AGAMA ISLAM ADALAH AGAMA YANG HAQ (BENAR) YANG DIBAWA OLEH MUHAMMAD SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM
oleh Al-Qur'an & Hadist Today pada 15 Desember 2009 pukul 9:41
Dengan Islam, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengakhiri serta menyempurnakan agama-agama lain untuk para hambaNya. Dengan Islam pula, Allah Subhanahu wa Ta’ala menyempurnakan kenikmatanNya dan meridhai Islam sebagai agama. Agama Islam adalah agama yang benar dan satu-satunya agama yang diterima Allah, kepercayaan selain Islam tidak akan diterima Allah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
“Artinya : Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” [Ali ‘Imran: 85]
Allah Azza wa Jalla telah mewajibkan kepada seluruh manusia untuk memeluk agama Islam karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus untuk seluruh manusia, sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla :
“Artinya : Katakanlah: ‘Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi, tidak ada yang berhak disembah selain Dia, Yang menghidupkan dan Yang mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan RasulNya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada Kalimat-KalimatNya (Kitab-Kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk” [Al-A’raaf: 158]
Hal ini juga sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Artinya : Demi yang diri Muhammad ada di tangan Allah, tidaklah mendengar seorang dari ummat Yahudi dan Nasrani yang mendengar diutusnya Muhammad, kemudian dia mati dalam keadaan tidak beriman dengan apa yang diutus dengannya (Islam), niscaya dia termasuk penghuni Neraka.”[1]
Mengimani Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, artinya membenarkan dengan penuh penerimaan dan kepatuhan pada seluruh apa yang dibawanya bukan hanya membenarkan semata. Oleh karena itulah Abu Thalib (paman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam) termasuk kafir, yaitu orang yang tidak beriman kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam meskipun dia membenarkan apa yang dibawa oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan dia membenarkan pula bahwa Islam adalah agama yang terbaik.
Agama Islam mencakup seluruh kemaslahatan yang terkandung di dalam agama-agama terdahulu. Islam memiliki keistimewaan, yaitu cocok dan sesuai untuk setiap masa, tempat dan kondisi ummat.
“Artinya : Dan Kami turunkan kepadamu al-Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain...”[Al-Maa-idah: 48]
Islam dikatakan cocok dan sesuai di setiap masa, tempat dan kondisi ummat maksudnya adalah berpegang teguh kepada Islam tidak akan menghilangkan kemaslahatan ummat bahkan, dengan Islam ini ummat akan menjadi baik, sejahtera, aman dan sentausa. Tetapi harus diingat bahwa Islam tidak tunduk terhadap masa, tempat dan kondisi ummat sebagaimana yang dikehendaki oleh sebagian orang. Apabila ummat manusia menginginkan keselamatan di dunia dan di akhirat, maka mereka harus masuk Islam dan tunduk dalam melaksanakan syari’at Islam.
Agama Islam adalah agama yang benar, Allah menjanjikan kemenangan kepada orang yang berpegang teguh kepada agama ini dengan baik, namun dengan syarat mereka harus mentauhidkan Allah, menjauhkan segala perbuatan syirik, menuntut ilmu syar’i dan mengamalkan amal yang shalih.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
“Artinya : Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (al-Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyu-kainya.” [At-Taubah: 33]
“Artinya : Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhaiNya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan merubah (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahKu dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang yang fasik.” [An-Nuur: 55]
Islam adalah agama yang sempurna dalam ‘aqidah dan syari’at. Bentuk kesempurnaannya di antaranya adalah
[1]. Memerintahkan bertauhid dan melarang syirik.
[2]. Memerintahkan untuk berbuat jujur dan melarang bersikap bohong.
[3]. Memerintahkan untuk berbuat adil dan melarang bersikap zhalim.
[4]. Memerintahkan untuk bersikap amanah dan melarang ingkar janji.
[5]. Memerintahkan untuk menepati janji dan melarang bersikap khianat.
[6]. Memerintahkan untuk berbakti kepada ibu-bapak serta me-larang mendurhakainya.
Dan yang lainnya.
Secara umum Islam memerintahkan agar berakhlak yang mulia, bermoral baik dan melarang bermoral buruk. Islam juga memerintahkan setiap perbuatan baik, dan melarang perbuatan yang buruk
Allah Subahanahu wa Ta’ala berfirman.
“Artinya : Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” [ An-Nahl: 90]
Islam didirikan atas lima dasar, sebagaimana yang tersebut dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Umar Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
“Artinya : Islam dibangun atas lima hal, (yaitu); (1) bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah dengan benar melainkan hanya Allah, (2) dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, (3) menegakkan shalat, (4) membayar zakat, (5) berpuasa di bulan Ramadhan dan menunaikan haji ke Baitullah."[2]
Rukun Islam ini wajib diimani, diyakini dan wajib diamalkan oleh setiap muslim dan muslimah.
Pertama: Kesaksian tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah Azza wa Jalla dan Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba serta RasulNya merupakan keyakinan yang mantap, yang diekspresikan dengan lisan. Dengan kemantapannya itu, seakan-akan ia dapat menyaksikanNya.
Syahadah (kesaksian) merupakan satu rukun padahal yang disaksikan itu ada dua hal, ini dikarenakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah penyampai risalah dari Allah Azza wa Jalla. Jadi, kesaksian bahwa Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah hamba dan utusan Allah Azza wa Jalla merupakan kesempurnaan kesaksian Laa ilaha illa Allah, tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah.
Syahadatain (dua kesaksian) tersebut merupakan dasar sah dan diterimanya semua amal. Amal akan sah dan diterima bila dilakukan dengan keikhlasan hanya karena Allah Azza wa Jalla dan mutaba’ah (mengikuti) Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Ikhlas karena Allah Azza wa Jalla terealisasi pada Syahadat (kesaksian) laa ilaha illallah, tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah. Sedangkan mutaba’ah atau mengikuti Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam terealisasi pada kesaksian bahwa Muhammad adalah hamba serta Rasul-Nya.
Faedah terbesar dari dua kalimat syahadat tersebut adalah membebaskan hati dan jiwa dari penghambaan terhadap makhluk dengan beribadah hanya kepada Allah saja serta tidak mengikuti melainkan hanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Kedua: Mendirikan shalat artinya beribadah kepada Allah dengan mengerjakan shalat wajib lima waktu secara istiqamah serta sempurna, baik waktu maupun caranya. Shalat harus sesuai dengan contoh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
“Artinya : Shalatlah kalian sebagaimana engkau melihatku shalat.” [3]
Salah satu hikmah shalat adalah mendapat kelapangan dada, ketenangan hati, dan menjauhkan diri dari perbuatan keji dan mungkar.[4]
Ketiga: Mengeluarkan zakat artinya, beribadah hanya kepada Allah Azza wa Jalla dengan menyerahkan kadar yang wajib dari harta-harta yang harus dikeluarkan zakatnya.[5]
Salah satu hikmah mengeluarkan zakat adalah membersihkan harta, jiwa dan moral yang buruk, yaitu kekikiran serta dapat menutupi kebutuhan Islam dan ummat Islam, menolong orang fakir dan miskin.
Keempat: Puasa Ramadhan artinya, beribadah hanya kepada Allah dengan cara meninggalkan hal-hal yang dapat membatalkan di siang hari di bulan Ramadhan (puasa sebulan penuh).
Salah satu hikmahnya ialah melatih jiwa untuk meninggalkan hal-hal yang disukai karena mencari ridha Allah Azza wa Jalla.
Kelima: Naik Haji ke Baitullah (rumah Allah), artinya beribadah hanya kepada Allah dengan menuju ke al-Baitul Haram (Ka’bah di Makkah al-Mukarramah) untuk mengerjakan syiar atau manasik Haji.[6]
Salah satu hikmahnya adalah melatih jiwa untuk mengerahkan segala kemampuan harta dan jiwa agar tetap taat kepada Allah Azza wa Jalla. Oleh karena itu Haji merupakan salah satu macam jihad fi sabilillah.[7]
Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
[Disalin dari kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Oleh Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa, Po Box 264 Bogor 16001, Cetakan Pertama Jumadil Akhir 1425H/Agustus 2004M]
_________
Foote Note
[1]. HR. Muslim (I/134, no. 153), dari Shahabat Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu
[2]. Mutafaqun ‘alaihi. HR. Al-Bukhari dalam Kitabul Iman pada bab Qaulu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallm: (Èõäöíó ÇúáÅöÓúáÇóãõ Úóáóì ÎóãúÓò) no. 8, Muslim dalam Kitabul Iman bab Arkanul Islam no. 16, Ahmad (II/26, 93, 120, 143), at-Tirmidzi (no. 2609) dan an-Nasa-i (VIII/107)
[3]. HR. Al-Bukhari (no. 631), dari Shahabat Malik bin Khuwairits radhiyallahu 'anhu
[4]. Lihat QS. Al-Ankabut: 45.
[5]. Lihat QS. Al-Baqarah: 43.
[6]. Lihat QS. Ali ‘Imran: 96.
