter, limbah tersebut akan disaring oleh mikroorganisme jenis ini dengan cara mengikat zat atau partikel limbah, baru kemudian diuraikan. Contoh mikroorganismenya adalah Spirulina maxima yang mampu mengikat karbondioksida dari perairan.

Mikroorganisme juga dapat berperan dalam penanganan masalah pencemaran dengan cara memecah ikatan kimia bahan pencemar. Setelah ikatan kimia dipecah, bahan tersebut dapat diuraikan secara alamiah menjadi bahan yang tidak berbahaya lagi, atau dapat dimanfaatkan oleh mikroorganisme yang lain. Contoh mikroorganisme ini adalah jamur Chaetomium cellulolyticus yang mampu memecah ikatan kimia selulosa. Mikroorganisme yang lain dapat secara langsung berfungsi sebagai pengurai atau dekomposer limbah. Jadi bahan-bahan pencemar langsung diuraikan sehingga menjadi bagian yang tidak berbahaya lagi. Contohnya adalah Candida lypitica yang mampu menguraikan limbah minyak bumi.



F. Mikroorganisme untuk Memisahkan Logam dari Bijinya

Banyak mikroba memiliki pilihan makanan yang aneh, tetapi tidak ada yang sedemikian aneh seperti organisme berbentuk batang ini. Bacteri tersebut tidak memperolah energi dari sinar matahari (biasanya, bakteri ini hidup di tempat yang benar-benar gelap), juga tidak dari bahan organik di sekelilingnya. Sebaliknya, Thiobacillus ferro oxidans memperoleh energi dari senyawa anorganik, seperti besi sulfida dan menggunakan energi ini untuk membangun bahan yang diperlukannya untuk hidup dari karbondioksida dan nitrogen di lingkungannya. Dalam proses ini bakteri juga membuat asam sulfurat dan besi sulfat yang menjelaskannya mengapa Thiobacillus ferro oxidans dapat digunakan di dalam operasi pertambangan.

Asam sulfurat dan besi sufat yang dihasilkannya menyerang batuan di sekelilingnya dan melepaskan (melarutkan) logam mineral, Contohnya, aktivitas mikroba ini akan mengubah tembaga, sulfida yang tidak larut menjadi tembaga sulfat yang larut. Pada saat air mangalir melalui batuan tembaga sulfat akan terbawa dan lambat laun terkumpul sebagai kolam berwarna biru cemerlang. Dengan cara ini tembaga yang tersebar pada ribuan ton batuan logam berkualitas rendah akan dikonsentrasikan di dalam kolam mineral tersebut. Logam akan diperoleh kembali dengan mengalirkan larutan tembaga sulfat melalui potongan besi. Lambat laun, lapisan tembaga akan tertimbun di atas besi dan ini dapat dipisahkan (dikeruk). Uranium dilepaskan dari bijihnya dengan proses yang sama. Kira-kira 14 persen dari tembaga yang diproduksi di Amerika Serikat bergantung kepada bioteknologi ini. Sekarang mikroba pencuci terutama dipergunakan pada bahan limbah dari pertambangan dan proses ekstraksi konvensional yang meninggalkan residu logam dalam jumlah cukup banyak pada batuan yang terbuang tersebut. Timbunan yang tingginya sampai 370 m (12100 kaki) dan beratnya 4 miliar ton, terbentuk dari bahan limbah ini.

Air disiramkan ke puncak timbunan ini dan pada saat mengalir ke bawah, air tersebut akan membawa senyawa logam terlarut yang dibentuk oleh kerja bakteri. Dari namanya Thiobacillus ferro oxidans berarti bahwa bakteri tiadak pertu ditambahkan ke dalam timbunan ini. Daerah tempat timbunan biasanya tertutup oleh tanah liat atau aspal sehingga cairan yang kaya akan logam terkumpul pada kolam di bagian kaki timbunan dan tidak akan meresap ke dalarn tanah. Dengan menggunakan mikroba, para penambang masih berhadapan dengan tingginya biaya dalam membawa bilih logam ke permukaan. Tetapi pengalaman yang diperoleh di pertambangan uranium Stanrock di Kanada memperlihatkan bahwa biaya tidak selalu diperlukan. Pertambangan ini dibuka pada tahun 1958, dan bekerja dengan prinsip-prinsip konvensional. Pada tahun 1962 ditemukan bahwa kolam cairan yang telah terkumpul di bawah tanah mengandung kira-kira 13.000 kg (29.000 lb) uranium oksida yang telah terlepas dari batuan. Tidak lama kemudian pertambangan konvensional ini dihentikan dan bacteri dibiarkan mengerjakan hampir semua pekerjaan tersebut, dan air disiramkan ke atas batuan untuk membantu proses pencucian alamiah. Penambangan larutan di bawah tanah ini telah mengurangi sampai seperempat biaya pada saat ini. Teknik serupa hampir pasti akan dipergunakan pada pertambangan lain terutarna tambang dengan bijih berkuaIitas rendah. Proses semi industri telah memperlihatkah harapan bahwa mikroba pencuci dalam memperoleh kobalt, timah dan nikel dan logarn benlai lainnya, seperti kadmium, galium, air raksa dan antimon, merupakan target masa depan.



G. Sifat Totipotensi untuk Kultur Jaringan

Kultur jaringan adalah suatu cara memperbanyak tanaman dari sel atau jaringan tanaman dewasa sehingga diperoleh individu baru yang sempurna. Dasar dari kultur jaringan adalah suatu sifat yang dimiliki tumbuhan yang disebut totipotensi. Sifat totipotensi adalah kemampuan sel yang apabila diletakkan dalam lingkungan yang sesuai dapat tumbuh menjadi individu baru yang sempurna. Untuk itu diperlukan medium yang tepat untuk pertumbuhan sel, yaitu medium yang mengandung nutrisi dan hormon tumbuh. Selain kondisi steril, kedua hal tersebut adalah kunci pokok bagi keberhasilan kultur jaringan. Totipotensi pertama kali dikemukakan oleh G. Haberlandt, seorang ahli fisiologi Jerman.

Kemudian oleh F.C. Steward berhasil dibuktikan totipotensi dari satu sel wortel yang dikultur pada medium tertentu dan menghasilkan tanaman wortel yang utuh dan lengkap. Penggunaan kultur jaringan mempunyai berbagai keuntungan antara lain :

- Diperoleh propagasi klonal, artinya didapatkan turunan secara genetik yang identik dengan induknya atau seragam dalam jumlah besar.

Gambar. Kultur jaringan

- Dapat digunakan sebagai pemuliaan tanaman, seperti seleksi, kultur anther atau polen, kultur protoplas, dan fusi protoplas.

- Diperoleh tumbuhan yang bebas dari virus, karena digunakan eksplan yang benar-benar bebas virus.

- Metabolisme sekunder, yaitu sifat totipotensi tidak terbatas pada struktur, tetapi menyangkut kemampuan mensintesis bahan kimia alami.

- Untuk pelestarian plasma nutfah.



H. Rekayasa Genetika

Rekayasa genetika merupakan tindakan untuk memanfaatkan gen atau DNA dari suatu orgnisme untuk keperluan manusia. Hal ini dapat dilakukan antara lain dengan persilangan, radiasi. Pencangkokan atau transplantasi gen atau kultur jaringan. Dalam pencangkokan gen biasa menggunakan bakteri atau virus.



Gambar. Transplantasi gen pada wortel

1. Transfer gen (transplantasi gen)

Transfer gen dikenal pula pencangkokan gen. Dengan memanfaatkan teknologi mutakhir, para ahli telah berhasil menemukan kedudukan gen di dalam kromosom. Bahkan dengan perantaran mikroorganisme bersel satu mereka mampu memindahkan gen dari suatu species ke kromosom lainnya. Penerapan teknik ini banyak memberikan manfaat yang dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit yang diturunkan untuk menghasilkan berbagai macam tanaman panen yang lebih. Pada organisme tingkat tinggi, seperti tanaman dan hewan, gen yang dicangkok terlebih dahulu harus disambung ke dalam alat mengangkut, yaitu vektor seperti virus dan plasmid. Suatu vektor harus mampu memasuki suatu sel yang selanjutnya menjadi bagian dari genom sel sehingga mentaati kontrol sel secara normal pada transkripsi dan replikasi DNA. Tentu saja sangat penting bahwa setiap gen tambahan di mana vektor bisa membawa masuk ke dalam sel harus tidak berbahaya bagi sel. Pada masa sekarang, secara rutin gen-gen dicangkokan ke dalam sel-sel di kultur laboratorium.

Manfaat dari pencangkokan gen tidak dapat diragukan lagi dalam bidang pertanian, terutama untuk memperoleh gen-gen tanaman yang dapat bertahan dan melawan sebagian besar penyakit atau hama dan tumbuhan pembunuh (rumput liar). Para peneliti tanaman pangan telah bekerja keras untuk mentransplantasikan gen-gen pengikat nitrogen dan menghasilkan tumbuhan polongan yang mampu mengikat nitrogen sendiri tanpa bersimbiosis dengan bacteri pengikat nitrogen.

Dengan demikian tumbuhan hasil rekayasa genetika tersebut dapat tumbuh baik pada lahan yang miskin akan nitrogen. Bila kita mencangkokan gen-gen yang relevan ke dalam tanaman pangan lain dan mengaturnya dengan bacteri tersebut, maka kita tidak perlu menggunakan pupuk nitrogen. Dalam tahun 1987, percobaan pertama terhadap tanaman yang mengandung gen-gen pestisida dilakukan dengan menggunakan tanaman tembakau. Gen-gen pestisida berasal dari bacteri Bacillus thuringiensis. Bacteri ini menghasilkan suatu toksin yang membunuh larva hewan ngengat, tetapi tidak berbahaya (beracun) terhadap insekta lain, mamalia atau burung.



2. Transplantasi nukleus pada hewan

Transplantasi nukleus dilakukan dengan dipindahkannya sebuah telur dan diganti dengan nukleus dari suatau sel yang berdiferensiasi. Bila nukleus dari sebuah sel di dalam usus seekor berudu (kecebong) dicangkokan ke dalam sebuah telur katak, maka zigot artifisial begitu terbentuk berkembang secara normal menjadi seekor katak dewasa secara seksual. Transplantasi nukleus memasukan semua gen dari nukleus yang ditransplantasikan ke dalam setiap sel yang menghasilkan embrio, termasuk “germ cells”, yaitu sel-sel yang menumbuhkan telur dan sperma. Gen-gen yang ditransplantasikan ini akan diteruskan pada generasi selanjutnya.

Gambar. Percobaan transplantasi nukleus



I. Bioteknologi dalam Bidang Kedokteran

Berkembangnya bioteknologi juga bermanfaat dalam bidang kedokteran, di antaranya dihasilkan insulin dari rekayasa genetika. Insulin sangat penting terutama bagi penderita penyakit diabetes melitus atau kencing manis yang sudah parah. Dari manfaat yang diperoleh, dapat di katakan bioteknologi membuka cakrawala baru dalam dunia medis. Aplikasi bioteknologi modern dalam dunia medis, misal dalam pembuatan antibodi, terapi penyakit genetika, pembuatan antibiotik dan penemuan vaksin baru.

1. Pembuatan antibodi

Benda asing yang masuk ke dalam tubuh kita disebut antigen, sementara itu tubuh kita akan beraksi terhadap masuknya benda asing tersebut dengan cara membentuk antibodi untuk pertahanan diri.



Gambar. Produksi anti monoklonal dan poliklonal Gambar. Terapi genetika

Berbagai antigen yang terdapat dalam tubuh kita akan merangsang timbulnya antibodi yang bermacam-macam pula, disebut antibodi pioliklonal. Bioteknologi dapat digunakan untuk mengatasi kekurangan pembuatan antibodi poliklonal, artinya dimungkinkan diperoleh suatu antibodi yang spesifik, lebih murni dan dapat diproduksi dalam jumlah lebih besar. Antibodi yang spesifik ini dinamakan antibodi monoklonal. George Kohler dan Cesar Milstein tahun 1975 berhasil membuat antibodi murni yang dihasilkan oleh sekelompok sel yang identik, yaitu dengan menggabungkan dua tipe sel (sel yang mampu menghasilkan antibodi dan sel kanker/ sel meiloma) dari tubuh mencit. Dari penggabungan sel-sel tersebut dapat diperoleh sesuatu sel yang mampu terus-menerus membelah dan tumbuh, yang akan menghasilkan sel hibridoma (bastar) yang membawa sifat dri kedua sel asal. Sifat gabungan yang dihasilkan adalah sel antibodi dan mampu menghasilkan antibodi dan mampu hidup dalam jangka waktu lama. Dengan cara ini dapat dihasilkan antibodi yang spesifik dalam jumlah yang besar.

2. Terapi genetika

Biasanya penderita penyakit genetik akan kehilangan salah satu komponen gen dalam tubuhnya, sehingga mengakibatkan produk gen akan mengalami gangguan. Contoh penyakit genetik dan bersifat menurun yang tidak dapat diobati di antaranya thalasemmia, buta warna, hemofilia dan lain-lain. Dengan kemajuan bioteknologi beberapa penyakit keturunan ini dapat dicari pemecahan penyembuhannya. Sel penderita dimasukan DNA dari gen yang diinginkan untuk terapi, selanjutnya sel ini akan dibiarkan dalam medium kultur jaringan. Setelah diperoleh jumlah sel yang cukup, sel dimasukan lagi ke dalam tubuh penderita. Diharapkan kekurangan komponen gen dapat di atasi setelah ke dalam tubuh dimasukan sel yang membawa gen yang diperlukan.

Februari 09, 2012

Methode Ilmiah

METHODE ILMIAH
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas/Semester : X (Sepuluh)/ 1
Pertemuan : Methode Ilmiah
Alokasi Waktu : 2 jam pelajaran

Standar Kompetensi :
Memahami Methode ilmiah sebagai sikap dasar
Indikator
Menarik kesimpulan ruang lingkup biologi berdasarkan aplikasi methode ilmiah
Menentukan objek, permasalahan, dan yang akan diselesaikan dengan aplikasi methode ilmiah
Membuat makalah tentang riset kecil aplikasi methode ilmiah
Metode Pembelajaran
Pengamatan
Diskusi
Penugasan
METHODE ILMIAH

Biologi merupakan cabang sains yang mempelajari berbagai permasalahan makhluk hidup
Untuk mempelajari biologi itu maka diperlukan langkah melalui proses dan sikap ilmiah
Langkah demikian itu mutlak sebagai konsekuensi belajar biologi.
Dengan menggunakan proses dan sikap ilmiah akan memperoleh produk ilmiah.
Sikap ilmiah Merupakan sikap yang harus dimiliki untuk berlaku obbyektif dan jujur saat mengumpulkan dan menganalisa data.
Proses ilmiah Merupakan perangkat ketrampilan kompleks yang digunakan dalam melakukan kerja ilmiah
Ketrampilan proses meliputi:

Mengobservasi Mencari gambaran atau informasi tentang objek penelitian melalui indera. Dalam biologi hasil observasi seringkali dibuat dalam bentuk gambar (misal gambar dunia dll), bagan (missal bagan siklus hidup kupu-kupu), tabel (misal tabel pertumbuhan penduduk suatu wilayah), grafik (misal grafik hubungan antara tabel pertumbuhan kecambah), penentuan variabel , deskripasi antar variabel.
Menggolongkan Untuk mempermudah dalam mengidentifikasi suatu permasalahan.
Menafsirkan Memberikan arti sesuatu fenomena/kejadian berdasarkan atas kejadian lainnya.
Mempraktikkan/meramalkan Memperkirakan kejadian berdasarkan kejadian sebelumnya serta hukum-hukum yang berlaku. Prakiraan dibedakan menjadi dua macam yaitu prakiraan intrapolasi yaitu prakiraan berdasarkan pada data yang telah terjadi; kedua prakiraan ekstrapolasi yaitu prakiraan berdasarkan logika di luar data yang terjadi.
Mengajukan pertanyaan Berupa pertanyaan bagaimana, karena pertanyaan ini menuntut jawaban yang diperoleh dengan proses.