[7]. Diringkas dan ditambah dari kutaib Syarhu Ushuulil Iimaan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin (hal. 4-10)
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Januari 08, 2012
Kaum Terlaknat yang Sudah di Binasakan
Peninggalan Menakjubkan dari Kaum Terlaknat Yang Telah Dibinasakan
Tsamud adalah nama suatu suku yang oleh sementara ahli sejarah dimasukkan bagian dari bangsa Arab dan ada pula yang menggolongkan mereka ke dalam bangsa Yahudi.
Mereka bertempat tinggal di suatu dataran bernama " Alhijir " terletak antara Hijaz dan Syam yang dahulunya termasuk jajahan dan dikuasai suku Aad yang telah habis binasa disapu angin taufan yang di kirim oleh Allah sebagai pembalasan atas pembangkangan dan pengingkaran mereka terhadap dakwah dan risalah Nabi Hud A.S.
Kemakmuran dan kemewahan hidup serta kekayaan alam yang dahulu dimiliki dan dinikmati oleh kaum Aad telah diwarisi oleh kaum Tsamud. Tanah-tanah yang subur yang memberikan hasil berlimpah ruah, binatang-binatang perahan dan lemak yang berkembang biak, kebun-kebun bunga yag indah-indah, bangunan rumah-rumah yang didirikan di atas tanah yang datar dan dipahatnya dari gunung.Semuanya itu menjadikan mereka hidup tenteram, sejahtera dan bahagia, merasa aman dari segala gangguan alamiah dan merasa kemewahan hidup mereka akan kekal bagi mereka dan anak keturunan mereka.
Gunung-gunung batu tersebut dibentuk kaum Tsamud menjadi istana, rumah, dan kuburan para petinggi kaum. Pahatan ukiran dan ornamennya sangat halus, indah dan menakjubkan.
Wilayah kekuasaan kaum Tsamud membentang hingga ke wilayah Petra (Yordania). Bedanya, Petra sudah dijadikan komoditi parawisata inti Yordania selain Laut Mati.
Sedangkan Mada'en Shaleh masih menjadi perdebatan antara kepentingan dinas pariwisata Saudi yang mulai mengangkat Mada'en Shaleh sebagai komoditi pariwisata, dengan para ulama yang berpendapat bahwa tempat tersebut adalah situs peninggalan "kaum terlaknat". sehingga umat Islam diharamkan untuk menziarahinya.
Kisah Nabi Saleh Dalam Al-Quran
Kisah Nabi Saleh diceritakan oleh 72 ayat dalam 11 surah di antaranya surah Al-A'raaf, ayat 73 hingga 79, surah " Hud " ayat 61 sehingga ayat 68 dan surah " Al-Qamar " ayat 23 sehingga ayat 32.
Dikisahkan dalam Al-Qur'an, pada zamannya, kaum Tsamud memiliki keahlian arsitektur luar biasa. Nabi Shaleh, nabi kelima dari 25 nabi dan rasul yang tertulis, diutus Allah SWT, mengajak mereka untuk bertauhid.
Namun, kaum Tsamud tidak menerima Nabi Shaleh begitu saja. Mereka minta ditunjukkan satu mukjizat sebagai bukti bahwa Shaleh adalah utusan Allah. Tak Cuma itu. Di luar batas kewajaran manusia, mereka minta seekor unta betina keluar dari celah bebatuan.
Nabi Shaleh pun berdoa meminta kepada Yang Maha Kuasa. Doanya dikabulkan, dan keluarlah seekor unta betina dari celah bebatuan. Ia lalu berpesan kepada umatnya, jangan sampai menyakiti unta tersebut, apalagi membunuhnya. Azab Allah akan menyapu bersih, kalau sampai unta tersebut dibunuh. Kaum Tsamud akhirnya sepakat menjadi umat Nabi Shaleh.
Seiring perjalanan waktu, salah seorang umatnya kemudian mengingkari dan nekat membunuh unta tersebut. Menurut riwayat, konon sang pembunuh adalah utusan bersama para petinggi kaum yang diiming-imingi hadiah seorang wanita cantik.
Dengan mengutus tujuh orang lelaki, bersembunyilah kumpulan itu di suatu tempat di mana biasanya di lalui oleh unta dalam perjalanannya ke perigi tempat ianya minum. Dan begitu unta-unta yang tidak berdosa masuk target mereka, lalu segeralah dipanah betisnya oleh Musadda' yang disusul oleh Gudar dengan menikamkan pedangnya di perutnya.
Nabi Shaleh marah luar biasa. Ia tahu, azab Allah tidak lama lagi akan datang dan membumi hanguskan kaumnya. Karena, "mukjizat unta" hanyalah simbol kepatuhan kaum Tsamud kepada Allah.
Setelah kejadian tersebut, kaum Tsamud masih menantang Nabi Shaleh, karena ternyata azab tidak kunjung datang melanda mereka. Maka, tidak lama berselang, murka Allah pun datang. Angin puting beliung dengan suhu udara yang sangat dingin menyelimuti hari-hari kaum Tsamud, diiringi gempa dahsyat.
Akhirnya, kaum Tsamud tenggelam ditelan bumi. Yang tertinggal hanya beberapa rumah dan istana gunung batu sebagai hasil karya besar mereka.
Kini, situs ribuan tahun itu masih bisa dinikmati peziarah yang datang untuk sekedar berwisata atau para arkeolog de ngan tujuan penelitian. Departemen Pariwisata Saudi gencar memromosikan Mada'en Shaleh sebagai objek wisata se jarah selain Dir'iyah, situs kota tua Raja Abdul Azi z, pendiri kerajaan Saudi Arabia.
Tsamud adalah nama suatu suku yang oleh sementara ahli sejarah dimasukkan bagian dari bangsa Arab dan ada pula yang menggolongkan mereka ke dalam bangsa Yahudi.
Mereka bertempat tinggal di suatu dataran bernama " Alhijir " terletak antara Hijaz dan Syam yang dahulunya termasuk jajahan dan dikuasai suku Aad yang telah habis binasa disapu angin taufan yang di kirim oleh Allah sebagai pembalasan atas pembangkangan dan pengingkaran mereka terhadap dakwah dan risalah Nabi Hud A.S.
Kemakmuran dan kemewahan hidup serta kekayaan alam yang dahulu dimiliki dan dinikmati oleh kaum Aad telah diwarisi oleh kaum Tsamud. Tanah-tanah yang subur yang memberikan hasil berlimpah ruah, binatang-binatang perahan dan lemak yang berkembang biak, kebun-kebun bunga yag indah-indah, bangunan rumah-rumah yang didirikan di atas tanah yang datar dan dipahatnya dari gunung.Semuanya itu menjadikan mereka hidup tenteram, sejahtera dan bahagia, merasa aman dari segala gangguan alamiah dan merasa kemewahan hidup mereka akan kekal bagi mereka dan anak keturunan mereka.
Gunung-gunung batu tersebut dibentuk kaum Tsamud menjadi istana, rumah, dan kuburan para petinggi kaum. Pahatan ukiran dan ornamennya sangat halus, indah dan menakjubkan.
Wilayah kekuasaan kaum Tsamud membentang hingga ke wilayah Petra (Yordania). Bedanya, Petra sudah dijadikan komoditi parawisata inti Yordania selain Laut Mati.
Sedangkan Mada'en Shaleh masih menjadi perdebatan antara kepentingan dinas pariwisata Saudi yang mulai mengangkat Mada'en Shaleh sebagai komoditi pariwisata, dengan para ulama yang berpendapat bahwa tempat tersebut adalah situs peninggalan "kaum terlaknat". sehingga umat Islam diharamkan untuk menziarahinya.
Kisah Nabi Saleh Dalam Al-Quran
Kisah Nabi Saleh diceritakan oleh 72 ayat dalam 11 surah di antaranya surah Al-A'raaf, ayat 73 hingga 79, surah " Hud " ayat 61 sehingga ayat 68 dan surah " Al-Qamar " ayat 23 sehingga ayat 32.
Dikisahkan dalam Al-Qur'an, pada zamannya, kaum Tsamud memiliki keahlian arsitektur luar biasa. Nabi Shaleh, nabi kelima dari 25 nabi dan rasul yang tertulis, diutus Allah SWT, mengajak mereka untuk bertauhid.
Namun, kaum Tsamud tidak menerima Nabi Shaleh begitu saja. Mereka minta ditunjukkan satu mukjizat sebagai bukti bahwa Shaleh adalah utusan Allah. Tak Cuma itu. Di luar batas kewajaran manusia, mereka minta seekor unta betina keluar dari celah bebatuan.
Nabi Shaleh pun berdoa meminta kepada Yang Maha Kuasa. Doanya dikabulkan, dan keluarlah seekor unta betina dari celah bebatuan. Ia lalu berpesan kepada umatnya, jangan sampai menyakiti unta tersebut, apalagi membunuhnya. Azab Allah akan menyapu bersih, kalau sampai unta tersebut dibunuh. Kaum Tsamud akhirnya sepakat menjadi umat Nabi Shaleh.
Seiring perjalanan waktu, salah seorang umatnya kemudian mengingkari dan nekat membunuh unta tersebut. Menurut riwayat, konon sang pembunuh adalah utusan bersama para petinggi kaum yang diiming-imingi hadiah seorang wanita cantik.