Langkah sistematis dalam proses ilmiah/metode ilmiah meliputi:
1. merumuskan masalah
2. menyusun kerangka berfikir
3. merumuskan hypothesis
4. melakukan experimen
5. analisis data
6. menarik kesimpulan
7. publikasi

1) Merumuskan masalah
Ada tiga cara dalam merumuskan permasalahan yaitu:
Apakah variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat objek eksperimen?
Bagaimana pengeruh variabel bebas terhadap variabel terikat objek eksperimen?
Apakah ada hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat objek eksperimen
2) Menyusun kerangka berfikir
Kerangka berfikir dicari melalui kepustakaan atau fakta empiris.

3) Merumuskan hipotesis
Hipotesis merupakan suatu dugaan yang merupakan jawaban sementara terhadap masalah sebelum dibuktikan. Ada 2 macam hipotesis dalam eksperimen, yaitu
1. Hipotesis nol (H0) : tidak ada pengnaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat.
2. Hipotesis alternatif (H1) : ada pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat

4) Melakukan eksperimen
Untuk mendukung atau menyangkal hipotesa itu perlu dibuktikan melalui eksperimen. Dalam melakukan eksperimen melalui tahapan-tahapan sebagai berikut:
1. Taraf perlakuan
2. Pengendalian faktor lain
3. Ulangan
4. Pengukuran

5) Analisis data
Analisa data dapat menggunakan statistik atau secara deskriptif.
6) Menarik kesimpulan
Ada dua kemungkinan dalam kesimpulan yaitu hipotesis diterima (dugaan sementara sesuai dengan eksperimen) atau ditolak (dugaan sementara tidak sesuai dengan eksperimen).
7) Publikasi
Hasil penelitian di publikasikan ke kalayak melalui jurnal penelitian, seminar atau lewat internet.

CONTOH PENULISAN ILMIAH

MEMBUAT TANAMAN BONSAI

BAB I PENDAHULUAN

A. Tujuan
Dalam penyusunan karya ilmiah ini, tentunya memiliki tujuan yang ingin dicapai.
Adapun tujuannya adalah agar dapat:
Mengetahui bagian – bagian tanaman yang dapat dibentuk menjadi bonsai
Mengetahui tanaman bibit bonsai
Mengetahui tanaman bakal bonsai dan bagaimana cara menanamnya
Mengetahui bagaimana cara membuat tanaman bonsai
Untuk memenuhi tugas mandiri mata pelajaran bahasa Indonesia


B. Latar Belakang
Menurut Rismunandar, (1993L tanpa halaman) menyatakan, “tanaman kerdil yang dipelihara di dalam pot yang beraneka ragam bentuk dan warnanya itu di Jepang diberi nama bonsai.”
Dai kutipan di atas menunjukan tentang pengertian bonsai, jadi bonsai adalah tanaman kerdil yang bentuknya menyerupai tanaman di alam bebas yang di tanam di pot yang beraneka ragam bentuknya dan warnanya atau sering juga disebut tanaman hias, itu karena bentuknya yang indah dan menarik dan biasa dipajang di halaman rumah sebagai Hiasan untuk menambah keindahan rumah, sehingga orang yang melihat akan merasa tertarik.
Pertama kalinya tanaman bonsai ini dikembangkan di Tiongkok pada abad ke XI, kemudian pada abad ke XV seni tanaman bonsai masuk ke Jepang, hingga seni tanaman kerdil ini disebut bonsai. Dengan keindahan dan keunikan dari tanaman bonsai ini akhirnya tanaman bonsai ini sampai merambah ke Amerika Serikat bahkan ke dunia Barat termasuk ke Indonesia bonsai ini banyak digemari dan diminati untuk bisa memiliki tanaman itu.
Dengan demikian untuk bisa memenuhi hasrat itu, maka bonsai dalam penyusunan karya ilmiah ini. Hal ini sengaja penulis sajikan agar menambah kreatifitas bagi yang berminat tanaman hias.


C. Metode
Dalam penyusunan karya ilmiah ini penulis menggunakan metode deskripsi dan pendekatan yang digunakan yaitu dengan pendekatan normative, dimana penulis menjelaskan dan memaparkan bagaimana cara membentuk tanaman menjadi tanaman bonsai dengan menggunakan literature yang ada


D. Sistematika Penulisan
Di samping karya ilmiah ini harus bersifat ilmiah, juga harus tersusun secara sistematis. Adapun sistematika penulisannya adalah sebagai berikut:
Dalam sistematika penulisan karya ilmiah ini diawali dengan isi yang terdiri dari daftar isi, dilanjutkan dengan isi yang terdiri dari beberapa Bab yaitu Bab I, Bab II, dan Bab III, yakni rinciannya sebagai berikut:

Bab I Pendahuluan
Isi dari Pendahuluan ini terdiri dari beberapa sub Bab yaitu; tujuan, latar belakang, metode; sistematika penulisan, dan terakhir Kegunaan

Bab II Pembahasan
Pembahasan ini menguraikan materi tentang tanaman bonsai secara teoritis dimana dalam hal ini terdiri dari beberapa sub yaitu: bagian tanaman, sifat dan fungsinya, bibit bonsai, bakal bonsai dan cara menanamnya; dan tahap-tahap pembentukan bonsai.

Bab III Penutup
Dalam Bab III ini diisi dengan penutup yang terdiri dari kesimpulan dan saran, dimana penulis setelah menguraikan materi tentang bonsai selanjutnya menyimpulkan dan memberikan saran sehingga karya ilmiah ini bisa bermanfaat.


E. Kegunaan

Manfaat dan kegunaan penyusunan karya ilmiah ini diharapkan bisa:
Menumbuhkan minat seseorang untuk bisa memiliki bonsai
Memberikan motivasi untuk bisa berkreasi dan kreatif
Memberikan pengetahuan dan pengalaman bagaimana membentuk tanaman bonsai

BAB II

PEMBAHASAN


A. Bagian Tanaman, Sifat Dan Fungsinya
Bagi seorang yang baru ingin mengembangkan daya kreasinya membentuk bonsai, terlebih dahulu memerlukan bekal pengetahuan ala kadarnya tentang tumbuh-tumbuhan.
Membuat bonsai pada hakikatnya mempengaruhi bagian-bagian tanaman sedemikian rupa sehingga bisa tampil pertumbuhan yang dikehendaki pemiliknya.
Perlu diingat, bahwa tumbuh-tumbuhan sebagai makhluk yang hidup, walaupun bersifat pasif, tetap akan memberikan reaksi terhadap gangguan pada tubuhnya.


1. Organ-Organ Tanaman dan Sifatnya
Hingga saat ini tanaman yang dikerdilkan pada umumnya termasuk keluarga besar “Dicotyledon” atau tanaman yang bijinya berkeping dua, maka dari itu uraian tentang bagian-bagian tanaman di bawah ini khusus ditujukan terhadap tanaman yang berkeping dua.

Bagian-bagian tanaman dapat dibagi dalam dua bagian ialah:
Bagian vegetatif (organum nutritivum)
bagian generatif (organum reproductivum)

Untuk landasan membuat bonsai dibatasi pada penguraian bagian vegetatif saja, Karena bagian generatif kurang perannya dalam membentuk bonsai.

a. Bagian Vegetatif

Bagian vegetatif dapat dibagi dalam 2 (dua) bagian:
Yang berada di atas tanah (batang pokok, dahan, ranting, daun) berada di dalam lingkungan yang penuh dengan udara dan lembap, serta sinar matahari dan suhu udara yang tidak konstan
Bagian yang berada di dalam tanah, perakaran yang tumbuhnya ke bawah atau ke dalam tanah dan menghindari matahari.

Bagian ini terdiri dari:
Akar tunggang atau akar pokok yang tumbuhnya lurus ke bawah
Akar lateral, tumbuhnya mendatar, dan keluar dari dekat leher akar


b. Sifat dan fungsi bagian vegetatif

1. Batang pokok
Dapat meningkat tingginya, Karena diperlengkapi dengan titik tumbuh pucuknya. Dan dapat memperbesar lingkaran batangnya Karena diperlengkapi dengan jaringan khusus yang disebut kambium. Letak kambium di atas kayu, dan di bawah kulit.

2. Dahan
Tumbuh dari kuntum yang berada di ketiak daun pada batang pokok yang masih muda. Tumbuhnya bisa mendatar atau membentuk sudut kurang dari 90°. Dengan adanya dahan-dahan tersebut dibentuklah mahkota pohon yang konis, pyramidal, bulat telur, lonjong dan sebagainya.


3. Ranting
Tumbuh dari kuntum yang berada di ketiak daun dahan, dapat tumbuh ke arah yang beraneka ragam, namun rata-rata tumbuh ke luar arah dahan. Pertumbuhan ranting dapat dihentikan dengan reaksi membentuk ranting-ranting baru.


4. Kuntum
Kuntum dapat berada di titik tumbuh, ketiak daun dan ada pula yang terpendam (tidak nampak) yang setiap waktu dapat tumbuh sebagai ranting atau dahan baru.


5. Akar
Akar sifatnya menghindari sinar matahari, sifat ini disebut “negatif phototropis”. Pertumbuhan akar tidak kaku, yang berarti dapat menyesuaikan diri dengan ruang lingkup di mana mereka berada, misalnya akar tunggang menjadi lateral bila tumbuhnya terhalang oleh suatu benda yang tidak bisa ditembus, akan berubah arahnya. Sebagai contoh akar tanaman di dalam pot atau keranjang akan melingkar-lingkar bilamana sudah tua umurnya.


2. Fungsi Bagian Tanaman
Organ-organ tanaman yang berada di atas tanah, tidak dapat dipisahkan dari organ-organ yang berada di dalam tanah.
Dampak pertumbuhan perakaran, nampak pula pada pertumbuhan batang pokok dahan dan sebagainya.

a. Daun merupakan pabrik untuk menghasilkan zat karbohidrat, protein dan lemak. Ketiga zat ini dibentuk melalui proses fotosintesa.

Sarana dari proses tersebut adalah:
Hijau daun yang sehat
Sinar matahari
Udara yang mengandung zat asam arang (CO2)
Air

b. Fungsi akar
Fungsi akar yang utama adalah untuk menyerap zat-zat mineral yang larut di dalam air atau dari tanah. Zat-zat mineral ini pada umumnya diperlukan untuk pertumbuhan tanaman.
Air yang diserap bersama zat mineral, diperlukan untuk berlangsungnya fotosintesa. Tanpa air atau kekurangan air tanaman akan nampak layu, terutama yang diserang terlebih dahulu bagian-bagian yang masih relatif muda.


B. Bibit Bonsai

Bibit untuk bonsai atau bakal bonsai dapat diperoleh dari:
Biji yang khusus disemaikan atau dari semai yang ada di alam bebas
Setekan atau cangkokan, yang pembuatannya memerlukan sedikit keterampilan
Okulasi
Bongkah-bongkah tanaman yang masih bertunas dan masih nampak bertahan untuk hidup


1. Semai Bakal Bonsai
Untuk mendapatkan bibit melalui penyemaian sendiri, akan memakan waktu cukup lama. Menyemaikan biji hingga dapat di tanam dalam pot banyak liku-likunya, sehingga dapat menghabiskan semangat untuk memulai mengayunkan langkah membentuk bonsai.
Pesemaian bibit bonsai lebih baik diserahkan saja kepada perusahaan bibit (bonsai) yang sekaligus berkecimpung dalam pembikinan bonsai untuk di jual.

2. Setek, Cangkok Dan Okulasi
Menyetek, mencangkok dan membuat okulasi merupakan seni tersendiri. Menyetek dan mencangkok dapat menghasilkan tanaman baru dalam jangka waktu yang relatif singkat (1-2 bulan). Sedangkan membuat okulasi bisa membutuhkan waktu lebih dari 1 tahun.

a. Menyetek

Sebelum mempraktekan teknis menyetek tanaman, perlu disadari bahwa setiap jenis tanaman dapat dengan mudah disetek.

Dikenal 3 jenis setek, yaitu:
Setek lunak dan setengah lunak
Setek keras
Setek daun

b. Cangkok
Untuk mencangkok, dipilihlah dahan minimal sebesar pensil atau ibu jari, dan kulitnya mudah dikelupas (tidak lengket).

Teknik mencangkok
Kupas kulit dahan selebar 3-5 cm
Buang lendirnya dengan mengerok atau melap dengan kain yang kering
Biarkan 3-4 hari
Kemudian tutup lukanya dengan mos yang dibasahi atau campuran antara tanah dan remah dengan kompos yang tua dengan perbandingan 1:1
Balut mos atau tanah dengan lembaran plastik, dan ikat baik-baik di bagian atas dan bawah
Dengan jarum lembaran plastik dilubangi agar sirkulasi udara dapat berlangsung.


c. Membikin Okulasi
Bagi yang telah biasa menanam satu jenis pohon misalnya buah-buahan dalam bentuk okulasi untuk dijadikan bonsai, tidak merupakan suatu problem yang pelit. Tapi tidak demikian halnya bagi seorang pendatang baru, yang ingin menyibukkan diri dalam seni bonsai dan harus didahului dengan membikin ekolusi sendiri.

Bibit ekolusi terdiri dari 2 (dua) bagian ialah :
Batang bawah (onderstam)
Batang atas (entrijs)

Langkah-langkah dalam perokulasian:
Batang pokok bersihkan 15 cm di atas tanah
Sayat kulit 10 cm dari atas tanah selebar 8 mm, dengan membikin keratan di bagian atas dan kanan kiri menurun ± 4 cm panjang
Tarik kulit ke bawah, sehingga merupakan lidah, kemudian potong separuhnya
Sayat mata dari dahan entrijs, dengan kayunya sedikit dari bawah ke atas, panjang ± 4 cm di atas mata yang merata, sehingga pas betul menempel pada keratan pohon pokok
Angket kayu perlahan-lahan tanpa merusak matanya
Kulit yang bermata, masukkan antara kayu dan kulit lidah batang pokok, yang telah dibuka, dan tempelkan kembali, usahakan matanya tidak tertutup
Balut dengan tali raffia yang erat


C. Bakal Bonsai Dan Cara Menanamnya

Prinsip-prinsip menanam bonsai ini ialah:
Pot dibikin dari tanah bakar, porselin atau plastik
Air di dalam pot yang berlebih harus dapat mengalir keluar dengan sendirinya
Jenis tanahnya adalah tanah yang tidak mudah padat atau plastik (liat/lengket)
Tanah di dalam pot harus yang cerul, sehingga banyak mengandung udara bersih
Daya serap tanahnya terhadap air baik, sehingga dapat mempertahankan kelembapannya.


1. Pot dan isinya

Pot merupakan sarana dalam kreasi bonsai yang tidak kalah penting dengan bonsai sendiri. Dengan bonsai, pot merupakan rangkaian yang harus harmonis, yang serasi dan atraktif dengan kata lain berukuran seimbang dengan bentuk bonsainya.
Pot bonsai dapat berbentuk: bulat, oval, segi lima, segi panjang dan sebagainya
Ukurannya : besar, sedang, kecil hingga kecil sekali, tinggi hingga rendah seperti talam
Warnanya : beraneka ragam
Lubang pembuangan air : Selain pot berbentuk baki, semua pot bonsai diperlengkapi dengan satu atau lebih lubang pembuangan air, yang ditutup dengan gas plastik atau yang lain

Pada umumnya jenis tanaman tertentu membutuhkan campuran tanah yang khas bagi mereka. Resep umum medium untuk tanaman yang berdaun lebar (Beringin, getahperca, sawo, dan sebagainya) adalah:
50 % tanah liat sedang
20 % pasir dan
30 % kompos


2. Mengisi Pot
Mengisi pot untuk tanaman bonsai merupakan duplikasi dari keadaan yang sebenarnya di alam bebas. Lapisan paling atasnya atau topsil, tebalnya tidak lebih dari 35 cm bersifat cerul, penuh dengan humus, dan subur.
Lapisan kedua masih lunak, masih dapat menyalurkan air ke bawah menjadi air tanah. Lapisan ketiga bisa berbentuk lapisan tanah yang banyak batu-batuan berukuran beraneka ragam dan akhirnya lapisan paling bawah adalah lapisan induk batu yang kedap air.
Kesuburan dan tinggi rendahnya pertumbuhan tanaman tahunan tergantung pada tebal tipisnya lapisan kedua dan ketiga. Bila lapisan kedua dan ketiga bercadas, pertumbuhan akar tunggangnya terhalang. Tanah yang tidak dalam dan bercadas dalam musim kemarau banyak mengalami kekurangan air. Akibatnya ialah tanaman tahun yang tumbuh di atasnya tidak akan normal, alias pendek.