Dengan mengutus tujuh orang lelaki, bersembunyilah kumpulan itu di suatu tempat di mana biasanya di lalui oleh unta dalam perjalanannya ke perigi tempat ianya minum. Dan begitu unta-unta yang tidak berdosa masuk target mereka, lalu segeralah dipanah betisnya oleh Musadda' yang disusul oleh Gudar dengan menikamkan pedangnya di perutnya.
Nabi Shaleh marah luar biasa. Ia tahu, azab Allah tidak lama lagi akan datang dan membumi hanguskan kaumnya. Karena, "mukjizat unta" hanyalah simbol kepatuhan kaum Tsamud kepada Allah.
Setelah kejadian tersebut, kaum Tsamud masih menantang Nabi Shaleh, karena ternyata azab tidak kunjung datang melanda mereka. Maka, tidak lama berselang, murka Allah pun datang. Angin puting beliung dengan suhu udara yang sangat dingin menyelimuti hari-hari kaum Tsamud, diiringi gempa dahsyat.
Akhirnya, kaum Tsamud tenggelam ditelan bumi. Yang tertinggal hanya beberapa rumah dan istana gunung batu sebagai hasil karya besar mereka.
Kini, situs ribuan tahun itu masih bisa dinikmati peziarah yang datang untuk sekedar berwisata atau para arkeolog de ngan tujuan penelitian. Departemen Pariwisata Saudi gencar memromosikan Mada'en Shaleh sebagai objek wisata se jarah selain Dir'iyah, situs kota tua Raja Abdul Azi z, pendiri kerajaan Saudi Arabia.
Januari 01, 2012
Sebaik-baik Perhiasan Dunia

Sebaik-baik perhiasan ialah wanita yang saleh
An-Nasa’i dan Muslim meriwayatkan satu riwayat yang mereka sanadkan kepada Rasulullah saw.. Beliau bersabda,
“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita yang saleh. “34
Sementara Ruzayyin mengeluarkan riwayat dengan sanad dari Abu Nukhaih, dan Nabi saw.. Rasulullah bersabda,
“Miskin, miskin sekali lelaki yang tidak memiliki istri.” Para sahabat bertanya, “Bagaimana kalau banyak uangnya?” Beliau menjawab, “Meskipun banyak uangnya. Miskin sekali wanita yang tidak memiliki suami.” Para sahabat bertanya, “Bagaimana jika banyak uangnya?” Beliau menjawab, “Meskipun banyak uangnya. “35
Kedua hadits Nabi saw. tersebut menjelaskan bahwa istri merupakan pemberian yang terbaik dari Allah SWT untuk hamba-Nya. Sebab, kebaikan akan berlipat-ganda seandainya seorang istri adalah wanita yang saleh. Istri yang saleh patuh kepada suaminya apabila diperintah, meyenangkan hati suaminya bila dipandang, dan tidak akan pernah mengkhianati suaminya baik menyangkut apa yang ada pada dirinya ataupun pada harta suaminya. Jika ada harta suaminya yang diambil, maka itu hanyalah untuk kepentingan dirinya beserta anak-anaknya sesuai ukuran yang wajar tanpa berlebihan atau merusak.
Hadits pertama menjelaskan bahwa wanita/istri yang saleh adalah sebaik-baik perhiasan. Rasulullah saw. sendiri menyenangi istrinya dan segala sesuatu yang baik yang ada di dunia ini. Istri beliau turut menghibur dan menyenangkan hati beliau pada saat beliau melaksanakan shalat. Sementara, beliau adalah suri teladan terbaik bagi kita semua.
Sungguh beruntung orang yang tidak mau melakukan perbuatan yang haram karena merasa cukup dengan apa yang dihalalkan Allah, menelusuri jalan pernikahan setelah melakukan pemilihan dan penyelidikan. Sebab, pernikahan adalah menjalin hubungan, persahabatan, dan mencari pendamping hidup. Jika pada hadits yang kedua tadi Nabi saw. mengatakan bahwa orang yang tidak menikah, baik laki-laki ataupun perempuan adalah miskin. Hal itu tidak lain adalah karena masing-masing dari kedua jenis anak manusia ini saling menyempurnakan dalam soal kebutuhan perut dan seks. Kedua-duanya sangat dibutuhkan oleh setiap manusia yang sehat dan normal.
Dalam suatu hadits Nabi saw. bersabda,
“Barangsiapa yang bisa menahan kejahatan lidah, perut, dan syahwatnya akan masuk surga.
Jika demikian tingginya kedudukan pernikahan, maka memilih wanita haruslah menduduki posisi pertama dan peringkat teratas. Demi Allah, orang yang menikah dengan wanita yang perilakunya ketika di rumah tidak baik, lingkungannya tidak bersih, dan kemaluannya tidak terjaga, maka wanita semacam ini akan selalu memberontak kepada suaminya dan tidak akan mengindahkan keinginan suaminya.
Urwah ibnuz Zubair berkata, “Tidak ada yang dapat mengangkat seseorang setelah beriman kepada Allah, seperti halnya menikah dengan wanita yang baik dan tidak ada yang bisa menjatuhkan seseorang setelah kufur kepada Allah, seperti halnya menikah dengan wanita jahat.” Kemudian ia berkata, “Allah mengutuk wanita yang berhasil menggaet lelaki yang putih dan tinggi lalu memutarbalikkannya menjadi hitam dan pendek.”
Kedua kalimat tersebut adalah kata-kata kinayah ‘metafora’. Yang pertama (putih dan tinggi) adalah kinayah dari perilaku yang baik dan sifat yang terpuji. Sementara yang kedua (hitam dan pendek) adalah kinayah dari aib dan kehinaan.
Benar sekali apa yang diucapkan oleh Urwah tersebut, sebab kekotoran wanita akan menodai rumah tangga dan mengotori masyarakatnya, sehingga mereka dicaci dan direndahkan oleh semua makhluk.
Sementara Sulaiman berkata, “Keindahan itu menipu dan kecantikan itu menyilaukan. Yang berhak mendapatkan pujian hanyalah wanita yang baik.”
Adalah hak bagi para wali wanita untuk memilihkan calon suami anak perempuannya. Begitu pula sebaliknya. Lelaki berhak memilih wanita calon istrinya. Aisyah berkata, “Pernikahan itu adalah ibarat gendang rebana. Karena itu, hendaklah seseorang memilih gendang yang cocok dengannya.”
Ya Tuhan, bimbinglah hamba-hamba-Mu ini menuju jalan kebenaran, selamatkanlah mereka dari perangkap, dan jaring setan, juga kembalikanlah mereka kepada ajaran yang hak, sunnah yang benar, dan adat-istiadat yang terpuji.
An-Nasa’i dan Muslim meriwayatkan satu riwayat yang mereka sanadkan kepada Rasulullah saw.. Beliau bersabda,
“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita yang saleh. “34
Sementara Ruzayyin mengeluarkan riwayat dengan sanad dari Abu Nukhaih, dan Nabi saw.. Rasulullah bersabda,
“Miskin, miskin sekali lelaki yang tidak memiliki istri.” Para sahabat bertanya, “Bagaimana kalau banyak uangnya?” Beliau menjawab, “Meskipun banyak uangnya. Miskin sekali wanita yang tidak memiliki suami.” Para sahabat bertanya, “Bagaimana jika banyak uangnya?” Beliau menjawab, “Meskipun banyak uangnya. “35
Kedua hadits Nabi saw. tersebut menjelaskan bahwa istri merupakan pemberian yang terbaik dari Allah SWT untuk hamba-Nya. Sebab, kebaikan akan berlipat-ganda seandainya seorang istri adalah wanita yang saleh. Istri yang saleh patuh kepada suaminya apabila diperintah, meyenangkan hati suaminya bila dipandang, dan tidak akan pernah mengkhianati suaminya baik menyangkut apa yang ada pada dirinya ataupun pada harta suaminya. Jika ada harta suaminya yang diambil, maka itu hanyalah untuk kepentingan dirinya beserta anak-anaknya sesuai ukuran yang wajar tanpa berlebihan atau merusak.
Hadits pertama menjelaskan bahwa wanita/istri yang saleh adalah sebaik-baik perhiasan. Rasulullah saw. sendiri menyenangi istrinya dan segala sesuatu yang baik yang ada di dunia ini. Istri beliau turut menghibur dan menyenangkan hati beliau pada saat beliau melaksanakan shalat. Sementara, beliau adalah suri teladan terbaik bagi kita semua.
Sungguh beruntung orang yang tidak mau melakukan perbuatan yang haram karena merasa cukup dengan apa yang dihalalkan Allah, menelusuri jalan pernikahan setelah melakukan pemilihan dan penyelidikan. Sebab, pernikahan adalah menjalin hubungan, persahabatan, dan mencari pendamping hidup. Jika pada hadits yang kedua tadi Nabi saw. mengatakan bahwa orang yang tidak menikah, baik laki-laki ataupun perempuan adalah miskin. Hal itu tidak lain adalah karena masing-masing dari kedua jenis anak manusia ini saling menyempurnakan dalam soal kebutuhan perut dan seks. Kedua-duanya sangat dibutuhkan oleh setiap manusia yang sehat dan normal.
Dalam suatu hadits Nabi saw. bersabda,
“Barangsiapa yang bisa menahan kejahatan lidah, perut, dan syahwatnya akan masuk surga.
Jika demikian tingginya kedudukan pernikahan, maka memilih wanita haruslah menduduki posisi pertama dan peringkat teratas. Demi Allah, orang yang menikah dengan wanita yang perilakunya ketika di rumah tidak baik, lingkungannya tidak bersih, dan kemaluannya tidak terjaga, maka wanita semacam ini akan selalu memberontak kepada suaminya dan tidak akan mengindahkan keinginan suaminya.
Urwah ibnuz Zubair berkata, “Tidak ada yang dapat mengangkat seseorang setelah beriman kepada Allah, seperti halnya menikah dengan wanita yang baik dan tidak ada yang bisa menjatuhkan seseorang setelah kufur kepada Allah, seperti halnya menikah dengan wanita jahat.” Kemudian ia berkata, “Allah mengutuk wanita yang berhasil menggaet lelaki yang putih dan tinggi lalu memutarbalikkannya menjadi hitam dan pendek.”
Kedua kalimat tersebut adalah kata-kata kinayah ‘metafora’. Yang pertama (putih dan tinggi) adalah kinayah dari perilaku yang baik dan sifat yang terpuji. Sementara yang kedua (hitam dan pendek) adalah kinayah dari aib dan kehinaan.
Benar sekali apa yang diucapkan oleh Urwah tersebut, sebab kekotoran wanita akan menodai rumah tangga dan mengotori masyarakatnya, sehingga mereka dicaci dan direndahkan oleh semua makhluk.
Sementara Sulaiman berkata, “Keindahan itu menipu dan kecantikan itu menyilaukan. Yang berhak mendapatkan pujian hanyalah wanita yang baik.”
Adalah hak bagi para wali wanita untuk memilihkan calon suami anak perempuannya. Begitu pula sebaliknya. Lelaki berhak memilih wanita calon istrinya. Aisyah berkata, “Pernikahan itu adalah ibarat gendang rebana. Karena itu, hendaklah seseorang memilih gendang yang cocok dengannya.”
Ya Tuhan, bimbinglah hamba-hamba-Mu ini menuju jalan kebenaran, selamatkanlah mereka dari perangkap, dan jaring setan, juga kembalikanlah mereka kepada ajaran yang hak, sunnah yang benar, dan adat-istiadat yang terpuji.
Desember 02, 2011
Semua Makhluk Bertasbih
Kata tasbih
itu berasal dari bahasa Arab. Akar katanya adalah (sabaha), artinya
berenang. Sehingga, orang yang bertasbih itu seolah sedang berenang
menuju cahaya Tuhan. Berenang dalam lautan suci, dari tepian
kejahiliyahan, kekufuran, kemusyrikan serta keingkaran, menuju cahaya
Ilahi.
Allah Ta’ala berfirman;
سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
“Telah bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi, dan Dia-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. ash-Shaaf: 1)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Bertasbih itu adalah mensucikan Allah dari segala bentuk aib dan kekurangan, serta menetapkan segala pujian hanya milik-Nya.”
Karena itulah, tasbih itu biasanya selalu diiringi dengan tahmid (pujian). Sebagaimana lafadh tasbih, “Subhanallah wa bihamdih”. Ibnu Rajab al-Hambali mengatakan, “Lafadh tasbih selalu beriringan dengan tahmid, karena tasbih berarti menetapkan bahwa Allah Maha Suci, sedang tahmid menegaskan bahwa hanya Allah yang layak untuk dipuji.”
Sehingga, tasbih itu memiliki dua maksud utama;
Mari kita simak baik-baik ayat diatas. Dengan sangat jelas Allah Ta’ala mengabarkan kepada kita, bahwasanya seluruh makhluk-Nya yang ada di langit, seluruh makhluk-Nya yang ada di bumi, serta seluruh makhluk-Nya yang ada diantara langit dan bumi, semuanya bertasbih kepada-Nya.
Langit dan seluruh penduduknya (Malaikat). Matahari, bintang-bintang, planet-planet, galaksi-galaksi, semuanya bertasbih mensucikan Allah. Di bumi, para binatang, tumbuh-tumbuhan, gunung-gunung, bebatuan, lautan dan samudera, serta debu-debu di lautan pasir, semuanya bertasbih dan mengakui bahwa Allah Maha Sempurna. Karena itulah Allah juga menyuruh jin dan manusia untuk ikut melantunkan kidung-kidung tasbih dalam hidup ini.
Allah Ta’ala berfirman;
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُسَبِّحُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالطَّيْرُ صَافَّاتٍ كُلٌّ قَدْ عَلِمَ صَلَاتَهُ وَتَسْبِيحَهُ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِمَا يَفْعَلُونَ
“Tidaklah kamu tahu, bahwasanya Allah, bertasbih kepada-Nya semua apa yang ada di langit dan di bumi, dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) shalatnya dan tasbihnya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (QS. an-Nur: 41)
Masing-masing telah Allah ajari bagaimana cara bertasbih kepada-Nya. Masing-masing telah Allah tunjukkan bagaimana cara sembahyang kepada-Nya. Sehingga masing-masing tahu cara sujudnya. Masing-masing tahu cara mentauhidkan Allah-nya. Masing-masing tahu cara beribadah yang baik kepada Penciptanya.
Tasbih adalah shalatnya Alam semesta. Tasbih adalah sajak-sajak ikrar, yang membuktikan ketundukan alam semesta kepada Rab-nya. Maha Suci Allah, Dialah sebaik-baik Pencipta.* Bersambung
Allah Ta’ala berfirman;
سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
“Telah bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi, dan Dia-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. ash-Shaaf: 1)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Bertasbih itu adalah mensucikan Allah dari segala bentuk aib dan kekurangan, serta menetapkan segala pujian hanya milik-Nya.”
Karena itulah, tasbih itu biasanya selalu diiringi dengan tahmid (pujian). Sebagaimana lafadh tasbih, “Subhanallah wa bihamdih”. Ibnu Rajab al-Hambali mengatakan, “Lafadh tasbih selalu beriringan dengan tahmid, karena tasbih berarti menetapkan bahwa Allah Maha Suci, sedang tahmid menegaskan bahwa hanya Allah yang layak untuk dipuji.”
Sehingga, tasbih itu memiliki dua maksud utama;
- Menetapkan kesempurnaan hanya milik Allah. Allah Ta’ala Maha Sempurna. Sempurna dalam kekuasaan-Nya. Sempurna dalam kebesaran-Nya. Sempurna dalam rahmat-Nya. Sempurna dalam Mahabbah-Nya. Sempurna dalam cinta dan kasih-Nya. Sempurna dalam maghfirohnya. Sempurna dalam ilmu-Nya. Sempurna dalam qadha’ dan qadar-Nya. Sempurna dalam keadilan-Nya.
- Mensucikan Allah dari segala kekurangan. Ketika kita mengakui kesempurnaan Allah, maka pada saat yang sama kita juga dituntut untuk mengakui bahwa Allah jauh dari aib, sifat kurang dan hina. Allah jauh dari prasangka orang-orang musyrik yang mengatakan bahwa malaikat adalah anak perempuan-Nya. Allah jauh dari prasangka orang Yahudi yang mengatakan bahwa Uzair adalah putera-Nya. Allah jauh dari tuduhan orang Nashrani yang mengatakan bahwa Isa al-Masih adalah putera-Nya. Allah suci dari itu semua.
Mari kita simak baik-baik ayat diatas. Dengan sangat jelas Allah Ta’ala mengabarkan kepada kita, bahwasanya seluruh makhluk-Nya yang ada di langit, seluruh makhluk-Nya yang ada di bumi, serta seluruh makhluk-Nya yang ada diantara langit dan bumi, semuanya bertasbih kepada-Nya.
Langit dan seluruh penduduknya (Malaikat). Matahari, bintang-bintang, planet-planet, galaksi-galaksi, semuanya bertasbih mensucikan Allah. Di bumi, para binatang, tumbuh-tumbuhan, gunung-gunung, bebatuan, lautan dan samudera, serta debu-debu di lautan pasir, semuanya bertasbih dan mengakui bahwa Allah Maha Sempurna. Karena itulah Allah juga menyuruh jin dan manusia untuk ikut melantunkan kidung-kidung tasbih dalam hidup ini.
Allah Ta’ala berfirman;
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُسَبِّحُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالطَّيْرُ صَافَّاتٍ كُلٌّ قَدْ عَلِمَ صَلَاتَهُ وَتَسْبِيحَهُ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِمَا يَفْعَلُونَ
“Tidaklah kamu tahu, bahwasanya Allah, bertasbih kepada-Nya semua apa yang ada di langit dan di bumi, dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) shalatnya dan tasbihnya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (QS. an-Nur: 41)
Masing-masing telah Allah ajari bagaimana cara bertasbih kepada-Nya. Masing-masing telah Allah tunjukkan bagaimana cara sembahyang kepada-Nya. Sehingga masing-masing tahu cara sujudnya. Masing-masing tahu cara mentauhidkan Allah-nya. Masing-masing tahu cara beribadah yang baik kepada Penciptanya.