3. Pengamanan Isi Pot
Batu kerikil, pasir dan tanah bisa mengandung serangga tanah yang membahayakan tanaman bonsai, terutama cacing dan nematoda. Cacing tanah atau cacing hujan walaupun tidak akan merusak akar namun tetap saja dapat merisaukan. Selain serangga, jenis-jenis penyakit yang dapat mengakibatkan pembusukan pun bisa berada di dalam tanah maupun pasir. Biji-biji rerumputan dan sebaginya terdapat pula di pasir.


4. Cara Menanami Bonsai

Bakal bonsai dapat diperoleh melalui beberapa cara ialah:
Membibitkan sendiri melalui penyemaian
Membeli dari penjual bibit di pinggir jalan atau kebun bibit
Mencari di luar halaman atau di alam bebas


5. Pemeliharaan Setelah Tanam
Setelah penanaman selesai, siram bakal bonsai dan tanahnya dengan mempergunakan spayer yang halus. Air penyiraman harus bersih dan tidak berlumpur dan nentral (tawar). Hentikan penyiraman jika air sudah berkelebihan dan mengalir ke luar melalui lubang air. Bila air nampak mengenang dan tidak mau keluar lubang air, ini merupakan pertanda bahwa lubang air tersumbat. Malapetaka kecil ini dapat diatasi dengan alat pengungkit.
Untuk menghindari permukaan tanah di dalam pot cepat mengering. Dapat ditutup dengan mos kering sebagai mulsa atau lumut hijau bilamana ada. Namun yang lebih praktis adalah dibungkus dengan lembaran plastik. Batu kerikil kecil-kecil dapat berfungsi juga sebagai mulsa.
Tempatkan kemudian bakal bonsai di tempat yang teduh, tidak banyak angin dan bebas dari gangguan anak-anak atau hewan kesayangan.
Untuk mempercepat tumbuhnya kembali (recovering) bakal bonsai dapat diusahakan dengan menutup seluruh tanaman dengan kantung plastik transparan.


D. Tahap-Tahap Pembentukan Bonsai
Membentuk tanaman kerdil alias bonsai pada hakikatnya ialah membuat duplikat dari bentuk-bentuk pohon-pohonan di alam bebas. Skala duplikasi ini bisa kecil, sedang, hingga cukup besar namun tetap di bawah ukuran yang normal.
Bentuk bonsai dapat menggambarkan sejenis pohon yang bertahan terhadap keganasan alam, misalnya angin yang keras, badai laut di pinggir pantai yang berlaut-laut. Pohon nampak porak-poranda namun tetap survive.
Bonsai dapat menampilkan bentuk mahkota pohon indah secara individual, namun dapat pula berbentuk kebun mini. Kebun mini ini dapat berbentuk rata, namun dapat pula berbentuk puncak gunung dengan beberapa tanaman kerdil. Puncak gunung dapat nampak hijau karena tertutup mos atau berbentuk batu-batu karang yang menampilkan bentuk tanah yang kritis.

1. Tahap Pertama, Membentuk Kerangka Dasar
Bakal bonsai yang sudah siap untuk diberi kerangka dasar adalah yang sudah benar-benar sehat kembali, setelah mengalami pemindahan. Batang Pokoknya praktis sudah tidak tergoyahkan lagi dan sudah cukup mencapai ketinggian yang diperlukan pada akhirnya untuk dibentuk.
Kerangka dasar sementara sudah dimulai pada waktu memindahkan tanaman ke dalam pot bonsai. Sebelum membentuk kerangka dasar, rencanakan terlebih dahulu masak-masak bentuk bonsai yang dikhayalkan, dan bagaimana kira-kira bentuk bonsai pada akhirnya nanti.

Kerangka dasar ini terdiri dari rangkaian batang pokok dan beberapa dahan
Dahan-dahan yang dianggap berlebihan dipangkas dengan gunting pemangkas sedemikian rupa, sehingga habis pangkalnya. Tepatnya, luka bekas dahan nampak rata dengan permukaan kulit batang pokok.

Batang Pokok

Batang pokok dapat diatur sikapnya menjadi:
Tegak lurus dengan dahan membentuk mahkota yang sistematis atau asimatris
Berliku-liku namun menjulang ke atas
Miring hingga menggelantung
Berbatang pokok lebih dari satu yang tumbuh dekat leher akar atau lebih tinggi dan sebagainya.


2. Tahap Kedua Merubah Arah Dan Bentuk

Merubah bentuk dan arah tumbuhnya batang pokok dan dahan-dahan merupakan suatu paksaan dan memakan waktu hingga bentuk dan arah yang dikehendaki tercapai.

Untuk keperluan tersebut diperlukan sarana untuk memudahkan pelaksanaannya sebagai berikut:
Kawat kuningan dari beberapa ukuran diameternya
Tali raffia
Tang untuk memotong kawat
Gunting pemangkas
Gunting biasa
Pisau kecil yang tajam
Tang yang runcing ujungnya
Cellotape


E. Penyempurnaan Bentuk Bonsai
Tidak semua jenis tanaman dapat dikerdilkan.
Misalnya tanaman advokat yang berdaun lebar dan panjang tidak.
Mungkin memenuhi persyaratan agar daunnya bisa mengecil.
Tanaman yang dapat memenuhi persyaratan untuk dikerdilkan adalah tanaman yang mempunyai daun berukuran kecil, misalnya Beringin, jeruk kingki (Triphasi aurantium), jenis-jenis coniper (cemara, pinus dll), delima (punika granatum), lo (ficus glomerata) dan sebagainya.
Di samping berukuran kecil hendaknya mempunyai sifat mudah rontok.
Penyempurnaan bonsai kini letaknya untuk menyusun ranting-ranting dengan daunnya yang cukup lebat, namun seimbang dengan bentuk dan ukuran bonsai keseluruhannya.
Batang pokok dan dahan harus nampak tumbuh kuat, dan menghasilkan ranting-ranting dan daun yang sehat.
Walaupun bagaikan suburnya pertumbuhan daun namun dalam peryempurnaan bentuk bonsai, batang pokok dan dahan harus nampak jelas tidak tertutup. kedua-duanya merupakan kerangka dasar, dan sebagai dasar yang harus tetap menonjol.

Langkah-langkah penyempurnaan ini dalam hakikatnya sangat mengasyikan pemiliknya. Setiap waktu yang senggang sering dimanfaatkan untuk meneliti pohon kerdil kesayangannya. Langkah-langkah penyempurnaan ini terdiri dari.
Pemangkasan
Pengetipan/pengurangan kuntum ranting maupun dahan
Jika perlu menambah lakukan dan sebaginya.


1. Pengendalian pertumbuhan
Setiap orang mengetahui, bahwa tanaman khususnya yang berbentuk pohon,
bila dibiarkan sekehendak hatinya, akan berbentuk pohon,
bila dibiarkan sekehendak hatinya, akan meningkat tingginya dan akan melebar mahkotanya.
Setiap bagian yang dilengkungkan, sebagai reaksinya ialah mengeluarkan kuntum baru yang dapat menjadikan dahan maupun ranting mengakibatkan kuntum di bawah titik tumbuh yang semula pasif (tidur) akan aktif dan tumbuh.
Pengendalian pertumbuhan tersebut dilaksanakan melalui pemangkasan dan pengetipan / Pemetikan titik tumbuh
Dengan pemangkasan dibuangnya:
Cabang/ dahan yang tumbuhnya di luar rencana akibat dari lengkungan atau yang tumbuh dari kuntum adventif
Ranting-ranting yang tumbuhnya saling tindih yang tampil kurang sedap
Ranting-ranting yang tumbuh ke arah bawah atau ke arah batang pokok
Ranting-ranting yang lemah pertumbuhannya


2. Cara dan Waktu Pemangkasan

Memotong dahan atau ranting, dilakukan sebagai berikut:
Potong sedekat mungkin dengan kuntum yang nampak sehat
Bila ingin membentuk ranting baru, potong sedekat mungkin dengan ranting yang tumbuhnya sehat
Bila memangkas cabang, Potonglah sedemikian rupa hingga lukanya rata dengan permukaan pangkal tumbuhnya. Tutup lukanya yang besar dengan paraffin.


3. Melilit Dahan Dengan Kawat
Melilit dahan-dahan yang memanjang karena pertumbuhannya masih dapat dilaksanakan. Tindakan ini dilakukan selama pertumbuhan baru, masih memungkinkan tanpa mengganggu bentuk dan penampilan bonsai selanjutnya

Langkah-langkah dalam penyempurnaan bonsai nampaknya sederhana. Tapi hasil yang cukup mengesankan baru dapat dicapai setelah beberapa tahun, ada yang tiga ada yang lima tahun lebih.


BAB III

PENUTUP



Kesimpulan
Bonsai adalah tanaman kerdil yang dipelihara di dalam pot yang beraneka ragam bentuknya dan warnanya.
Bagian-bagian tanaman yang dapat dibentuk menjadi bonsai adalah, batang pokok, dahan ranting dan akar.
Bibit atau benih yang dapat dijadikan bakal bonsai dapat dihasilkan melalui penyemaian biji, setekan, cangkokan, okulasi dan langkah-langkah tanaman yang masih bertunas.
Adapun prinsip atau cara menanam bonsai adalah:
Pot dibuat dari tanah bakaran, porslen atau plastik.
Air di dalam pot harus dapat mengalir jika berlebih.
Jenis tanahnya harus yang tidak mudah padat.
Tanah di dalam pot harus cerul, sehingga banyak mengandung udara bersih. Daya serap tanah terhadap air baik.
Membentuk tanaman bonsai ialah membuat duplikat dari bentuk pohon-pohonan di alam bebas. Skala duplikat ini bisa kecil, sedang, hingga cukup besar namun tetap dibawah ukuran.


Saran
Belajar mengkerdilkan pohon tidak akan selancar yang diharapkan, kegagalan pasti akan dialaminya. Dengan demikian hendaknya bagi para pemula untuk memiliki kesabaran yang tinggi Jadikanlah kegagalan sebagai ujian untuk mengulang lagi lebih baik lagi.
Bagi yang memiliki tanaman bonsai, hendaknya memeliharanya dengan baik, karena membentuk tanaman kerdil dan memeliharanya hingga beberapa ratus tahun lamanya, merupakan suatu kesenian tersedirinya.
JADI URUTAN DALAM PENULISAN ILMIAH SBB



JUDUL KARANGAN
DAFTAR ISI
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
METODE
PERALATAN DAN BAHAN
KEGIATAN PENELITIAN
HASIL EKSPERIMEN DAN PEMBAHASAN KESIMPULANDAFTAR PUSTAKA


Februari 03, 2012

Buku Sakti Biologi

Mengingat Biologi mempelajari Mahkluk Hidup ,
Tentulah sifat sifat mahkluk hidup harus dipahami secarai detail keberadaannya
Pemahaman secara detail mahkluk hidup adalah bukan menghafal ciri ciri yang ada secara membabi buta, tetapi memaknai secara mendasar apa itu mahkluk hidup. Mashkluk hidup adalah disusun oleh unit tekecilnya berupa sel maka di sel itulah sebenarnya kehidupan terjadi, didalam sel itulah sistem terjadi . Dan dari sinilah harus dikuasai sepenuhnya bagaimana makna kehidupan dimulai .

Bagaimana sel itu mendapatkan makanan, yang kemudian dicerna , hasil cernaan itu kemudian untuk apa , zat yang tidak dicerna kemudian dibagaimanakan , setelah melakukan itu semua kemudian untuk tujuan apa ? dll

Dari pemahaman itu kemudian dikembangkan ke mahkluk hidup sel tunggal (unicellulair) so dikorelasikan dengan tubuh kita yang multicellulair terus bagaimana semua ini terjadi .

Kesimpulan dari hal diatas berarti semua yang dilakukan oleh kita berupa mencari material dari luar dengan suatu Koordinasi . yang kemudian masuk ke sistem Pencernaan , Respirasi , Ekskresi , Transportsi , Tumbuh dan Reproduksi adalah semua dikhususkan agar semua mencapai ke sasaran bagian terkecil tubuh kita adalah untuk Sel .

Jika anda memaknai makanan berupa protein sampai di lambung dicerna oleh enzim pepsin menjadi peptone belum berarti apa apa makanan itu sebelum makanan itu sampai di sel dengan berbagai cara. Artinya jangan hanya berhenti mengetahui enzim di lambung dicerna secara bagaimana saja tetapi kuasai hingga makanan itu bisa akhirnya di sel kemudian diapakan .

penulis

Kita awali materi dari Klas 1 ( di UN : 10 soal )

Keaneka Ragaman Mahkluk Hidup

1. Klasifikasi caranya dibagi 3 :
Alamiah didasarkan atas pengelompokan yang dilakukan oleh alam / habitat , tumbuhan biji , perdu , semak , ( kecoa - burung merpati , ubur - hiu dll )
Buatan / Artifisial dibuat oleh manusia ( kecoa, belalang dalam kelompok insekta dll Jadi klasifikasi Buatan mendasarkan ke cirri tubuh: anatomi , reproduksi , fisiologis , cara reproduksi dll, sehingga menyederhanakan obyek studi .
Phillogenik : hubungan evolusi / hubungan kekerabatan : mis kera dan manusia

2.URUTAN TAKSON
PIKOFAGES / DIKOFAGES artinya semakin kearah spesies maka
semakin banyak persamaan
sedikit perbedaan sehingga sulit dibedakan
sedikit anggotanya dan sangat dekat hubungan kekerabatannya

Pencarian jenis mahkluk hidup yang belum diketahui namanya dapat menggunakan KUNCI DETERMINASI
Kunci determinasi : kunci yang dikotomis berisi uraian 1 a - 2b dst
kunci ini berupa buku deteksi / determinasi yang digunakan untuk mencocokkan nama species tersebut sehinnga bisa diberi nama
lihat soal di blog ini pada analisa skl 1
CARA MUDAH
Bagaimana cara menggunakan kunci ini dengan mudah ?
Tentukan cara mengurutnya dari no yang paling belakang kedepan , jangan memulai dari nomer 1a atau 1b
Pencocokan dari nomor yang besar ke nomor kecil pasti di jamin benar.
Binomial Nomenclature

3. Arti dua tumbuhan pada Sacaharum officinarum dg Sacharum spontaneum menunjukkan apa ?
Kedua tumbuhan diatas Genusnya sama species beda yaitu sama sama Genus Sacharum
Ini berarti kedua tanaman tebu dan glagah itu terjadi perbedaan struktur yang membawa ke speciasi karena keduanya beda species yang kemudian dibelakang hari diberi nama Keaneka ragaman species
Berbeda pada Jenis Padi Gogo dengan Padi Pandan wangi yang hanya ke arah variasi itu hanya menunjukkan ia berbeda beberapa gennya tetapi masih satu species Oryza sativa yang kemudian dibelakang hari diberi nama Keaneka ragaman genetik
Untuk keaneka ragaman genetik mempunyai karakter jika mahluk hidup yang berbeda itu dikawinkan mala fertil
Penulisan ilmiah dengan karakter