Tasbih adalah shalatnya Alam semesta. Tasbih adalah sajak-sajak ikrar, yang membuktikan ketundukan alam semesta kepada Rab-nya. Maha Suci Allah, Dialah sebaik-baik Pencipta.* Bersambung
Desember 01, 2011
Manfaat Membaca Al qur'an
Manfaat membaca al-Qur'an untuk kehidupan
1. Ayat-ayat al-Qur'an yang dibaca setiap hari akan
memberikan motivasi dan penyemangat bagi si pembacanya.
2. Ketika membaca al-Qur'an, Allah akan menegur diri kita
pada setiap ayat-ayat-Nya.
3. Bacaan al-Qur'an yang melibatkan emosi akan memberikan
kedamaian dan ketenangan yang tidak bisa dilukiskan, seperti yang dialami dan
dirasakan oleh Sayyid Quthb Rahimahullah.
4. Orang yang membaca al-Qur'an akan senantiasa ingat Allah
dan kembali kepada-Nya.
5. Orang yang membaca al-Qur'an akan selalu berada dalam
kecukupan dan nikmat Allah meski ia merasakan serba kurang di dunia.
6. Ayat-ayat Alloh akan menjadi penjaganya selama ia hidup
di dunia, karena ia telah menjaga ayat-ayat-Nya.
7. Orang yang paham al-Qur'an adalah orang yang memiliki
banyak ilmu.
8. Orang yang membaca al-Qur'an bagaikan orang yang sedang
menyelami samudera kehidupan, dan mengambil manfaat darinya.
9. Orang yang selalu akrab dengan ayat-ayat akan diberikan
jiwa yang sejuk, hati yang damai dan pikiran yang jernih, sehingga membuatnya
ingin selalu beramal, kreatif, inovatif dan produktif.
10. Orang yang membaca al-Qur'an akan selalu berada dalam
kegembiraan dan penuh harapan, di saat orang lain merasakan kesedihan,
kecemasan dan rasa pesimis. Karena diri mereka selalu dipompa dengan siraman
ayat-ayat-Nya yang lembut.
11. Orang yang rajin membaca al-Qur'an akan selalu diberikan
jalan kemudahan dan petunjuk sehingga tidak mudah untuk menyimpang dan menyerah
karena ayat-ayat Allah akan selalu mengingatkan dirinya ketika dirinya
'tersandung dosa dan maksiat.'
12. Orang yang membaca dan menjaga al-Qur'an selalu berada
dalam lindungan dan penjagaan Allah.
Ayat-ayat al-Qur'an mengajak pembacanya untuk senantiasa
berpikir, merenung dan beramal sebanyak-banyaknya.
Dan masih banyak manfaat-manfaat lainnya yang terus update
dengan kondisi kehidupan kita...Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu
belajar dan meningkatkan diri untuk lebih dekat lagi dengan al-Qur'an...Amiin
wallahu a'lam
(Poin-poin di atas ditulis berdasarkan pengalaman pribadi
selama 16 tahun hidup bersama al-Qur'an)
November 29, 2011
Manfaat Membaca Alquran
Manfaat membaca al-Qur'an untuk kehidupan
Sebagai wahyu yang Allah turunkan kepada nabi-Nya, tentu al-Qur'an memiliki keutamaan dan keistimewaan tersendiri bagi para pembaca dan penggemarnya. Ayat-ayat al-qur'an yang kita baca sehari-sehari tidak lepas dari karunia Allah untuk setiap muslim yang demikian besar. Karena saking istimewanya al-Qur'an ini dari kitab-kitab samawi lainnya, Allah memberikan tempat istimewa bagi para pecintanya. Oleh karena bagi anda yang ingin memaksimalkan peran al-Qur'an dalam kehidupan, nampaknya harus lebih banyak lagi mengetahui manfaat dan perannya, terutama untuk kehidupan. Di antara manfaat itu adalah:1. Ayat-ayat al-Qur'an yang dibaca setiap hari akan memberikan motivasi dan penyemangat bagi si pembacanya.
2. Ketika membaca al-Qur'an, Allah akan menegur diri kita pada setiap ayat-ayat-Nya.
3. Bacaan al-Qur'an yang melibatkan emosi akan memberikan kedamaian dan ketenangan yang tidak bisa dilukiskan, seperti yang dialami dan dirasakan oleh Sayyid Quthb Rahimahullah.
4. Orang yang membaca al-Qur'an akan senantiasa ingat Allah dan kembali kepada-Nya.
5. Orang yang membaca al-Qur'an akan selalu berada dalam kecukupan dan nikmat Allah meski ia merasakan serba kurang di dunia.
6. Ayat-ayat Alloh akan menjadi penjaganya selama ia hidup di dunia, karena ia telah menjaga ayat-ayat-Nya.
7. Orang yang paham al-Qur'an adalah orang yang memiliki banyak ilmu.
8. Orang yang membaca al-Qur'an bagaikan orang yang sedang menyelami samudera kehidupan, dan mengambil manfaat darinya.
9. Orang yang selalu akrab dengan ayat-ayat akan diberikan jiwa yang sejuk, hati yang damai dan pikiran yang jernih, sehingga membuatnya ingin selalu beramal, kreatif, inovatif dan produktif.
10. Orang yang membaca al-Qur'an akan selalu berada dalam kegembiraan dan penuh harapan, di saat orang lain merasakan kesedihan, kecemasan dan rasa pesimis. Karena diri mereka selalu dipompa dengan siraman ayat-ayat-Nya yang lembut.
11. Orang yang rajin membaca al-Qur'an akan selalu diberikan jalan kemudahan dan petunjuk sehingga tidak mudah untuk menyimpang dan menyerah karena ayat-ayat Allah akan selalu mengingatkan dirinya ketika dirinya 'tersandung dosa dan maksiat.'
12. Orang yang membaca dan menjaga al-Qur'an selalu berada dalam lindungan dan penjagaan Allah.
Ayat-ayat al-Qur'an mengajak pembacanya untuk senantiasa berpikir, merenung dan beramal sebanyak-banyaknya.
Dan masih banyak manfaat-manfaat lainnya yang terus update dengan kondisi kehidupan kita...Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu belajar dan meningkatkan diri untuk lebih dekat lagi dengan al-Qur'an...Amiin
wallahu a'lam
(Poin-poin di atas ditulis berdasarkan pengalaman pribadi selama 16 tahun hidup bersama al-Qur'an)
November 24, 2011
Manfaat Sholat Tahajud
Manfaat Sholat Tahajud
Sholat tahajud merupakan sholat yang dilakukan pada tengah malam, yaitu sekitar jam 01.30-03.00 . Sholat tahajud dilakukan setelah bangun dari tidur (tetapi beberapa orang ada yang bilang boleh juga dilakukan walaupun tidak tidur). Sholat malam ini banyak sekali manfaat nya, dan terkadang sholat tahajud mendatangkan beberapa keajaiban yang tidak terduga, Subhanallah. sebagaimana firman Allah Surat Al-Isra’ ayat 79 yang berbunyi: “Dan pada sebagian malam bertahajjudlah dengannya sebagai tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat engkau ke tempat yang terpuji.”
Sholat tahajud merupakan sholat sunnah yang diajarkan oleh Nabi, namun kia dianjurkan tuk melaksanakan sesering mungkin, karena manfaat sholat tahajud sungguh besar. Walaupun mungkin terasa berat, apabila kita terbiasa melakukannya, Insya Allah, sholat tahajud merupakan jawaban atas beberapa rasa stres ataupun segala permasalahan yang ada.
Manfaat sholat tahajud diantaranya adalah :
1. Membuat hati merasa aman dan tentram
2. Dijauhkan dari godaan syaiton
3. Memperlancar rezeki
4. Menumbuhkan ketenangan berpikir serta bertindak
5. Membuat badan jadi sehat
6. Membersihkan pikiran yang jelek
7. Membuat seseorang menjadi lebih positif
Berikut ini saya sertakan beberapa pengalaman langsung saya mendengar cerita-cerita dari orang yang melaksanakan tahajud :
• Cerita dari Ibu Tutik, Jakarta. Dalam hidupnya, sjak umur 25tahun, sampe sekarang (50th) beliau tidak pernah meninggalkan sholat tahajud, dan selama itu pula hidupnyatentram, rezki terus mengalir dan bertambah dengan pesat, dan selalu diberikan kemudahan dalam berbagai jalannya.
• Pengalaman saya sendiri, hehe . Walaupun saya tidak melakukan tahajud secara rutin, dan hanya jarang-jarang, tetapi tahajud sungguh besar hidayahnya. Selepas lulus SMA, saya semakin intens melakukan ibdah sholat tahajud. Keajaiban pun saya peroleh dengan diterimanya saya ke perguruan tinggi favorit, serta Ketrimanya saya di salah satu sekolah instansi negara, namun pada akhirnya bingung memilih salah satu, dan pada akhirnya, dengan petunjuk dari Nya, saya memilih yang terbaik menurut kata hati,hehe.