Karakter penulisan ilmiah pada species dan karakter pada takson misal Species ditulis dua nama (nomenclature binomial)
Penulisan nama genus dengan satu nama yaitu nama depan species
Penulisan takson family pada tumbuhan berakhiran ceae , ordo tumbuhan berakhiran ales dll ( detailnya juga bisa dilihat bdi blog ini)

4. Keaneka Ragaman Mahkluk hidup ada 3
Keaneka ragaman genetic : dikawinkan Fertil : kelapa apa saja namun jangan ikut kelapa sawit , mangga apa saja asal jangan kweni , pisang apa saja asal jangan pisang kipas dll yang tidak bisa Jeruk /Ganggang apa saja ( keaneka ragaman ini disebut pula keaneka ragaman dalam satu species)
Keaneka ragaman Species dikawinkan Steril : sapi dengan kerbau atau dengan anjing dll berbagai jenis ikan , berbagai jenis burung dll
Keaneka ragaman Ekosistem : keaneka ragaman pada lingkungan nya : Gurun , Hutan Tropis , Taiga , Tundra , pantai dll
Karakter Penanda *
Hutan : , Kanopi . Liana , Tanaman hetrogen , Iklim mikro di dasar hutan dan makro di tajuk kanopi tumbuhan
Gurun : Xerophyt , interval suhu siang malam tinggi , evaporasi tinggi maka ….
Pantai berlumpur : Bakau / mangrove yang punya akar nafas ( Lumpur hasil dari penguraian sampah sehingga BOD ( Biological Oxygen Demand) naik , DO ( Desolve Oksigen) turun sehingga bakau menggunakan akar nafas)
Taiga : Konifer ( Tumbuhan berdaun jarum )
Tundra : Lichenes, ( padang es ), dll
Laut : salinitas tinggi , perrbedaan suhu kedalaman beda
Pelestarian
5. Pelestarian Insitu Berarti : disitu , ditempat aslinya : Badak bercula satu diujung kulon sedang eksitu diluar habitatnya , bunga Raflesia di kebun raya bogor dll yang jelas exsitu itu untuk upaya penelitian yang kebanyakan berupa kebun 2 nggak di aslinya OK

6. Kingdom Virus
Reproduksi Virus :
Lisis ( APEAL : Adsorbsi-Penetrasi-Eklipase/Replikasi-Asembling-Lisis) dan
Lisogenik ( virus menumpang hidup di sel inang membentuk PROFAGE) inang tetap hidup dan membelah namun suatu saat melisis juga )

Tumbuhan : Tungro ( padi kerdil) , CVPD ( jeruk ) , Mosaik ( TMV/tembakau )
Hewan : Rabies , Flu burung ( H5N1/Myxovirus ) FMD ( sapi )
Manusia : Demam berdarah ( Dengue) Polio , Cacar ,Hepatitis, Rabies, Trachoom, Campak , Herpes , Morbili , Kutil pada manusia pohon Dede , Gondong , Flu, Aids , Sars , Ebola dll
Untuk menghafal penyakit virus ini mudah sebenarnya yaitu setiap membaca penyakitnya disertakan Virusnya , misal virus hepatitis , virus polio maka otak akan menandai nya
Ciri virus : dpt dikristalkan ( spt benda mati), DNA or RNA ( mampu reproduksi ) , Parasit obligat , hanya bisa dikultur / dikembang biakkan di jaringan m.h misal di embryo telur dll nggak bisa dikembangkan di media bakteri misal agar dll
Pembunuh Virus ampuh yaitu INTERFERON Produk bioteknologi

7. Kingdom Monera ( Bakteri dan Ganggang Biru )
Bakteri : Dinding sel ( Peptidoglikan ), peptidoglikan tebal pada kelompok gram + sebaliknya ,Prokaryotik ( inti tanpa selaput ) digolongkan Monera
Bentuk cocus, basilus, vibrio, spirillium , mesosom pengganti mitocondrianya , reproduksi Amitosis (biner atau membelah diri)
Bergerak dengan flagel ( mi-li- am- per ) : Monotrik , Lopotrik, Ampitrik , Peritrik
Koloninya bisa Streptococus, Stapilococus , Sarkina , Diplococus , Diplobacillus etc
Respirasi bisa aerob dan aerob serat fakultatif ataupun obligat , bisa autotrop maupun heterotrop , Thermofil , Psikrofil , dengan reproduksi vegetatif amitosis maupun generatif dengan paraseksual ( konjugasi transduksi, transformasi )
Peran /guna bakteri untuk
Fiksasi N2 / pengikat N2 ( Rhizobium , Azotobacter , Clostridium pasteurianum )
Nitrifikasi ( NS dan NC membuat nitrit ( HNO2) dan NB membuat nitrat (HNO3) dengan meng oksidasi nitrit ( Nitrosococus , Nitrosocoocus, Nitrobacter ) bakteri ini aerob :perlu O2
Teknik plasmid ( Rekombinan gen ) / pembusukan di usus, buat vitK ( Esherichia colly )
Yogurt ( Lactobacillus bulgaricus ) Bioinsektisida / BT ( Bacillus Thuringiensis )
Biometalurgi ( Thiobacilus ferooksidan) , SCP ( Methilophyllus )
Biogas methan ( Methanobacterium ) dll
Penyakit bakteri : Tiphes , Disentri , Sipilis, TBC , Pes, Dipteri , Radang paru (pneumonia), Tetanus , Kolera , Antraks, Gonoroe (menghafalkannya Disebutkan bakterinya : bakteri TBC)
8.Kingdom Fungi
Jamur OZABD jamur ini mempunyai karakter : Oomicotina ( jamur air : Phytoptora), Zygomicotina (Rhizopus ) , Ascomicotina ( Ascus spt beruas ruas Penisillium dan Asergillus dan Sacharomyces ) Basidiomycotina ( Basidium berpayung ) Volvariela volvacea , Auricularia dll , Deuteromicotina : Monilia sitophyla ( Oncom)
Dengan Prinsip Reproduksi dari Spora – Hifa – Micellium – Sporangium – Spora
Mendapatkan makanan makanan secara heterotrop menguraikannya secara eksternal dengan mengeluarkan enzim keluar / kesubstrat. Makanan kesel sudah sederhana.
Jamur Merugikan Aspergilus flavus racun aflatoxin , Pucinia ( Padi ) , Ustilago ( Gandum) , Phytoptora infestan (kentang ) Aspergilus fumigatus ( paru paru burung)
Jamur Menguntungkan : Rhizopus ( tempe ) , Aspergilus wentii ( kecap), Sacharomyces cerevisae (alcohol), Monilia sitophyla ( Oncom) Volvariela volvacea , Auricularia ( jamur berukuran besar dimakan Basidiokarpnya ( badan buah) ,Basidium penghasil Basidiosporanya
Lichenes ( simbiosis mutualisme jamur dan Ganggang ) : sebagai tumbuhan perintis

Ciri-ciri jamur adalah sebagai benikut.
Mempunyal membran Intl (eukariot), tetapi dapat membuat makanan sendiri kanena mengandung kiorofil. Jamur memperoleh makanan dari lingkungan di sekitarnya.
Jamur bersel banyak (multiseluler) terdiri atas benang-benang halus yang disebut hifa.
Cabang dan hifa disebut dengan miselium yang berfungsi menyerap makanan dan substratnya.
Bersifat saprofit dan parasit.
Berkembang biak secara aseksual dan seksual.
Perkembangbiakan secara aseksual dilakukan oleh jamur yang bersel tunggal (uniseluler), yaitu dengan pertunasan dan pemutusan hifa (fragmentasi).
Perkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan membentuk askus spora.

Kiasifikasi Jamur
1. Zygomycota
 Nama Zygomycota berasal dan jenis perbanyakan diri seksual, terutama pada pembentukan zigospora.
 Ciri-ciri jamur yang termasuk dalam divisi Zygomycota adalah:
 Biasa hidup sebagai saprofit.
Miselium bercabang banyak dan hifa tidak bersekat sehingga terlihat seperti pipa atau buluh.
Dinding sel terdiri atas kitin, tidak memfliki zoospora sehingga sporanya merupakan sel-sel yang berdinding. Spora inilah yang tersebar ke mana-mana.
Perkembangbiakan secara aseksual dilakukan dengan spora yang berasal dari sporangium yang telah pecah.
Perkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan peleburan dua hifa, yaitu hifa betina dan hifa jantan. Hifa jantan adalah hifa yang memberikan si selnya. Hifa betina adalah hifa yang menerima isi selnya.


2. Ascomycota
 Ascomycota adalah kelompok jamur yang berkembang biak dengan membentuk spora di dalam selnya (kantung kecil) yang disebut askus.
Pembentukan askus inilah yang menjadi ciri Ascomycota. P
erkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan pembentukan askospona melalui beberapa tahap, yaitu:
Perkawinan (kopulasi) antara gametangiUm jantan dan gametangium betina,
Bersatunya plasma kedua gametangium yang disebut dengan plasmolisis.
Bersatunya Intl yang berasal dan gametangium yang disebut dengan kariogami.
Kariogami yang menyebabkan terjadinya pembelahan reduksi, dilanjutkan dengan pembentukan askospora secara endogen menurut pembentukan sel bebas.

Perkembangbiakan secara aseksual dapat dilakukan dengan pembentukan konidium, fragmentasi, dan pertunasan.

 CONTOH
Saccharomycota l Hidup sebaga saprofit dan sering dimanfaatkan untuk pembuatan kue, tape, alkohol, roti, bersifat uniseluler, sel berbentuk bulat, tidak berhifa, dan berkembang biak dengan pertunasan. Ragi atau Sacharomyces cereviceae dimanfaatkan untuk mengembangkan adonan roti dan pembuatan alkohol.
Penicillium sp. Dapat memberi citarasa yang khas untuk keju rokefort dan kamembert Sedangkan penicillium notatum dan penicillium chrysogenum adalah pembuat penisilin karena bersifat racun yang dapat menghasilkan zat mematikan, yaitu antibiotika,
Neurospora crassa Merupakan jamur yang dimanfaatkan untuk pembuatan oncom. Berwarna oranye dan sering tumbuh di kayu yang telah terbakar.

 3. Basidiomycota
 Basidiomycota merupakan kelompok jamur yang pembentukan sporanya terjadi di atas sel yang disebut basidium.
Basidium terdiri dari beberapa sel yang masing-masing membentuk satu basidiospora.
Jamur kelompok ini dapat berkembang biak secara aseksual dengan membentuk konidiumdan berkembang biak secara seksual dengan membentuk spora basidium.
Contoh jamur yang termasuk dalam Basidiomycota adalah jamur merang (Volvariella volvacea) yang dapat dimakan dan dikembangkan; jamur kuping (Auricularia polytricha) yang hidup dikayu lapuk, dapat dimakan dan dikembangkan; jamur tiram (Pleurotes) dapat dimakan; jamur api yang dapat merusak tanaman tebu; jamur beracun (Amanita phalloides) berwarna putih dan merah, hidup di tanah; jamur upas (Corticum salmonella).

 4. Deuteromycota (Jamur imperfeksi)
 Jamur Deuteromycota adalah jamur yang berkembang biak dengan konidia dan belum diketahui tahap seksualnya.
Tidak termasuk dalam kelas jamur AscomycOta dan Bosidiomycota. Oleh karena itu, jamur ini merupakan jamur yang tidak sempurna (jamur imperfecti).
Jamur-jamur yang tergolong pada jamur imperfeksi ini banyak yang menimbulkan penyakit, seperti
 9. Kingdom Protista
Ganggang(protista tumbuhan)
Protozoa((protista hewan)
Jamur Lendir dan Jamur air ( Ptotista jamur)
imbulkan penyakit, seperti
 9. Kingdom Protista
Ganggang(protista tumbuhan)
Protozoa(protista hewan)
Jamur Lendir dan Jamur air ( Ptotista jamur)
Algae
Ganggang hijau. keemasan,coklat dan merah ( Chloro, Crisso, Phaeo dan Rhodophyta ) dengan urutan pigmen chlorofil, karoten/xantofil dan fikoXantin dan FikoErythrin). Adaptif terhadap air , Autotrop
Peran Spirulina (biru – SCP ),Anabaena (biru -fiksasi nitrogen),Chlorella (hijau SCP),Diatomae / Navicula (keemasan –isolasi dinamit),Laminaria (coklat/pirang-mengandung asam alginate untuk tekstil, kapsul kosmotik ),Euchema spinosum , Glacilaria, Gelidium (EGG) (merah–agar agar dengan pasta dr telur (EGG)

Protozoa ( RSCM ) : Rumah Sakit Cepet Mati
Rhizopoda ( kaki semu / psudopoda ) : Amuba , Foraminifera (indicator minyak bumi )
Sporozoa ( tanpa alat gerak ) : Plasmodium ( malaria ) dibawa nyamuk Anoples (STMGZOO)
Ciliata ( Bulu getar /Cilia) : Paramaecium caudatum ( indicator air jernih )
Mastigopora/Flagelata (Bulu cambuk) : Tripanosoma ( penyakit tidur ) Euglena (berklorofil)

10. Hewan ( Animalia ) : P C P N A M M A E C
P & C : Diploblastik , P : Triploblastik Acoelomata , N : Triploblastik Pseudocoelomata
A – C : Triploblastik Coelomata
P (CHD) : Calcarea , Hextinelida, Demospongia ( Ascon , Sycon , Leucon ) terdapat Sel koanosit (pencernaan ) Amubosit (mengedarkan makanan )
C (HAS) : Hidrozoa , Antozoa , Schipozoa ( Hydra , Lilia Laut , Ubur ubur )
P (CTT) : Cestoda , Trematoda , Turbelaria ( C. Pita , C Hati , C. Planaria )
N(OTAWA) : Oxyuris vermicularis , Trichinella, Ascaris lumbricoides, Wucheria, Ankilostoma duodenale ( C. Kremi , C. Otot , C . Perut , C. Filaria , C. tambang )
A (POH) : Polychaeta , Oligochaeta, Hirudinea ( C. wawo , C. Tanah , Lintah )
M (CGP) : Chepalopoda , Gastropoda , Pelecypoda (Cumi , gurita , Siput , Kerang)
A ( CAIM) : Crustacea , Aracnoida , Insekta dan Myriapoda ( Jumlah kaki 5 psg – 4 – 3 – 2/1 Psg), ( Udang , Laba laba /Kalajengking , serangga, Kaki seribu / Kelabang )
E (OACEH) :Ophiuroidea , Asteroidea , Crinoidea , Echinoidea , Holothuroidea (Bintang Ular , Bintang Laut , Anemon , Bulu Babi , Teripang )
C (PARAM) : Pisces , Ampibia , Reptil , Aves , Mamalia ( ikan , katak , salamander , ular , buaya , unggas , menyusui )
Pisces ( Agnatha , Chondrictyes , Osteichtyes )
Ampibia ( Apoda, Anura , Urodella)
Reptil ( Squamata, Chelonia ,Crocodilia , Ophidia ) ,
Mamalia( Chiroptera, Marsupialia, Monotremata , Cetacea , carnivore dll+)
Annelida
Polychaeta, Oligochaeta dan Hirudineae termasuk ke dalam jenis cacing cincin yang sering dikenal dengan nama Annelida. Pembagian kelas dalam annelida ini didasarkan atas keadaan rambut di permukaan tubuh.
Berikut ini perbedaan dari tiga kelas tersebut :
POLYCHAETA (cacing berambut banyak) Habitatnya di lautan, tubuhnya terdiri dari banyak rambut (poly = banyak, chaeta = rambut/bulu). Contoh cacing tersebut adalah : Nereis viren, Eunice viridis (cacing wawo) dan Lysidice oele (cacing palolo). Dua jenis terakhir sering dikonsumsi oleh orang-orang di Kepulauan maluku.
2. OLIGOCHAETA (cacing berambut sedikit) Habitatnya di tanah, memiliki sedikit rambut (oligo = sedikit, chaeta = rambut/bulu)Contoh cacing tersebut adalah : Lumbricus terestris dan Pheretima sp. (keduanya disebut cacing tanah). Mempunyai organ KIitellum yang berisi semua kelenjar, termasuk kelenjar kelamin. Pernafasan dilakukan oleh pemukaan tubuhnya. Makanan diedarkan ke seluruh tubuh dengan sistem peredaran darah. Contoh lain Moniligaster houtenii (endemik di Sumatera)
HIRUDINAE (cacing tidak berambut) Tidak memiliki rambut (chaeta) tetapi menghasilkan zat antikoagulasi (anti pembekuan darah) yang dinamakan Hirudin. Contoh cacing tersebut adalah Hirudo medicinalis (lintah). Hirudin dari lintah sering digunakan dokter-dokter dahulu untuk mengeluarkan darah dan nanah dari bisul. Contoh lainnya yaitu Hirudinaria javanica (lintah kuning) dan Haemadipsa zeylanica (pacet)