• Pengalaman Ayah temen saya, seorang pejabat tinggi di daerahnya. Ketika Ayah nya menjabat dan mengemban tugas negara, semakin tinggi jabatannya maka semakin banyak sekali orang yang tidak suka terhadap Ayahnya. Berbagai cara pun dilakukan , termasuk ilmuhitam atau yang lebih dikenal dengan sebutan santet. Pada awalnya sempat terkena santet, namun, setelah mendapatkan pencerahan dari guru spiritualnya, akhirnya si orang tersebut melakukan ibadah tahajud dengan khusyuk dan rutin. Alhamdulillah, sholat tahajud yang dilakukan dengan khusyuk dan rutin telah menjadikannya sebuah benteng, dan dapat menangkal berbagai hal-hal negatif tersebut.
Sebenarnya masih banyak lagi cerita-cerita akan keajaiban sholat tahajud yang ada, namun yang saya tampilkan hanya tiga saja, biar ga terlalu banyak tmpilan di artikel ini, hehe. Pada dasarnya, sholat tahajud yang dilakukan dengan khusyuk dan ikhlas, serta semata-mata hanya karena Allah, maka hidayah dan berkah yang kita raih sungguh luar biasa besar. Mungkin manfaat sholat tahajud nya pun tidak dapat kita sadari dalam jangka waktu dekat, tetapi akan brdampak di waktu yang akan datang (banyak kejadian yang seperti itu), karena sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala Nya. Allah sungguh akan meninggikan derajat bagi orang-orang yang rela mengerjakan sholat tahajud. Gimana, apakah Anda sudah giat bertahajud? hehe
Sholat tahajud merupakan sholat yang dilakukan pada tengah malam, yaitu sekitar jam 01.30-03.00 . Sholat tahajud dilakukan setelah bangun dari tidur (tetapi beberapa orang ada yang bilang boleh juga dilakukan walaupun tidak tidur). Sholat malam ini banyak sekali manfaat nya, dan terkadang sholat tahajud mendatangkan beberapa keajaiban yang tidak terduga, Subhanallah. sebagaimana firman Allah Surat Al-Isra’ ayat 79 yang berbunyi: “Dan pada sebagian malam bertahajjudlah dengannya sebagai tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat engkau ke tempat yang terpuji.”
Sholat tahajud merupakan sholat sunnah yang diajarkan oleh Nabi, namun kia dianjurkan tuk melaksanakan sesering mungkin, karena manfaat sholat tahajud sungguh besar. Walaupun mungkin terasa berat, apabila kita terbiasa melakukannya, Insya Allah, sholat tahajud merupakan jawaban atas beberapa rasa stres ataupun segala permasalahan yang ada.
Manfaat sholat tahajud diantaranya adalah :
1. Membuat hati merasa aman dan tentram
2. Dijauhkan dari godaan syaiton
3. Memperlancar rezeki
4. Menumbuhkan ketenangan berpikir serta bertindak
5. Membuat badan jadi sehat
6. Membersihkan pikiran yang jelek
7. Membuat seseorang menjadi lebih positif
Berikut ini saya sertakan beberapa pengalaman langsung saya mendengar cerita-cerita dari orang yang melaksanakan tahajud :
• Cerita dari Ibu Tutik, Jakarta. Dalam hidupnya, sjak umur 25tahun, sampe sekarang (50th) beliau tidak pernah meninggalkan sholat tahajud, dan selama itu pula hidupnyatentram, rezki terus mengalir dan bertambah dengan pesat, dan selalu diberikan kemudahan dalam berbagai jalannya.
• Pengalaman saya sendiri, hehe . Walaupun saya tidak melakukan tahajud secara rutin, dan hanya jarang-jarang, tetapi tahajud sungguh besar hidayahnya. Selepas lulus SMA, saya semakin intens melakukan ibdah sholat tahajud. Keajaiban pun saya peroleh dengan diterimanya saya ke perguruan tinggi favorit, serta Ketrimanya saya di salah satu sekolah instansi negara, namun pada akhirnya bingung memilih salah satu, dan pada akhirnya, dengan petunjuk dari Nya, saya memilih yang terbaik menurut kata hati,hehe.
• Pengalaman Ayah temen saya, seorang pejabat tinggi di daerahnya. Ketika Ayah nya menjabat dan mengemban tugas negara, semakin tinggi jabatannya maka semakin banyak sekali orang yang tidak suka terhadap Ayahnya. Berbagai cara pun dilakukan , termasuk ilmuhitam atau yang lebih dikenal dengan sebutan santet. Pada awalnya sempat terkena santet, namun, setelah mendapatkan pencerahan dari guru spiritualnya, akhirnya si orang tersebut melakukan ibadah tahajud dengan khusyuk dan rutin. Alhamdulillah, sholat tahajud yang dilakukan dengan khusyuk dan rutin telah menjadikannya sebuah benteng, dan dapat menangkal berbagai hal-hal negatif tersebut.
Sebenarnya masih banyak lagi cerita-cerita akan keajaiban sholat tahajud yang ada, namun yang saya tampilkan hanya tiga saja, biar ga terlalu banyak tmpilan di artikel ini, hehe. Pada dasarnya, sholat tahajud yang dilakukan dengan khusyuk dan ikhlas, serta semata-mata hanya karena Allah, maka hidayah dan berkah yang kita raih sungguh luar biasa besar. Mungkin manfaat sholat tahajud nya pun tidak dapat kita sadari dalam jangka waktu dekat, tetapi akan brdampak di waktu yang akan datang (banyak kejadian yang seperti itu), karena sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala Nya. Allah sungguh akan meninggikan derajat bagi orang-orang yang rela mengerjakan sholat tahajud. Gimana, apakah Anda sudah giat bertahajud? hehe
Label:
Islam
AS,New York
Amerika Serikat
November 20, 2011
Agama Islam Yang Murni
Beragama islam yang murni
Firman Allah yang Maha Luhur:
1. Quran Surat Al Bayinah ayat 5
“Dan mereka tidak diperintah kecuali menyembah Allah dengan cara memurnikan Agama dengan niat karna Allah dengan condong …”.
2. Quran Surat Al Ghofar ayat 14
“Maka menyembahlah kalian kepada Allah dengan memurnikan agama dengan niat karena Allah, walaupun orang-orang kafir benci”.
Kemurnian Agama Islam bisa diukur dari 3 aspek:
Murni pedomannya yaitu Al Quran dan Al Hadist
Murni pengamalannya, berdasarkan tuntunan Allah dan Rasulullah SAW dalam Al-Quran dan Al-Hadist, tidak dicampuri bid’ah, syirik, tahyul, dan kemaksiatan/pelanggaran
Murni niatnya, niat karena Allah; semata-mata bertujuan ingin masuk Surga selamat dari neraka
Dalam Al Quran dan Al Hadist telah dimuat ketentuan-ketentuan, hukum-hukum dan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan perintah atau larangan, halal atau haram, pahala atau dosa dan surga atau neraka.
Umat Islam yang beribadah kepada Allah dengan berpedoman murni pada Al Quran dan Al Hadist tidak dicampuri dengan perbuatan syirik, khurofat, tahayul dan maksiat serta didasari niat karena Allah, semata-mata tujuan mencari Surga Allah dan takut akan siksa Allah berupa Neraka dijamin;
PASTI BENAR,
PASTI SAH,
PASTI DITERIMA oleh ALLAH dan
PASTI MASUK SURGA
I. Murni Pedomannya: Al Quran dan Al Hadist
Al Quran dan Al Hadist adalah pedoman agama Islam yang diakui oleh seluruh umat Islam di dunia.
Al Quran
adalah firman Allah
Al Hadist
adalah sunnah Rosulullah yang terdiri dari semua ucapan dan perbuatan Rosulullah SAW dan semua pengakuan terhadap ucapan dan perbuatan para sahabat dan yang dicita-citakan oleh Rosulullah SAW.
Firman Allah yang Maha Luhur:
1. Quran Surat Al An’am ayat 153
“Dan sesungguhnya ini (Al Quran) adalah jalanKu yang benar maka ikutilah, dan janganlah mengikuti setiap jalan, maka akan tersesat kamu sekalian dari jalan Allah”.
2. Quran Surat Azzuhruf ayat 43
“Maka berpegang teguhlah dengan apa-apa yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad), sesungguhnya engkau berada di jalan yang benar”.
3. Quran Surat Al Hasr ayat 7
“Dan apa-apa (peraturan) yang Rasul datangkan pada kalian maka ambillah, dan apa-apa yang Rasul melarang maka jauhilah”.
4. Quran Surat An Nisa’ ayat 13
“Demikian itu undang-undang Allah. Barang siapa taat kepada Allah dan UtusanNya (Allah) akan memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir dari sekitar Surga beberapa sungai, mereka kekal di dalamnya. Demikian itu keuntungan yang luar biasa besar”.
Sabda Rosulullah SAW:
“Aku (Nabi) telah meninggalkan kepada kamu sekalian dua perkara. Kalian tidak akan tersesat (pasti benarnya) selagi berpegang teguh pada keduanya, yaitu Kitabillah (Al Quran) dan Sunah Nabi (Al Hadist)”.