11. Reproduksi Hewan

Pada Platihelmintes - Cacing Pita : (Telur – Hexacant – Cisticercus – C dws Taenia Solium (cacing pita babi ), T saginata (sapi) ,Echinococus granulosus (anjing) Masuk tubuh makan daging yangada Cisticerkus.
Cacing Hati ( Fasciola hepatica ) : TuMiSiR Calon MC ( Telur –Mirasidium- Sporosis- Redia- Cercaria- MetaCercaria) mirasidium kesiput , keluar metacercaria lerumput – Ternak C, Dewasa – Manusia , Cacing hati Ikan Clonorsis sinensis
Coelenterata : Zygot – Planula- Polip (skifistoma) – Efira – Medusa muda – Dewasa( Ubur ubur ) Generasi generatif Medusa Dewasa karena menghasilkan zigot )
Cacing Tambang ( Ankilostoma ) Telur – Larva Rhabditiform – Filariform – menembus kulit - pembuluh darah – hati- jantung - paru – mulut – kerongkongan – usus (anemia)
Cacing Wucheria /filaria : Telur – larva microfilaria (nyamuk culex) – Elephantiasis (menyumbat kelenjar limfe , Limfe turun ke kaki jadi bengkak )
Anelida : Cacing tanah : telur diletakkan di KLITELUM ruas yang menebal ,hermaprodit
Arthropoda – Pada Arachnoida : Kelisera dimulut ( Racun) , Pedipalpus ( capit) memgang , memasukkan sperma Insekta : Metamorfosis sempurna ( Holometabola ) : T-L-P-I : kupu , nyamuk , lalat Hemimetabola : T-N-I: Belalang , kecoa,jangkrik
Molluska ( CGP) Chepalopoda ( kaki di kepala ): tanpa cangkang kec Nautilus Gastropoda ( kaki di perut ) cangkang satu : siput ( bekicot , Lymnea ) Pelecipoda ( kaki pipih ) /Bivalvia (cangkang sepasang)/Lamelibranchiata (insang berlapis lapis) : kerang Lapisan cangkang dari luar ke dalam berurutan Periostrakum ( gelap / hijau ) , Prismatik dan nakreas (mengkilat ) – PPN Mutiara buatan : batu kecil diletakan di antara Mantel dan Nakreas
Echinodermata : OACEH yang bisa dimakan Holothuroidea : teripang semua bergerak dengan kaki ambulakral (diawali dari lubang madreporit – ke mulut melalui pembuluh)
Chordata ( Vertebrata ) PARAM
12 PLANTAE

LUMUT (Bryophyta) dan PAKU (Pterydophyta) dan SPERMATOPHYTA
PAKU ( PS) : di bawah (sporofit ) 2n ada daun sporofil sporogonium – sporangium
LUMUT ( LG ) : diatas (Gametofit ) yang kromosomnya haploid ada alat kelamin anteridium ( jantan) dan arkegonium (betina)
Pada Lumut (Bryophyta)
metagenesis, sebagai berikut:


C. Pada Tumbuhan Paku (Pterydophyta)
metagenesis, sebagai berikut:


Ciri Lumut : - Gametofitnya :Tumbuhan lumut . Sporofitnya :Sporogonium (Bryophyta) - Akar Rhizoid , belum punya Berkas pengangkut Xilem dan Floem ,Gametofit lebih lama hidupnya dibanding sporofitnya Sporogoniumnya : terdapat Seta (tangkai) , Apofisis (ujung tangkai yang melebar ) , kaliptra (tutup sporogonium)
Klasifikasi Dibagi
Lumut Daun ( Musci) contoh Spagnum ( berumah satu)
Lumut Hati ( hepaticae) contoh Marchantia polymorpha untuk penyembuh hepatitis dengan batang tak namapak dibungkus daun

Tumbuhan Paku/ Pterydophyta
Metagenesis Daur hidup paku
Tumbuhan paku atau dikenal dengan Pterydophyta
Tumbuhan paku adalah salah satu dari kelompok kingdom Plantae yang secara evolusi lebih maju dibandingkan Bryophyta (Lumut)
Tumbuhan paku sudah tergolong dalam Tracheophyta karena sudah mempunyai Trakeid atau berkas pengangkut baik Xilem maupun Floem OK
Selain akarnya sudah jelas dan membentuk sistem perakaran serabut.
Secara keseluruhan Paku dan Lumut mempunyai persamaan yaitu adanya peristiwa metagenesis
Metagenesis yaitu peristiwa pergiliran keturunan dari fase sexual ke fase asexual ke fase sexual lagi sehingga membentuk daur/cyclus.

Karakter khas pada Pteridophyta ( tumbuhan paku)
Tumbuhan paku dewasa yang dijumpai di alam merupakan fase sporofit yang menghasilkan spora sebagai alat perkembangbiakan seksual.
Spora yang jatuh ditempat lembab akan tumbuh menjadi protalium atau prothallus yang merupakan fase gametofit yang berwujud tumbuhan kecil berupa lembaran berwarna hijau
Fase gametofitnya lebih pendek daripada fase sporofitnya.
fase sporoitnya berupa tumbuhan paku sendiri


Daur hidup tumbuhan paku mengenal pergiliran keturunan, yang terdiri dari dua fase
Fase Gametofit
Fase Sporofit.
Tumbuhan paku yang mudah kita lihat merupakan bentuk fase sporofit karena menghasilkan spora.
Bentuk generasi fase gametofit dinamakan protalus (prothallus) atau protalium (prothallium),yang sementara kemudian akan menjadi tumbuhan paku setelah terjadi fertilisasi

PROTHALLIUM
Prothallium berwujud tumbuhan kecil berupa lembaran berwarna hijau, mirip lumut hati,
tidak berakar (tetapi memiliki rizoid sebagai penggantinya)
tidak berbatang, tidak berdaun.
Prothallium tumbuh dari spora yang jatuh di tempat yang lembab.
Dari prothallium Tumbuh anteridium (antheridium, organ penghasil spermatozoid atau sel kelamin jantan) dan arkegonium (archegonium, organ penghasil ovum atau sel telur).
Pembuahan mutlak memerlukan bantuan air sebagai media spermatozoid berpindah menuju archegonium. Ovum yang terbuahi berkembang menjadi zigot, yang pada gilirannya tumbuh menjadi tumbuhan paku baru.
Ciri Paku : Gametofitnya : Protalium Sporofitnya : Tumbuhan Paku
Pterydophyta : Akar serabut , ujung daun muda menggulung, berkas pengangkut ada konsentris , daun berspora karena ada Sporogonium ( ada indusium , sporangium , annulus) pada daun sporofil di bagaina bawah
Klasifikasi Paku :
Paku homospora ( spora ukuran , bentuk dan jenis sama ) : paku kawat ( Licopodium )
Paku Heterospor homospora ( spora ukuran , bentuk dan jenis beda : paku rane ( Selaginela) semanggi ( Marsilea crenata )
Paku Peralihan (spora ukuran ,bentuk sama & jenis beda) Paku Ekor Kuda ( Equisetum debile)
Spermatophyta ( kormophyta Berbiji )
Gymnospermae : Biji Terbuka : pembuahan tunggal , belum ada bunga namanya Strobilus Ex : Pinus, Melinko, Damar, Conifer , Gingko biloba, Pakis haji
Angispermae ( Mono dan Dikotil) : pembuahan ganda , berbunga ( monokotil kelipatan 3 , dikotil kelipatan 5 ) , Pembuahan ganda IG 1 dengan Ovum jadi Zygot (2n), IG2 dengan IKLS jadi Endosperm ( 3n)

13. Lingkungan ( Ekologi )
Polusi Udara :
CO2 : Efek Rumah Kaca ( penghijauan )
SO2 dan NOx : Hujan Asam ( diberi kapur )
CFC : Berlubang Ozon ( Global Warning)
Polusi Air dan Tanah
Sampah Organik : Biological Oxygen Demand naik , Desolve Oxygen turun
Pupuk /Deterjen : Eutrofikasi ( Blooming eceng gondok ) : BOD naik , DO turun terjadi pula Pendangkalan
Polusi Suara : Suara diatas 80 dB
Suksesi
Suksesi Primer : Ada – hilang – Ada : ada lagi diawali dengan urutan vegetasi Lichenes – lumut / paku – rumput – semak – perdu – pohon
Suksesi sekunder : Ada – Rusak – Ada : hutan terbakar cirri Vegetasi sama dari sebelumnya
Rantai makanan
Nichia /Niche : Status Jabatan m.h (kompetisi terjadi jika , Tempat dan Niche sama)
Tingkat tropi I : Produsen ( fitoplankton , tumbuhan hijau )
Konsumen I : Herbivora ( Zooplankton , sapi )
Dasar piramida : Produsen
Rantai Perumput : dimulai dari Produsen
Rantai Detritus : dimulai dari sissa m.h dimakan detritivor ( Cacing , Belatung )
Perpindahan energi pada rantai makanan : energi terkecil di Konsumen terakhir , karena terjadi pengurangan 90 % yang menjadi Egesta, ekresta, aktifitas , jadi yang untuk tuimbuh 10%
Insektisida ( DDT) yang bersifat Non Bio Degradable tercemar di perairan Kandungan DDT terbesar Konsumen terakhir
Hg tercemar di perariran Hg akan mengendap ke dasar sehingga kandungan terbesar di Kerang yang berupa kehidupan bentos . menyebabkan Minamata
Predasi : Predator dengan yang dimangsa
Komensalisme : Anggrek dan mangga , Liana ( rotan ) yang merambat dengan pohon
BioGeoKimia : suatu siklus materi berupa unsur /senyawa kimia dari MH bio) kelingkungan ( geo)
Siklus O2 CO2 pada respirasi dan fotosintesis
Sikus Nitrogen dalam nitrifikasi, fiksasi dan penguraian sisa sisa oleh bakteri dll

SUKSESI lINGKUNGAN
dibagi 2 suksesi
1. Suksesi Primer dan
2. sujsesi sekunder

Untuk Latihan materi klas X ini dapat secara detail klik isharmanto

Di blog ini juga tersedia materi teori yang detail ,jika anda masih ada waktu untuk membaca , jika waktu sangat mepet buka saja Prediksi UN 2010 dibaca pasti OK.hehehe

KLAS XI
1. Gambar Sel

Sel Tumbuhan : ada Dinding sel , Chloroplast dan Vacuola besar
Sel Hewan : ada Lisosom dan Sentriol
Mitocondria (respirasi sel ) , Ribosom ( sintesa protein ) , RE ( transportasi protein) Nucleus ( pengatur aktifitas sel ), Membrane sel (mengatur transportasi ), Mikro filamen (penggerak otot) mikrotubulus ( penyusun benang spindle /kerangka sel , badan golgi ( sebagai kelenjar , penghasil enzim) , Peroksisom ( badan mikro) penghasil katalase pengurai H2O2 , Lisosom dihasilkan badan golgi untuk ( autofagi, Autolisis , endositosis , eksositosis ) , Chloroplast ( Reaksi terang dan Gelap ), Sentrosom menentukan arah pembelahan sel
Untuk lebih jelasnya

Organel sel adalah benda-benda solid yang terdapat di dalam sitoplasma dan bersifat hidup(menjalankan fungsi-fungsi kehidupan).

Organel Sel tersebut antara lain :
 Retikulum Endoplasma (RE.)

Yaitu struktur berbentuk benang-benang yang bermuara di inti sel.
Dikenal dua jenis RE yaitu :
RE. Granuler (RE kasar) transportasi protein m tempat menempel ribosom
RE. Agranuler (RE halus) sintesis lemak
 Ribosom (Ergastoplasma)
Struktur ini berbentuk bulat terdiri dari dua partikel besar dan kecil, ada yang melekat sepanjang R.E. dan ada pula yang soliter.
Ribosom merupakan organel sel terkecil yang tersuspensi di dalam sel
Fungsi dari ribosom adalah : tempat sintesis protein.
Mitokondria (The Power House)
Struktur berbentuk seperti cerutu ini mempunyai dua lapis membran.
Lapisan dalamnya berlekuk-lekuk dan dinamakan Krista
Fungsi mitokondria adalah sebagai pusat respirasi seluler yang menghasilkan banyak ATP (energi) ; karena itu mitokondria diberi julukan “The Power House”.
Pada sel prokaryotik mrtocondria digantikan mesosom
Lisosom
Fungsi dari organel ini adalah sebagai penghasil dan penyimpan enzim pencernaan seluler. Salah satu enzi nnya itu bernama Lisozym.
Badan Golgi (Apparatus Golgi = Diktiosom)
Organel ini dihubungkan dengan fungsi ekskresi sel, dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa.
Organel ini banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya ginjal.
Sentrosom (Sentriol)
Struktur berbentuk bintang yang berfungsi dalam pembelahan sel (Mitosis maupun Meiosis). Sentrosom bertindak sebagai benda kutub dalam mitosis dan meiosis.
Struktur ini hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron.
Plastida

Dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa. Dikenal tiga jenis plastida yaitu :
1. Lekoplas
(plastida berwarna putih berfungsi sebagai penyimpan makanan),
terdiri dari:
Amiloplas (untak menyimpan amilum)
Elaioplas (Lipidoplas) (untukmenyimpan lemak/minyak)
Proteoplas (untuk menyimpan protein).

 2. Kloroplas
yaitu plastida berwarna hijau. Plastida ini berfungsi menghasilkan klorofil dan sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis.

 3. Kromoplas
yaitu plastida yang mengandung pigmen, misalnya :
Karotin (kuning)
Fikocyanin (biru)
Fikosantin (kuning)
Fikoeritrin (merah)
Vakuola (RonggaSel)

Beberapa ahli tidak memasukkan vakuola sebagai organel sel. Benda ini dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa. Selaput pembatas antara vakuola dengan sitoplasma disebut Tonoplas

Vakuola berisi :
garam-garam organik
glikosida
tanin (zat penyamak)
minyak eteris

(misalnya Jasmine pada melati, Roseine pada mawar, Zingiberine pada jahe)
alkaloid (misalnya Kafein, Kinin, Nikotin, Likopersin dan lain-lain)
enzim
butir-butir pati
Pada boberapa spesies dikenal adanya vakuola kontraktil dan vaknola non kontraktil.
Mikrotubulus
Berbentuk benang silindris, kaku, berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel dan sebagai “rangka sel”.
Contoh organel ini antara lain benang-benang gelembung pembelahan Selain itu mikrotubulus berguna dalam pembentakan Sentriol, Flagela dan Silia.
Mikrofilamen
Seperti Mikrotubulus, tetapi lebih lembut. Terbentuk dari komponen utamanya yaitu protein aktin dan miosin (seperti pada otot). Mikrofilamen berperan dalam pergerakan sel.