Hadist riwayat Malik
“Maka sesungguhnya ini Al Quran ujungnya yang satu di tangan Allah dan ujung satunya di tangan kalian, maka berpegang teguhlah pada Al Quran. Maka sesungguhnya kalian tidak akan rusak selamanya (pasti selamat) dan tidak akan tersesat (pasti benar) bila berpegang tteguh pada Al Quran”.
Hadist riwayat Thobroni
“Mencari ilmu itu kewajiban bagi setiap orang Islam”.
Hadist riwayat Nasa’I dari Anas bin Malik
“Ilmu (yang wajib di cari) itu ada tiga, adapun selain dari tiga itu merupakan lebihan (tidak wajib dicari); ayat yang muhkam (Al Quran) Sunnah yang tegak (Al Hadist) atau ilmu faroid yang adil (ilmu pembagian waris)”.
Hadist riwayat Abu Dawud dari Abdulloh bin U’mar bin A’sh
II. Murni Amalannya
Tidak Bid’ah, Tidak Syirik, Tidak Tahayul, Tidak berbuat Maksiat dan dosa.
Tidak Bid’ah
Bid’ah menurut Imam Syaathibi adalah semua perbuatan yang diada-adakan, yang menyerupai syariat Agama Islam dengan tujuan untuk mengepolkan ibadah kepada Allah namun tidak ada dasar hukum dalam Syariat Agama Islam dalam Al Quran dan Al Hadist yang memperbolehkan.
Sabda Rosulullah SAW:
“Dan sejelek-jeleknya perkara (agama) adalah barunya perkara dan semua perkara baru dalam agama adalah bid’ah, dan semua bid’ah itu sesat dan semua kesesatan itu ke neraka”.
Hadist riwayat Nasa’I dari Jabir bin Abdullah
“Barang siapa yang memperbaharui perkara di dalam perkara agamaKu ini dengan sesuatu yang tidak ada di dalam perkara agama (tidak ada contoh/perintah dalam Al Quran dan Al Hadist) maka orang tersebut ditolak amalannya”.
Hadist Riwayat Bukhori dari Aisah
“Allah tidak menerima amalan orang yang masih mengerjakan bid’ah sampai ia meninggalkan bid’ahnya.
Hadist Ibnu Majjah dari Abdulloh bin A’bas
“Sesungguhnya barang siapa hidup setelah Aku (Nabi) maka ia akan menjumpai banyak perselisihan. Maka tetapilah sunahKu (Nabi) dan Sunahnya para Kholifah yang mendapatkan petunjuk dan benar. Berpegang teguhlah pada sunah-sunah tersebut dan gigitlah dengan gigi geraham (pegang teguh dengan kuat)”.
Hadist Riwayat Abu Dawud
Berdasarka sabda Rasulullah SAW di atas jelas bahwa amalan ibadah yang tidak didasarkan perintah Allah dan Rasulullah SAW, tidak ada contoh dari Rasulullah SAW, dan tidak ada jaminan kebenaran dari Allah dan Rasulullah SAW tidak diterima oleh Allah atau ditolak dan sia-sia.
Contoh-contoh amal ibadah yang tidak termasuk bid’ah karena ada jaminan kebenaran dari Allah dan Rasulullah SAW yaitu sunahnya para Khulafaa’ur roosyidin, seperti:
Salat terawih di bulan Ramadhan merupakan sunah yang dibuat oleh Umar bin Khatab dan sebelumnya Nabi SAW tidak pernah mencontohkan salat lail dikerjakan secara berjamaah.
Ustman bin Affan membuat sunah azan yang ketiga sebelum shalat Jum’at. yang mana sebelumnya azan sebelum salat Jum’at hanya dua kali yaitu Azan pertama da Qomat sebelum salat.
Tidak Syirik
Syirik adalah menyekutukan Allah (menyamakan) Allah dengan apapun dalam bentuk ucapan, amalan maupun keyakinan. Keyakinan bahwa ada kekuatan selain Allah yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia termasuk syirik.
Termasuk perbuatan syirik adalah:
Khurofat
Cerita-cerita bohong yang dianggap benar yang tidak ada dasarnya dalam Al Quran dan Al Hadist.
Tahayul
Cerita-cerita mistis, horor hasil angan-angan yang dijadikan kepercayaan dan keyakinan.
Firman Alloh yang Maha Luhur:
1. Quran Surat Azzumr ayat 65
“Dan sesungguhnya telah diwahyukan padamu (Muhammad) dan pada orang-orang (para Rosul) sebelumMu, sesungguhnya jika engkau syirik maka amalanmu akan lebur dan engkau tergolong orang yang rugi”.
2. Quran Surat Al Maidah ayat 72
“Sesungguhnya barang siapa yang berbuat syirik pada Allah maka sungguh-sungguh Allah mengharamkan padanya masuk Surga dan tempat orang tersebut adalah di neraka dan tidak ada penolong bagi orang-orang zalim”
3. Quran Surat Al An’am ayat 88
“Dan seandainya mereka berbuat syirik maka niscaya amal perbuatan mereka lebur”.
4. Quran Surat An Nisa’ ayat 116
“Sesungguhnya Alloh tidak akan mengampuni jika mereka menyekutukan padaNya ( Allah) dan Allah akan mengampuni dosa-dosa selain syirik pada orang yang dikehendaki dan barang siapa yang menyekutukan pada Allah maka benar-benar dia sesat dengan sesat yang jauh”.
III. Murni Niatnya:
Karna Allah, tujuan semata-mata ingin masuk surga selamat dari siksa neraka
Firman Alloh yang Maha Luhur:
1. Quran Surat Al Lail ayat 19-21
“Dan tidak ada bagi seseorang yang dibalas dengan kenikmatan Allah (Surga) di sisi Allah. Kecuali (amalannya) karena mencari wajah Allah Tuhannya yang Maha Mulya. Dan mereka akan senantiasa berbahagia”.
2. Quran Surat Al Isro’ ayat 57
“Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka {1} siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti. ”.
Sabda Rosulullah SAW:
“Sesungguhnya Allah tidak akan menerima suatu amalan kecuali amalan itu murni dan didasari niat mencari wajahNya (Allah)”.
[Hadist riwayat Nasa i dari Abi Amamah]
“Sesungguhnya yang paling Aku (Nabi) khawatirkan terhadap umatku adalah syirik pada Allah. Ingatlah sesungguhnya tidak aku katakan mereka menyembah matahari, rembulan atau berhala akan tetapi beberapa amalan yang dikerjakan dengan niat tidak karna Allah dan ada keinginan lain yang tersembunyi (samar)”.
[Hadist riwayat Thobroni]
“Barang siapa mempelajari suatu ilmu yang semestinya ditujukan untuk mencari wajah Allah Azza wa Jalla namun ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan kekayaan dunia maka dia tidak akan mencium bau wanginya Surga pada hari kiamat”.
[Hadist riwayat Ahmad dari Abi Huroiroh]
Firman Allah yang Maha Luhur:
1. Quran Surat Al Bayinah ayat 5
“Dan mereka tidak diperintah kecuali menyembah Allah dengan cara memurnikan Agama dengan niat karna Allah dengan condong …”.
2. Quran Surat Al Ghofar ayat 14
“Maka menyembahlah kalian kepada Allah dengan memurnikan agama dengan niat karena Allah, walaupun orang-orang kafir benci”.
Kemurnian Agama Islam bisa diukur dari 3 aspek:
Murni pedomannya yaitu Al Quran dan Al Hadist
Murni pengamalannya, berdasarkan tuntunan Allah dan Rasulullah SAW dalam Al-Quran dan Al-Hadist, tidak dicampuri bid’ah, syirik, tahyul, dan kemaksiatan/pelanggaran
Murni niatnya, niat karena Allah; semata-mata bertujuan ingin masuk Surga selamat dari neraka
Dalam Al Quran dan Al Hadist telah dimuat ketentuan-ketentuan, hukum-hukum dan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan perintah atau larangan, halal atau haram, pahala atau dosa dan surga atau neraka.
Umat Islam yang beribadah kepada Allah dengan berpedoman murni pada Al Quran dan Al Hadist tidak dicampuri dengan perbuatan syirik, khurofat, tahayul dan maksiat serta didasari niat karena Allah, semata-mata tujuan mencari Surga Allah dan takut akan siksa Allah berupa Neraka dijamin;
PASTI BENAR,
PASTI SAH,
PASTI DITERIMA oleh ALLAH dan
PASTI MASUK SURGA
I. Murni Pedomannya: Al Quran dan Al Hadist
Al Quran dan Al Hadist adalah pedoman agama Islam yang diakui oleh seluruh umat Islam di dunia.
Al Quran
adalah firman Allah
Al Hadist
adalah sunnah Rosulullah yang terdiri dari semua ucapan dan perbuatan Rosulullah SAW dan semua pengakuan terhadap ucapan dan perbuatan para sahabat dan yang dicita-citakan oleh Rosulullah SAW.