Peroksisom (Badan Mikro)
Ukurannya sama seperti Lisosom. Organel ini senantiasa berasosiasi dengan organel lain, dan banyak mengandung enzim oksidase dan katalase (banyak disimpan dalam sel-sel hati).

3. Inti Sel (Nukleus)

Inti sel terdiri dari bagian-bagian yaitu :
Selaput Inti (Karioteka)
Nukleoplasma (Kariolimfa)
Kromatin / Kromosom
Nukleolus(anak inti).
Sel Tidak Berinti, contohnya trombosit dan eritrosit (Sel darah merah). Di dalam sel darah merah, terdapat hemoglobin sebagai pengganti nukleus (inti sel).
Sel Berinti Banyak, contohnya Paramecium sp dan sel otot
Sel hewan berklorofil, contohnya euglena sp. Euglena sp adalah hewan uniseluler berklorofil.
Sel pendukung, contohnya adalah sel xilem. Sel xilem akan mati dan meninggalkan dinding sel sebagai “tulang” dan saluran air. Kedua ini sangatlah membantu dalam proses transpirasi pada tumbuhan.
JARINGAN
Penampang daun : Epidermis , Parenkim palisade (untuk fotosintesis) Parenkim spons (penyimpan sementara hasil fotosintesis) , X/ F dan Ep bawah dengan stomata
Penampang Batang : Epidermis, kortex , ada lingkaran cambium keluar dan kedalam (Floem dan Xilem sekunder ) paling dalam stele
Penampang akar : Epidermis, kortex , endodermis , perisikel/perikambium , Floem diluar perisikel dan Xilem didalam , stele ( silinder pusat )
Jika direndam Eosin warna merah : warna merah hanya dijumpai di Xilem saja pada batang setelah diiris , untuk membuktikan bahwa air diangkut oleh Xilem
Jaringan pada manusia
Epithel dengan bentuk pipih, silingris ,kubus gimana tempatnya diapalin
Otot meliputi
lurik /rangka ( inti banyak ditepi,serabut gelap terang, sadar /volunter , cepat menerima rangsang ,cepat lelah
polos /involunter kenalikan lurik : bentuk seperti gelendong ada di organ dalam
Jantung ( myocardium bentuk seperti lurik hanya bercabang dengan satu inti sifat kerja seperti polos )
Syaraf (neuron) benang pendek Dendrit (penerima rangsang , benang panjang Akson ( neurit ) penerus rangsang ada myelin ,sel schwann , nodus ranvier, sedang bulat dengan inti dikenal badan sel
Tulang :
kartilago (rawan ) ada Hyalin ,elastin dan fibrosa
osteo ( tulang sejati) ada saluran havers , lakuna

3 . Sistem Gerak :
Diartrosis : sendi Engsel di Siku/ lutut/ ruas jari , Peluru di bahu /pinggul , Pelana di pergelangan tangan , Putar di leher (Atlas dan tengkorak , Luncur di tulang belakang
Sinarthrosis : Hubungan antar tulang tak bisa digerakkan : Sinfibrosis : cranium kepala sambungan tulang pipih membentuk SUTURA , Sinchondrosis : Rusuk
Antagonis Otot : Otot Bisep berkontraksi membuat siku bengkok Fleksi , dan Trisep berkontraksi siku Lurus ( Ekstensi ) , otot antagonis lain , Supinasi (menengadah) dan Pronasi (menelungkup) . Abduksi dan Adduksi ( dekat ) , Elevasi dan Depresi ( turun )
Penyakitnya : bisa kesalahan tulang belakang ; skoliosis, kifosis dan Lordosis (melihat Lord (tuhan) , bisa fraktura , fisura

4. System Transportasi
Penyumbatan Arteri disebut Sclerosis Ateroskleroasis: lemak ( fat), Arteriosclerosis kapur /calsium
Pelebaran Vena : Varises jika di betis, Hemoroid/ wasir jika di Anus Penyumbatan
kapiler jantung disebut : Trombus : padat , Embolus udara
Peredaran besar : jantung – tubuh – jantung ( bilik kiri – aorta – tubuh – vena kava – serambi kanan)
Peredaran kecil : jantung – paru paru – jantung ( bilik kanan – arteri pulmonalis – paru – vena pulmonalis – serambi kiri )
Vena : masuk jantung , lemah tekanan , dipermukaan ,dinding tipis kaku , kecuali vena pulmonalis semua vena penuh CO2)
SEL DARAH
Erytrocyt (tak berinti ,5 juta/cc, Hb ) : anemia jika kurang
Leucocyt ( LyMBEN) ; membunuh kuman dan antibody . 6-9 ribu /cc berinti , ada kemampuan diapedesis (menembus pembuluh darah –nanah) leukemia (lebih) Leukopenia ( kurang )
Trombosit (keeping darah ) kecil tak berbentuk : pembekuan 200- 300 ribu / cc kurang demam berdarah
Pembekuan darah : Trobocyt-trombokinase-protrombin–trombin-fibrinogen – benang fibrin
5 System Respirasi
Mekanisme
Respirasi dada : memakai OATR dan terjadi gerakan rusuk naik turun
Respirasi Perut : memakai Otot Diafragma dan perut dan terjadi gerakan Diafragma
Inspirasi Dada : OATR kontraksi Rusuk naik Rongga dada besar – Paru besar – inspirasi
Inspirasi Perut : otot diafragma berkonmtraksi , difragma lurus, Paru besar –udara masuk
Asfiksi : keadaan darah kurang oksigen : ini karena diudara banyak CO/CN , TBC, di Pegu nungan tinggi , tenggelam paru penuh air, semua membuat difusi oksigen terhenti
Fisik paru paru :
Alveolus : tipis ,penuh pembuluh darah, mudah terjadi difusi , epitel pipih selapis Trachea – Bronchus : cincin tulang rawan , otot polos , epitel bersilis Bronchiolus ; otot polos saja
Respirasi Hewan :
Cacing tanah : Difusi kulit di punggung (dorsal )
Laba laba : paru paru buku
Serangga : trakea ,
burung terbang : kantong hawa
Ikan waktu Ekspirasi di insang
6. System Pencernaan
Mulut : Ptialin : amilum – disakarida / glukosa ada kelenjar ludah parotis , bawah lidah
Lambung :
Enzim Pepsin Pencernaan protein jadi peptone
Enzim Renin mengubah caseinogen pada susu menjadi casein (protein susu )
HCl : disinfektan , membuka klep pylorus, menutup klep dua belas jari , mengubah pepsinogen jadi pepsin , menurunkan pH , mengaktifkan hormone sekretin dan koleosistokinin
Dua belas Jari
ada getah dari Pancreas ( TLA, Interokinase , NaHCO3 dan empedu
Terjadi penguraian peptone jadi asam amino – oleh Tripsin
Pengemulsian lemak oleh getah empedu kemudian oleh lipase pancreas (steapsin) lemak dijadikan asam lemak dan gliserol
Disacharida : MLS ( maltosa , Laktosa , Sukrosa) oleh amylase disakarase diurai
Pankreas : aktif karena hormone sekretin ,
Empedu aktif krn : Koleosistokinin , Dua hormone diatas keluar dirangsang oleh HCl dari Lambung
Usus halus
Erepsin menguraikan Protein menjadi asam amino , dan terjadi penyerapan
Usus besar hanya terjadi penyerapan air dan pembusukan oleh Bakteri E coly
Makanan mengandung Glukosa di Test dengan Benedict : merah bata , Protein di Test dengan Biuret : Violet ( ungu) . Amilum / KH dengan Luhol : Biru tua
Gangguan Pencernaan
di lambung : Ulkus , Kolik , Gastritis
Usus Besar : konstipasi , usus buntu : apendisitis
kelenjar ludah : Gondong _( Parotitis)

7. System Ekskresi
Nefron ginjal : Filtrasi ( Glomerulus ), Reabsorbsi ( TCP) , Augmentasi ( TCD)
Filtrasi : buat urine primer /filtrate glomerulus : masih berguna ada glukosa tanpa asam amino
Reabsorpsi : Buat urine II /filtrate tubulus : urine tak ada lagi glukosa ada penambahan urea
Augmentasi : Buat urine benar dengan bantuan ADH dari hipofise posterior
Urin primer dibuat di glomerulus ada di TCP , Urine sekunder dibuat di TCP ada di TCD
Penambahan urea, pengurangan / penambahan air air di TCD (ingat ADH)
Diabetes Incipidus : kencing terus karena ADH dari hipofise berkurang
Albuminaria : Kencing mengandung ada protein
Uremia : ada kencing di darah
Nefritis : infeksi nefron
Anuria : gagal ginjal
Jalan urine dari Ginjal (Pelvis renalis) – Ureter – Kantong Kemih - Urethra
Ekskresi Hewan : Cacing tanah: Nefridium , Insekta : Buluh malphigi ( spt rambut / benang di ususnya) Laba laba : Coxae , Planaria (cacing pipih ) : Sel api , Udang : kelenjar hijau
8. System Reproduksi
Laki : Testes ( buat sperma dan Testosteron) – epididimis ( pematangan ) – vas deferens – kantung sperma ( vesica seminalis ) penampungan – uretra ( jalan terakhir baik sperma /urin
Wanita : Ovarium ( produksi ovum dan estrogen , progesterone ) – fimbrae – tuba falopii / oviduct ( terjadi fertilisasi ) – Uterus ( tempat bayi) karena ada endometrium disisi tepinya – servix ( leher rahim ) – vagina
Siklus menstruasi Manusia ( FELP ) ; FSH – Estrogen – LH – Progesteron
Hipofise kirim FSH ke ovarium membuat folikel besar ( FDG) FDG menghasilkan Estrogen Estrogen membuat endometrium uterus menebal dan mebuat FSH terhenti dan mamcu keluarnya LH , LH di ovarium membuat FDG matang dan pecah terjadi Ovulasi ovum ke oviduct FDG berubah jadi Korpus luteum ( Badan kuning ) yang menghasilkan Progesteron , Progesteron membuat endometrium kuat dan berpembuluh darah , Semakin lama waktu Korpus luteum berubah jadi korpus albicans ( badan putih ) , telur tak dibuahi , progesterone didarah sedikit luruh endometriumnya terjadilah kisah Menstruasi
FDG – Korpus Luteum – Korpus Albicans

9. System Koordinasi
Gerak Refleks : Reseptor - Sensorik – Tlg Belakang – Motorik – Effektor (otot )
Pedoman : sampai di sumsum tulang belakang selalu neuron lewat akar dorsal (atas ) baru bawah
Jadi neuron sensorik dari reseptor ada di atas – motorik di bawah ke effektor (berupa otot
Jika Gerak sadar ke OTAK dari sumsum tulang belakang
Bagian neuron : Dendrit : penerima rangsang ( benang pendek ) kebadan sel
Neurit /Akson : penerus rangsang dari badan sel ke neuron lain , pusat di akson ada myelin (pembungkus ) nodus Ranvier (melancarkan jalan syaraf), Schwann ; memberi makan , ujung aksomn yang berhubungan dengan sinapsis
Otak dibungkus Meninges tersusun 3 lapisan : Durameter –Arachnoid – Piameter (DAP)

10. Sistem Indra

Mata ( Fotoreseptor – Retina )
Sclera ( lapisan luar bola mata ), Coroid (lapisan tengah ada pembuluh darah ) , Retina ( lapisan dalam peka cahaya) , Cornea ( meneruskan cahaya ke lensa , Iris (pigmen mata), pupil ( pintu masuk cahaya ke lensa , Lensa (Fokus cahaya)
Di retina ada bagian peka cahaya terang berupa
Sel Conus mengandung Iodopsin yang tersusun atas Opsin dan retinin) dan Sel Basilus (special gelap mengandung Rodopsin terdiri Opsin & Vitamin A)
Myopi ( cahaya jatuh didepan retina ) dibantu lensa cekung ( negative )
Hipermetropi ( cahaya jatuh dibelakang retina ) dibantu lensa Cembung ( + )
Presbyopi ( mata tua) cahaya jatuh dibelakang retinaAstigmat ( silindris ) lensa mata tidak rata
Hemeralopia (Rabun senja ) , Xeropthalmia ( Kornea kering ), Keratomalasi semua akibat kekrungan Vitamin A

2. Telinga ( Phono reseptor – Organ korti )

Ada daun Telinga -saluran telinga luar – gendang telinga (membrane thimpani) – tulang pendengaran di area tengah : MLS ( martil ,landasan , sanggurdi ) – tingkap oval – saluran limped an berakhir ke koklea yang penuh Organ korti yang ditepel syaraf no 8 Auditory
diatas Coclea ada Saluran setengah lingkaran ( sakulus- utrikulus - semisirkularis ) berupa alat keseimbangan yang ditempeli syaraf dibawa ke otak kecil

3 Kulit ( Tangoreseptor )

Selain alat ekskresi juga alat Indra perasa ( P-T , K – D , R – P , M – PRS )
Pacini – Tekanan , Krause – Dingin , Rufini – Panas , Meisner – Perabaan dan Sentuhan , Sebagai alat ekskresi karena terdapat kelenjar keringat ( Glandula Subrudorifera) yang pembuluhnya memutar mutar mengatur suhu tubuh .
Kulit terdapat 2 lapisan yaitu Epidermis dan Dermis
Epidermis ( KLGG) mempunyai 4 lapisan yaitu Korneum ( proteksi/ zat tanduk) Lusidum (bening pemisah) , Granulosum ( Pigmen kulit ) Germinativum ( Regenerasi kulit)
Dermis terdapat kelenjar keringat , minyak , pembuluh darah , ujung syaraf , lemak , rambut


KLAS XII ( 20 soal )

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
Pertumbuhan adalah pertambahan jumlah , ukuran dan volume sel yang irreversible.menekankan pada kwantitas , sedang perkembangan proses mencapai kematangan / kedewasaan individu yang tidak bicara kwantitas tetapikwalitas sel.
Untuk membicarakan hal itu bisa dilihat pada perkecambahan(pertumbuhan) yang diakhiri dengan pertumbuhan tanaman menjadi dewasa yang berbunga yang mampu menghasilkan buah dengan biji yang membentuk individu.
Perkecambahan diawali dulu dengan biji Dormancy ( berhenti aktivitas) sehingga mengering ini membuat tekanan osmotic biji tinggi , setelah kering dengan kondisi lingkungan yang berair maka terjadilah imbibisi – air yang masuk kedalam biji membuat Giberelin aktif – dan menggiatkan Enzim amylase menjadi aktif – amylase menghidrolisis amilum pada cadangan makanan biji segera amilum dirubah jadi glukosa – adanya glukosa menjadi embryo /calon individu mendapatkan makanan sehingga tumbuh dan memecahkan kulit biji yang udah lunak karena terendam air . jika perkecambahan itu di tempat gelap maka akan cepat karena Auksin aktif tanpa cahaya memacu daerah apical tumbuh cepat
(Etiolasi ) namun jika tanpa cahaya terus akan mati seiring dengan habisnya makanan di cadangan makan karena tidak segera digantikan dengan makanan dari hasil fotosintesis , jika ada sinar matahari tumbuh aktiflah dia ( Begitu kisah perkecambahan )

Hormon penting pertumbuhan yaitu
Etilin : pemasakan buah , buah tua akan mengeluarkan gas membuat kulit masak
Kalin : pembentukan Organ Batang, Bunga, Daun, Akar, (Kaulo,Antho, Filo,Rhizokalin)
Traumalin : Penyembuhan luka ( trauma) dari goresan sehingga kalus terbentuk kembali .
Absisin : menguranngi aktifitas besar (bertahan hidup) karena diluar kondisi kurang baik
Auksin ( IAA) pertumbuhan apical keatas / bengkok
Giberelin : pertumbuhan raksasa , buah partenocarpi ( tanpa biji)
Sitokinin : pembelahan sel

ENZIM

Sifat enzim
Fisik : Berupa getah eksokrin , mengandung protein , biokatalisator
Kerja : Specific , keylock , berulang ulang , bolak balik , menurunkan enrgi pengaktifan
Pengaruh : Dipengaruhi suhu , pH , kadar substrat , inhibitor , jumlah produk , jumlah enzim
Pasa percobaan kerja enzim katalase ( dengan menggunakan hati )
substrat : H2O2
produk O2 dan H2O
Test PH dengan HCL ( asam) dan NaOH ( basa)
Test Suhu dengan Es dan dipanaskan
Konklusi : Enzim ini bekerja baik di pH netral dan suhu 37 derajat
RESPIRASI SEL ( KATABOLISME) : Fotodintesis

REAKSI TERANG
energi sinar matahari
Tilakoid / Grana Pada Khloroplast
H2O (Tanah Xilem Akar) Foton – klorofil ( Fotosistem 1 &2)- eksitasi electron – fotolisis air menjadi H + dan O2H+ diikiat NADP NADPH2
Produk ATP dan NADPH 2 dan Oksigen (O2 ) dibuang dari Produk fotolisis

REAKSI GELAP
Calvin Benson ( energi dari NADPH- ATP ) hasil akhir Reaksi Terang
Stroma
Pada Khloroplast CO2 (Udara - Stomata )
Proses
Fiksasi RuBP mengikat CO2 menjadi PGA
Reduksi : PGA berikatan dengan H+ dari NADPH membentuk PGAL
Regenerasi :
PGAL – Glukosa ( Glukosa membentuk Amilum )
PGAL sebagian membentuk RuBP

RESPIRASI

Glikolisis : Sitoplasma ( Anaerob) Bahan : Glukosa (C=6)m Produk : 2 Asam Piruvat ( C= 3) . 2 NADH , 2ATP
Dekarboksilasi Oksidatif terjadi di Membrane luar mitokondria Bahan Asam Piruvat Produk : ( C=3) 2 asetil Co A ( C= 2 ) , 2 NADH , 2 CO2
Siklus Krebs terjadi di Matriks mitokondria Bahan : Asetil CoA ( C = 2 ) Produk 4 CO2 , 6NADH, 2FADH. 2 ATP
Sistem Transport elektron : Terjadi di Membran dalam mitokondria dengan bantuan enzim Sitokrom Produk Oksigen ( O2), 34 ATP, 6 H2O
Percobaan Fotosinresis
Sachs : untuk mengetahui amilum dan fotosintesis perlu cahaya , pakai daun dibungkus kertas alumunium , dan alcohol yang digunakan melarutkan klorofil test dengan Lugol positif warna biru tua untuk daun yang tidak dibungkus , dibungkus pucat
Ingenhous : pakai hidrilla . Oksigen keluar dalam fotosintesis dengan tanda ada gelembung
Engelmann : dengan spirogira mengetahui cahaya yang cocok panjang gelombangnya dan bakteri aerob
Fermentasi ( Respirasi An Aerob )
ASam Laktat : Suasana An aerob , Bahan Glukosa , Produk Asam Laktat dan 2 ATP , Penerima ion H + nya Asam Piruvat menjadi asam laktat , Membuat pegal pegal ,. Terjadi di otot ketika kurang oksigen
2, Alkohol ( C2H5OH) : Suasana Anaerob , Bahan Glukosa , Produk Alkohol , 2 ATP , 2 CO2 , tidak menghasilkan air , Penerima iob H+ Asetal dehide menjadi Alkohol , terjadi pada mikroorganime ( Sacharomyces ) .
Fermentasi Asam Cuka ( CH3COOH ) : Suasana Aerob , bahan Alkohol , Produk Asam Cuka , H2O , penerima H+ adalah Oksigen sehingga terbentuk Air , terjadi di mikroorganisme ( Acetobacter aceti).
Kemosintesis :
Membuat bahan kompleks ( Organik ) dari sederhana (an Organic) dengan nergi dari hasil Reaksi kimia
Nitrifikasi ( pembentukan nitrat (NO3) dari amoniak (NH3) / Amonium NH4OH) dengan bantuan Bakteri NS, NC dan NB
Sulfurikasi : ( Pembentukan Glukosa ) dari H2S dilakukan oleh Thiobacillus sulfurikans
Pembongkaran Nitrat menjadi NH3 /N2 bebas ke udara lagi disebut Denitrifikasi oleh Thiobacillus denitrifikans

SUBSTANSI GENETIKA

DNA
terdiri dari dua pita yang saling terpilin (Double Stranded DNA = DS-DNA)  dikenal dengan istilah “DOUBLE HELIX” yang modelnya pertama kali dibuat oleh JAMES D. WATSON (Amerika Serikat) danFRANCIS CRICK (Inggris) tahun 1953, diperbaiki modelnya olehWILKINS.
Jika DNA melakukan TRANSKRIPSI bentuknya adalah SINGLE STRANDED (SS-DNA). DNA tersusun dari banyak sekali NUKLEOTIDA.


NUKLEOTIDA TERDIRI DARI

- Satu molekul gula (dalam hal ini adalah “deoksiribosa” atau “ribosa”).
- Satu molekul fosfat.
- Satu molekul basa nitrogen (basa nitrogen terdiri dari dua jenis yaitu)
a. PURIN : ADENIN dan GUANIN.
b. PIRIMIDIN : TIMIN, SITOSIN dan URASIL.
- Satu molekul gula dan satu molekul basa disebut “NUKLEOSIDA”

URUTAN SINTESIS PROTEIN
1. TRANSKRIPSI

ss-ADN membentuk ss-RNA yaitu RNA-duta yang membawa informasi genetic untuk sintesa protein.

2. FASE INISIASI

RNA-duta sampai di ribosom dan RNA-r mengkode asam amino sesuai dengan informasi genetik yang dibawa RNA-d. RNA-t membawa asam amino yang sesuai ke ribosom.

3. FASE TRANSLASI

RNA-d sebagai “cetakan” mulai bekerja menterjemahkan kode triplet (kodon) yang sesuaidengan antikodon pada RNA-t.

4. FASE ELONGASI

RNA-d menggabungkan asam amino – asam amino yang sesuai menjadi protein.

5. FASE TERMINASI

Kodon yang berisi “NONSENSE CODE” akan bertindak sebagai terminator (penghentian proses).

Kadang-kadang terjadi kesalahan dalam membaca kodon sehingga salah menterjemah asam amino ~ protein yang dihasilkan salah ~ menimbulkan kelainan.

Misalnya ANEMIA karena hemoglobin mengandung asam amino VALIN atau LISIN, seharusnya hemoglobin yang normal mengandung ASAM GLUTAMAT. Kode genetika dipelajari oleh NIRENBERG dan KHORANA.


REPRODUKSI SEL

Pembelahan MIOSIS pada Spermatogenesis ( pembentukan Sperma berurutan
Spermatogonium / induk sel sperma (2n) tumbuh jagi – Spermatocyt I ( 2n ) membelah miosis jadi dua Spermatocyt II (n) pada miosis I – membelah mitosis jadi Spermatid ( n ) pada Miosis II – tumbuh ekor disebut Sperma(n)
Pada Spermatogenesis : 4 sperma semua fungsional ,
pada Oogenesis ; hanya 1 hidup , 3 polosit /badan kutub 9polar) mati karena tanpa inti

Pedoman 1. Fasenya : Metafase : di equator ; Anafase, di kutub : Telofase: Terbentuk sekat pembelahan ( Urutannya IPMAT) interfase bukan repr sel . Interfase ada fase G1 – S – G2
2. Perbanyakan DNA ( Replikasi DNA ) di interfase : fase Sintesa
3. Profase Miosis I ada lima fase ( LeZiPaDiDi) : Leptoten . kromosom tebal , Zygoten : Sinapsii ( searching) , Pakhiten Mengganda ( 4 n) , Diploten : Crossing Over / pindah silang , Diakinesis : membrane inti dan anak inti hilang, sentrosom jadi 2 sentriol kekutub.
PEMBEDA MITOSIS MIOSIS ( Reduksi)
Terjadi Sel tubuh ( somatic )/ meristem Kelenjar kelamin
( Testes , Ovarium)
Tujuan Pertumbuhan Membentuk sel kelamin ( haploid)
Sifat sel anakan Sama dengan induk (2n menjadi 2n juga) Berbeda dg induk ( 2n- n)
Jumlah sel anakan 2 ( mitosis hanya sekali membelah ) 4 ( pembelahan terjadi 2 X
Fase Interfase Ada interfase diantara pembelahannya Tak ada Interfase


Secara garis besar ciri dari setiap tahap pembelahan pada mitosis adalah sebagai berikut:

1. Profase :
Pada tahap ini yang terpenting adalah benang-benang kromatin menebal menjadi kromosom dan kromosom mulai berduplikasi menjadi kromatid.

2. Metafase:
Pada tahap ini kromosom/kromatid berjejer teratur dibidang pembelahan (bidang equator) sehingga pada tahap inilah kromosom /kromatid mudah diamati dan dipelajari.

3. Anafase:
Pada fase ini kromatid akan tertarik oleh benang gelendong menuju ke kutub-kutub pembelahan sel.

4. Telofase:
Pada tahap ini terjadi peristiwa KARIOKINESIS (pembagian inti menjadi dua bagian) dan SITOKINESIS (pembagian sitoplasma menjadi dua bagian).

Meiosis (Pembelahan Reduksi) adalah reproduksi sel melalui tahap-tahap pembelahan seperti pada mitosis, tetapi dalam prosesnya terjadi pengurangan (reduksi) jumlah kromosom.

Meiosis terbagi menjadi due tahap besar yaitu Meiosis I dan Meiosis IIBaik meiosis I maupun meiosis II terbagi lagi menjadi tahap-tahap seperti pada mitosis. Secara lengkap pembagian tahap pada pembelahan reduksi adalah sebagai berikut :

Berbeda dengan pembelahan mitosis, pada pembelahan meiosis antara telofase I dengan profase II tidak terdapat fase istirahat (interface). Setelah selesai telofase II dan akan dilanjutkan ke profase I barulah terdapat fase istirahat atau interface.

Pada hewan dikenal adanya peristiwa meiosis dalam pembentukan gamet, yaitu Oogenesis dan Spermatogenesis. Sedangkan pada tumbahan dikenal Makrosporogenesis (Megasporogenesis) dan Mikrosporogenesis.

Sel merupakan unit kehidupan yang terkecil, oleh karena itu sel dapat menjalankan aktivitas hidup, di antaranya metabolisme.

Fase pada siklus sel
Fasa S (sintesis): Tahap terjadinya replikasi DNA
Fasa M (mitosis): Tahap terjadinya pembelahan sel (baik pembelahan biner atau pembentukan tunas)
Fasa G (gap): Tahap pertumbuhan bagi sel.
Fasa G0, sel yang baru saja mengalami pembelahan berada dalam keadaan diam atau sel tidak melakukan pertumbuhan maupun perkembangan. Kondisi ini sangat bergantung pada sinyal atau rangsangan baik dari luar atau dalam sel. Umum terjadi dan beberapa tidak melanjutkan pertumbuhan (dorman) dan mati.
Fasa G1, sel eukariot mendapatkan sinyal untuk tumbuh, antara sitokinesis dan sintesis.
Fasa G2, pertumbuhan sel eukariot antara sintesis dan mitosis.

Fasa tersebut berlangsung dengan urutan S > G2 > M > G0 > G1 > kembali ke S. Dalam konteks Mitosis, fase G dan S disebut sebagai Interfase.


Diferensiasi sel

Regenerasi sel adalah proses pertumbuhan dan perkembangan sel yang bertujuan untuk mengisi ruang tertentu pada jaringan atau memperbaiki bagian yang rusak.

Diferensiasi sel adalah proses pematangan suatu sel menjadi sel yang spesifik dan fungsional, terletak pada posisi tertentu di dalam jaringan, dan mendukung fisiologis hewan. Misalnya, sebuah stem cell mampu berdiferensiasi menjadi sel kulit.

Saat sebuah sel tunggal, yaitu sel yang telah dibuahi, mengalami pembelahan berulang kali dan menghasilkan pola akhir dengan keakuratan dan kompleksitas yang spektakuler, sel itu telah mengalami regenerasi dan diferensiasi.

Regenerasi dan diferensiasi sel hewan ditentukan oleh genom. Genom yang identik terdapat pada setiap sel, namun mengekspresikan set gen yang berbeda, bergantung pada jumlah gen yang diekspresikan. Misalnya, pada sel retina mata, tentu gen penyandi karakteristik penangkap cahaya terdapat dalam jumlah yang jauh lebih banyak daripada ekspresi gen indera lainnya.


Morfogenesis

Pengekspresian gen itu sendiri mempengaruhi jumlah sel, jenis sel, interaksi sel, bahkan lokasi sel. Oleh karena itu, sel hewan memiliki 4 proses esensial pengkonstruksian embrio yang diatur oleh ekspresi gen, sebagai berikut:

Proliferasi sel : menghasilkan banyak sel dari satu sel

 Spesialisasi sel : menciptakan sel dengan karakteristik berbeda pada posisi yang berbeda

 Interaksi sel : mengkoordinasi perilaku sebuah sel dengan sel tetangganya

 Pergerakan sel : menyusun sel untuk membentuk struktur jaringan dan organ

Pada embrio yang berkembang, keempat proses ini berlangsung bersamaan. Tidak ada badan pengatur khusus untuk proses ini. Setiap sel dari jutaan sel embrio harus membuat keputusannya masing-masing, menurut jumlah kopi instruksi genetik dan kondisi khusus masing-masing sel.

Sel tubuh, seperti otot, saraf, dsb. tetap mempertahankan karakteristik karena masih mengingat sinyal yang diberikan oleh nenek moyangnya saat awal perkembangan embrio.

Apoptosis merupakan bagian dari perkembangan sel, sel tidak dapat mati begitu saja tanpa suatu mekanisme yang tertanam di dalam sel, yang dapat diaktivasi oleh sinyal internal maupun eksternal.


GENETIKA
GALUR MURNI adalah vanetas yang terdiri dari genotip yang homozigot. Simbol “F” (= Filium) menyatakan turunan, sedang simbol “P” (=Parentum) menyatakan induk.
HIBRIDA (BASTAR) adalah keturunan dari penyerbukan silang dengan sifat-sifat beda ——> jika satu sifat beda disebut MONOHIBRIDA, jika 2 sifat beda disebut DIHIBRIDA dst.
DOMINAN adalah sifat-sifat yang tampak pada keturunan. RESESIF adalah sifat-sifat yang tidak muncul pada keturunan.
Tiap sifat organisma hidup dikendalikan oleh sepasang ”faktor keturunan”. Pada waktu itu mendel belum menggunakan istilah”gen”.
Tiap pasangan faktor keturunan menunjukkan bentuk alternatif sesamanya, kedua bentuk alternatif disebut pasangan ALELA.
Satu dari pasangam alela itu dominan dan menutup alela yang resesif bila keduanya ada bersama-sama.
Pada pembentukan “gamet” alela akan memisah, setiap gamet menerima satu faktor alela tersebut yang dikenal sebagai HUKUM PEMISAHAN MENDEL atau PRINSIP SEGREGASI SECARA BEBAS.
INDIVIDU MURNI mempunyai dua alela yang sama (homozigot), alel dominan diberi simbol huruf besar sedang alel resesif huruf keciL
GENOTIP adalah komposisi faktor keturunan (tidak tampak secara fisik).
FENOTIP adalah sifat yang tampak pada keturunan.
Pada hibrida atau polihibrida berlaku PRINSIP BERPASANGAN SECARA BEBAS.

BACK CROSS ——> perkawinan antara F2 dengan salah satu indukaya.
TEST CROSS ———> perkawinan antara F2 dengan induk atau individu yang homozigot resesif

PENYIMPANGAN SEMU HUKUM MENDEL
SebenRNAya masih mengikuti hukum Mendel ———> alel berinteraksi.

POLIMERI
adalah pembastaran heterozigot dengan banyak sifat beda yang berdiri sendiri-sendiri tetapi mempengaruhi bagian yang same dari suatu organisme. Pada F2 = F1 xF1 = 15 : 1

KRIPTOMERI
adalah pembastaran heterozigot dengan adanya sifat yang “tersembunyi” (Kriptos) yang dipengaruhi oleh suatu keadaan, pada bunga Linaria maroccana adalah pH air sel !!

Pada F2 = F1 xF1 = 9 : 3 : 4

EPISTASIS
adalah faktor pembawa sifat yang menutup pemunculan sifat yang lain sekalipun sifat tersebut dominan

HIPOSTASIS
adalah faktor yang tertutupi oleh faktor lain.

EPISTASIS - HIPOSTASIS Pada F2 = F1 xF1 = 12 : 3 : 1

 ATAVlSME
adalah sifat yang hipostasis pada suatu keturunan yang pada suatu seat muncul kembali (reappearence). ada F2 = F1 xF1 = 9 : 3 : 3 : 1

KROMOSOM
adalah struktur benang dalam inti sel yang bertanggung jawab dalam hal sifat keturunan (hereditas). Kromosom adalah KHAS bagi makhluk hidup.

GEN adalah “substansi hereditas” yang terletak di dalam kromosom.

Gen bersifat antara lain :
- Sebagai materi tersendiri yang terdapat dalam kromosom.
- Mengandung informasi genetika.
- Dapat menduplikasikan diri pada peristiwa pembelahan sel.

Sepasang kromosom adalah “HOMOLOG” sesamanya, artinya mengandung lokus gen-gen yang bersesuaian yang disebut ALELA.

LOKUS adalah lokasi yang diperuntukkan untuk tempat gen dalam kromosom.
ALEL GANDA (MULTIPLE ALLELES) adalah adanya lebih dari satu alel pada lokus yang sama.

Dikenal dua macam kromosom yaitu:

1. Kromosom badan (Autosom).
2. Kromosom kelamin / kromosom seks (Gonosom).

THOMAS HUNT MORGAN
adalah ahli genetika dari Amerika Serikat yang menemukan bahwa faktor-faktor keturunan (gen) tersimpan dalam lokus yang khas dalam kromosom.

Percobaan untuk hal ini dilakukan pada lalat buah (Drosophila melanogaster) dengan alasan sebagai berikut:

- Cepat berkembang biak,
- Mudah diperoleh dan dipelihara,
- Cepat menjadi dewasa (umur 10 – 14 hari sudah de~wasa),
- Lalat betina bertelur banyak,
- Hanya memiliki 4 pasang kromosom, sehingga mudah diteliti.

POLA-POLA HEREDITAS

Orang yang mula-mula mendalami hal pola-pola hereditas adalah W.S. SUTTON dari Amerika Serikat. Menurut Sutton bila ada gen-gen yang mengendalikan dua sifat beda bertempat pada kromosom yang sama, gen-gen itu tak dapat memisalkan diri secara bebas lebih-lebih bila gen-gen itu berdekatan lokusnya, maka akan berkecenderungan untuk selalu memisah bersama-sama. Peristiwa ini disebut LINKAGE (PAUTAN).

Ada kalanya kromosom yang memisah tidak membawa seluruh gen yang dimiliki tetapi hanya sebagian saja yang terbawa sedangkan sisanya dipenuhi oleh kromosom pasangannya. Peristiwa ini disebut CROSSING-OVER(PINDAH SILANG). Kejadian ini diteliti oleh Morgan.

Determinasi seks adalah penentuan jenis kelamin suatu organisme yang ditentukan oleh kromosom seks (GONOSOM). Untuk lalat buah dikenal 1 pasang kromosom seks yaitu kromosom X dan kromosom Y.

Individu jantan terjadi jika terdapat komposisi kromosom seks XY sedang betina jika komposisinya XX. Hal ini sebaliknya terjadi pada BURUNG yaitu jantan adalah XX sedangkan betinanya XY.

PAUTAN SEKS adalah suatu sifat yang diturunkan yang tergabung dalam gonosom.
Sebagai contoh :
adalah lalat buah betina mata merah (dominan) dikawinkan dengan lalat buah jantan mata putih (resesif) ——> F1 semua bermata merah. Tetapi pada F2 semua yang bermata putih adalah jantan. Hal ini menunjukan bahwa sifat “bermata putih” merupakan sifat yang terpaut pada kromosom Y.

Seks linkage dipelejari oleh THOMAS HUNT MORGAN.

NONDISJUNCTION adalah peristiwa gagal berpisah dari kromosom seks pada waktu pembelahan sel ——> diteliti pertama kali oleh CALVIN B. BRIDGES.

GEN LETAL adalah gen yang menyebabkan kematian individu (in vivo) jika alel gen tersebut berada dalam kedudukan “homozigot”.

EVOLUSI

Urutan Kuda : Eohippus – Mesohippus – Merryhippus – Pliohippus – Eohippus ( SoRy )

Eohippus Messohippus Merryhippus Pliohippus Equus
56 juta yang lalu 36 juta yg ll 25 juta yg ll 12 juta 2 juta – sekarang
Jari 5 3 3 2 1
Ukuran Kucing 0,8 m 1m 1,2 M 1,6 M
Zaman Eosin Oligosin Miosin Pliosen Plistosin

Evolusi Darwin : seleksi alam ( jerapah 2 jenis panjang dan pendek , pendek terseleksi mati )
Lamarck : Adaptasi ( Use and dis Use ) organ digunakan terus akan berkembang dan diwariskan
George Cuvier : Zaman diakhiri kehancuran (kataklisme): antar zaman tidak berhubungan
Kupu Biston betularia sayap putih > sayap gelap sebelum industri , sebaliknya setelah revolusi industri putih lebih sedikit karena terseleksi oleh predator burung karena lingkungan terpolusi
Bukti evolusi : Fosil , Homologi , Perbandingan embryo vertebrata (ontogeni), organ Rudimenter , Varisai , dan isolasi geografi
Homologi ; Pedomannya Asal sama , setelah itu fungsinya nya beda
Terjadi pada Tungkai depan / Anggota gerak depan ( hewan Vertebrata ) yaitu Tangan manusia , Kaki depan kuda, Sirip depan paus , Sayap burung . tungkai depan itu dulunya sama tersusun atas tulang lengan , pengumpil pergelangan , jari namun karena fungsinya di mahkluk hidup menjadi berbeda
Tangan memgang , kaki depan untuk jalan , sirip dada untuk renang , sayap untuk terbang
Analogi : tidak memasalahkan asalnya namun fungsinya harus sama , Sayap burung dari bahan tulang , kupu dari kulit namun bisa untuk terbang
Ontogeni : perkembangan pada mahkluk hidup dari embryo – lahir – mati
Phillogeni : perkembangan pada mahkluk hidup dari sederhana sampai sempurna
Organ rudimenter : Kelenjar susu laki laki , usus buntu , rambut dada laki , gigi taring , otot penggerak telinga , tulang ekor

MUTASI

Mutasi gen ( mutasi kecil / Point Mutation ) Perubahan terjadi pada Nukleotida / DNAyang ada di dalam gen meliputi :
- Insersi ( basa nitrogen menyisip ) kerangka bergeser kebelakang , jadinya asam amino berubah
- Delesi ( basa nitrogen hilang ) kerangka bergeser kedepan jadinya asam amino berubah
- Substitusi ( terjadi pergantian basa nitrogen) meliputi
Transisi : pergantian A dengan G atau T dengan S
Transversi : Pergantian A ( purin) oleh T miliknya Pirimidin
Mutasi Kromosom : mutasi besar / Gross Mutation ) : Prinsipnya terjadi perubahan pada kromosom ( jumlahnya atau bagian yang ada didalam kromosom mis gen ) ada 3 :
1. Abrasi ( Kerusakan kromosom ) : perubahan gen : Delesi , Duplikasi , Translokasi , Inversi , katenasi ( lihat buku dan soal )
2. Aneusomi ) set kromosom normal ( 2n) hanya pada nomer tertentu hilang jadi atau tambah
Contoh : Sindrom Down ( 45 A XX/45AXY) ada penambahan kromosom di no :21
 Sindrom Turner ( 44AXO) kromosom no 23 hilang satu jenis wanita steril spt laki , Ovarium degenerasi
 Sindrom Klinofelter ( 44AXXY) kromosom no 23 tambah satu jenis laki steril spt wanita , testes degenerasi ( Testisculorum degeneration )
 Sindrom Jacobs : ( 44AXXY) kromosom no 23 tambah satu jenis laki
3, Aneuploidi : set khomosom memang sudah tigak normal lagi ( tidaj 2n) misal triploid, haploid ,polyploid ; ini yang sering dibiaakan untuk bibit unggul pada tanaman
Faktor yang menjadikan mutasi disebut Mutagen meliputi : factor Fisika : suhu , radiasi , factor kimia : cairan kimia ; nitrit , Cholchisin
Factor biologi : virus

Determinasi seks pada manusia juga ditentukan oleh kromosom X dan Y. Karena jumlah kromosom manusia adalah khas yeitu 46 buah (23 pasang) yang terdiri dari 22 pasang autosom dan 1 pasang gonosom, maka formula kromosom manusia adalah

 - Untuk laki-laki adalah 46, XY atau dapat ditulis juga 44 + XY.

- Untuk wanita adalah 46, XX atau dapat ditulis juga 44 + XX.

 Rasio untuk dapat memperoleh anak laki-laki atau anak perempuan adalah sama yaitu 50% atau (0,5).

Penyakit genetik yang disebabkan autosom pada manusia biasanya “bersifat resesif” artinya dalam keadaan homozigot resesif baru menampakkan penyakit misalnya :

 - Albinisma,

- Polidaktili,

- Gangguan mental,

- Diabetes mellitus,

- dsb.

Ada pula penyakit yang disebabkan karena mutasi autosom, misalnya:

- SINDROMA DOWN (MONGOLID SYNDROME = TRISOMI 21) ——> + autosom no.21

- SINDROMA PAATAU (TRISOMI 13) ——> + autosom no.13

- SINDROMA EDWARDS (TRISOMI18) ——> +autosom no.18

- SINDROMA “CRI-DU-CHAT” ——> delesi no. 5


Penyakit genetik yang disebatkan gonosom :

- Kelainan formula kromosom (disebabkan peristiwa non-disjunction).

misalnya: ,

a. SINDROMA TURNER (45,XO).

b. SINDROMA KLINEFELTER (47,XXY; 48,XXXY).

c. SINDROMA SUPERFEMALE/TRIPPLE-X atau TRISOMI X (47,XXX).

d. SUPERMALE (47,XYY).


- Karena pautan seks (Sex linkage)

a. TERPAUT KROMOSOM X (resesif) yaitu buta wRNAa (hijau dan merah) dan

Hemofilia ——> pada laki-laki bersifat “ALL OR NONE”.

b. TERPAUT KROMOSOM Y (resesif hanya pada laki-laki)

misalnya HAIRY-PINA (hipertrikosis).


EVOLUSI KIMIA
Harold Urey : Atmosfer purba mengandung gas H2O , H2 , NH3 ( Amoniak ) dan CH4 ( metana ) karena petir terbentuk senyawa yang merupakan cikal bakal organisme
Stanley miler dicoba dalam tabung ( lihat gambar di soal 2) : mencoba hipotesa urey zat dihasilkan asam amino
Oparin : terjadi evolusi dilaut setelah Gas H2O , H2 , NH3 ( Amoniak ) dan CH4 ( metana ) menjadi asam amino sederhana – protein ( makromolekul ) sop purba – koaservart – terbungkus membrane – mh prokaryotic dst
Abiogenesis : Aristoteles , dan Antroni leuwenhoek ( rendaman jerami penuh paramaecium)
Biogenesis : Redi ( daging dengan belatungnya ) Spalanzani ( kaldu keruh dengan spora bakteri dari udaranya ) Louis Pasteur ( tabung leher angsa ) dengan bisa meyakinkan pengikut abiogenesis dengan teori Omne Vivum ex Ovo , Omne ovum ex Vivo dan Omne vivum ex vivo
Genetika
1. Gamet dicari dengan rumus 2n dimana n ; yang heterozygote Contoh AaBbCC : 4 ( 2 2 )
2. Jika disuruh mencari NPS ( nilai pindah silang) : Cari yang aneh ( dua yang sedikit per total x100%)
3. Jika Terjadi perkawinan Heterozygot dengan Heterozygot
- Mendel normal ( 9 : 3 : 3 : 1 ) ( 9 yang 2 gede , 3 gedenya 1 , 3 gedenya 1 , 1 ( tak punya gede)
- Epistasis : 12 : 3 : 1 ( 12 ungu menang mengalahkan , 3 yang dikalahkan 9hipostasis) 1 putih
4 Jika ada pertanyaan lethal : jawabnya langsung yang lethal 25 % contoh genotif ThTh : thalesemia mayor : lethal , Siclemia ( ss ; lethal )
5.Yang Linkage di X sehingga menulisnya harus dengan huruf X dulu pada wanita dan prianya adalah
Hemopili , buta warna , warna mata lalat , ex : wanita buta warna : XcbXcb , Pria : XcbY
6. Jika tidak linkage langsung hurufnya mis Albino ( aa ) , Thalesimia ( Thth) Siclemia ( Ss) dll Jadi tidak perlu ditulis dengan menggunakan XX atau XY
7. Pada Golongan darah ada Rh Positif ( RhRh/Rhrh) Asia dan Rhesus negative : rh rh (Eropa)
8. Ibu untuk menurunkan anak yang Erythroblastosis fetalis harus Rhesus negative , kawin denga pria Rh + , maka anak I selamat , anak kedua mati (Erythroblastosis fetalis
9. ayam Walnut ( R-P-) Rose ( R-pp) Pea ( rrP-) single /nilah (rrrpp)
10 Bunga Ungu ( A-B- ) amtosianin dalam keadaan basa , Merah ( A-bb) punya antosiani namun asam , putih tanpa antosiani ( aaB- / aabb)

Hardy Weinberg
Syarat : Populasi besar , perkawinan acak , Viabilitas dan fertilitas sama , tidak ada migrasi , seleksi ,
Rumus p + q = 1 --- ( P+Q )2
Pedoman Cari yang tidak berteman di akarin ketemu Q , masukkan persamaan awal
P +Q = 1
Selalu nilai yang diketahui harus diperkan seluruhnya kec dalam persen . misal 30 dari 10000 pend albino berarti Q2 = 30 /10000 . OK
Cari heterozygote 2 pq . masukin hasil

Bioteknologi
Teknik hibridoma dua sel disatukan ; Antibody monoclonal ( Sel kanker (Myolema) dan Lymposit )
Teknik Plasmid (ekombinan Gen) plasmid bakteri dambil dipotong Endonuklease Restriksi , Disambung dengan enzim Ligase ,
Kultur Jaringan : memproduksi keturunan yang SERAGAM , cepat dan banyak
Biometalurgi : thiobacillus ferooksidan , Bioinsektisida ( Bacillus Thuringiensis ) Pupuk ( Rhizobium) ,
Rhizopus : tempe
Sacharomyces : minuman alkohol , roti, tape
Lactobacillus bulgaricus : Yogurt
Aspergillus wentii : kecap
Acetobacter xilinum ( Axe) : nata de coco
Axetobacter aceti : asam cuka
Penicillium yang berakhiran ty : keju ( P camemberty , requoforty)
Penicillium yang berakhiran um : antibiotic pinisilin ( chrisogenum , notatum)
Propioni bacterium : keju chedar / keju keras
Streptococus thermophillus : mentega
Neurospora sitophylla : onxom
Eschericia coly : teknik plasmid buat insulin
Streptococus griceus : antibiotic streptomisin
Aspergillus niger : enzim pencernaa , asam sitrat
Bacillus subtilis : enzim amilase
Aspergillus oryzae : Tauco
Thiobacillus ferooksidan : pemisah logam
Bacillus thuringiensis : Bio insektisida