Firman Allah yang Maha Luhur:
1. Quran Surat Al An’am ayat 153
“Dan sesungguhnya ini (Al Quran) adalah jalanKu yang benar maka ikutilah, dan janganlah mengikuti setiap jalan, maka akan tersesat kamu sekalian dari jalan Allah”.
2. Quran Surat Azzuhruf ayat 43
“Maka berpegang teguhlah dengan apa-apa yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad), sesungguhnya engkau berada di jalan yang benar”.
3. Quran Surat Al Hasr ayat 7
“Dan apa-apa (peraturan) yang Rasul datangkan pada kalian maka ambillah, dan apa-apa yang Rasul melarang maka jauhilah”.
4. Quran Surat An Nisa’ ayat 13
“Demikian itu undang-undang Allah. Barang siapa taat kepada Allah dan UtusanNya (Allah) akan memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir dari sekitar Surga beberapa sungai, mereka kekal di dalamnya. Demikian itu keuntungan yang luar biasa besar”.
Sabda Rosulullah SAW:
“Aku (Nabi) telah meninggalkan kepada kamu sekalian dua perkara. Kalian tidak akan tersesat (pasti benarnya) selagi berpegang teguh pada keduanya, yaitu Kitabillah (Al Quran) dan Sunah Nabi (Al Hadist)”.
Hadist riwayat Malik
“Maka sesungguhnya ini Al Quran ujungnya yang satu di tangan Allah dan ujung satunya di tangan kalian, maka berpegang teguhlah pada Al Quran. Maka sesungguhnya kalian tidak akan rusak selamanya (pasti selamat) dan tidak akan tersesat (pasti benar) bila berpegang tteguh pada Al Quran”.
Hadist riwayat Thobroni
“Mencari ilmu itu kewajiban bagi setiap orang Islam”.
Hadist riwayat Nasa’I dari Anas bin Malik
“Ilmu (yang wajib di cari) itu ada tiga, adapun selain dari tiga itu merupakan lebihan (tidak wajib dicari); ayat yang muhkam (Al Quran) Sunnah yang tegak (Al Hadist) atau ilmu faroid yang adil (ilmu pembagian waris)”.
Hadist riwayat Abu Dawud dari Abdulloh bin U’mar bin A’sh
II. Murni Amalannya
Tidak Bid’ah, Tidak Syirik, Tidak Tahayul, Tidak berbuat Maksiat dan dosa.
Tidak Bid’ah
Bid’ah menurut Imam Syaathibi adalah semua perbuatan yang diada-adakan, yang menyerupai syariat Agama Islam dengan tujuan untuk mengepolkan ibadah kepada Allah namun tidak ada dasar hukum dalam Syariat Agama Islam dalam Al Quran dan Al Hadist yang memperbolehkan.
Sabda Rosulullah SAW:
“Dan sejelek-jeleknya perkara (agama) adalah barunya perkara dan semua perkara baru dalam agama adalah bid’ah, dan semua bid’ah itu sesat dan semua kesesatan itu ke neraka”.
Hadist riwayat Nasa’I dari Jabir bin Abdullah
“Barang siapa yang memperbaharui perkara di dalam perkara agamaKu ini dengan sesuatu yang tidak ada di dalam perkara agama (tidak ada contoh/perintah dalam Al Quran dan Al Hadist) maka orang tersebut ditolak amalannya”.
Hadist Riwayat Bukhori dari Aisah
“Allah tidak menerima amalan orang yang masih mengerjakan bid’ah sampai ia meninggalkan bid’ahnya.
Hadist Ibnu Majjah dari Abdulloh bin A’bas
“Sesungguhnya barang siapa hidup setelah Aku (Nabi) maka ia akan menjumpai banyak perselisihan. Maka tetapilah sunahKu (Nabi) dan Sunahnya para Kholifah yang mendapatkan petunjuk dan benar. Berpegang teguhlah pada sunah-sunah tersebut dan gigitlah dengan gigi geraham (pegang teguh dengan kuat)”.
Hadist Riwayat Abu Dawud
Berdasarka sabda Rasulullah SAW di atas jelas bahwa amalan ibadah yang tidak didasarkan perintah Allah dan Rasulullah SAW, tidak ada contoh dari Rasulullah SAW, dan tidak ada jaminan kebenaran dari Allah dan Rasulullah SAW tidak diterima oleh Allah atau ditolak dan sia-sia.
Contoh-contoh amal ibadah yang tidak termasuk bid’ah karena ada jaminan kebenaran dari Allah dan Rasulullah SAW yaitu sunahnya para Khulafaa’ur roosyidin, seperti:
Salat terawih di bulan Ramadhan merupakan sunah yang dibuat oleh Umar bin Khatab dan sebelumnya Nabi SAW tidak pernah mencontohkan salat lail dikerjakan secara berjamaah.
Ustman bin Affan membuat sunah azan yang ketiga sebelum shalat Jum’at. yang mana sebelumnya azan sebelum salat Jum’at hanya dua kali yaitu Azan pertama da Qomat sebelum salat.
Tidak Syirik
Syirik adalah menyekutukan Allah (menyamakan) Allah dengan apapun dalam bentuk ucapan, amalan maupun keyakinan. Keyakinan bahwa ada kekuatan selain Allah yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia termasuk syirik.
Termasuk perbuatan syirik adalah:
Khurofat
Cerita-cerita bohong yang dianggap benar yang tidak ada dasarnya dalam Al Quran dan Al Hadist.
Tahayul
Cerita-cerita mistis, horor hasil angan-angan yang dijadikan kepercayaan dan keyakinan.
Firman Alloh yang Maha Luhur:
1. Quran Surat Azzumr ayat 65
“Dan sesungguhnya telah diwahyukan padamu (Muhammad) dan pada orang-orang (para Rosul) sebelumMu, sesungguhnya jika engkau syirik maka amalanmu akan lebur dan engkau tergolong orang yang rugi”.
2. Quran Surat Al Maidah ayat 72
“Sesungguhnya barang siapa yang berbuat syirik pada Allah maka sungguh-sungguh Allah mengharamkan padanya masuk Surga dan tempat orang tersebut adalah di neraka dan tidak ada penolong bagi orang-orang zalim”
3. Quran Surat Al An’am ayat 88
“Dan seandainya mereka berbuat syirik maka niscaya amal perbuatan mereka lebur”.
4. Quran Surat An Nisa’ ayat 116
“Sesungguhnya Alloh tidak akan mengampuni jika mereka menyekutukan padaNya ( Allah) dan Allah akan mengampuni dosa-dosa selain syirik pada orang yang dikehendaki dan barang siapa yang menyekutukan pada Allah maka benar-benar dia sesat dengan sesat yang jauh”.
III. Murni Niatnya:
Karna Allah, tujuan semata-mata ingin masuk surga selamat dari siksa neraka
Firman Alloh yang Maha Luhur:
1. Quran Surat Al Lail ayat 19-21
“Dan tidak ada bagi seseorang yang dibalas dengan kenikmatan Allah (Surga) di sisi Allah. Kecuali (amalannya) karena mencari wajah Allah Tuhannya yang Maha Mulya. Dan mereka akan senantiasa berbahagia”.
2. Quran Surat Al Isro’ ayat 57
“Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka {1} siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti. ”.
Sabda Rosulullah SAW:
“Sesungguhnya Allah tidak akan menerima suatu amalan kecuali amalan itu murni dan didasari niat mencari wajahNya (Allah)”.
[Hadist riwayat Nasa i dari Abi Amamah]
“Sesungguhnya yang paling Aku (Nabi) khawatirkan terhadap umatku adalah syirik pada Allah. Ingatlah sesungguhnya tidak aku katakan mereka menyembah matahari, rembulan atau berhala akan tetapi beberapa amalan yang dikerjakan dengan niat tidak karna Allah dan ada keinginan lain yang tersembunyi (samar)”.
[Hadist riwayat Thobroni]
“Barang siapa mempelajari suatu ilmu yang semestinya ditujukan untuk mencari wajah Allah Azza wa Jalla namun ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan kekayaan dunia maka dia tidak akan mencium bau wanginya Surga pada hari kiamat”.
[Hadist riwayat Ahmad dari Abi Huroiroh]
Qur'an , Hadits dan Sains Modern
Qur-an tidak merupakan satu-satunya sumber doktrin dan hukum
Islam. Ketika Nabi Muhammad masih hidup dan sesudah beliau
meninggal, ada sumber tambahan yaitu tindakan-tindakan dan
ucapan-ucapan Nabi.
Informasi tentang tindakan dan ucapan Nabi tergantung kepada
tradisi mulut; orang-orang yang mengambil initiatif untuk
mengumpulkannya dalam suatu teks mengadakan penyelidikan
yang rumit jika tradisi lisan tersebut akan dijadikan
tulisan tentang kejadian-kejadian.
Dalam mengumpulkan informasi tersebut mereka sangat gigih
mencari kebenaran; hal ini dapat dibuktikan dengan fakta
bahwa dalam tiap riwayat mengenai kehidupan Nabi Muhammad
atau kata-katanya, terkumpul nama-nama orang-orang yang
mempunyai reputasi baik yang melaporkan riwayat tersebut,
dan urutan nama-nama itu menanjak sampai kepada keluarga
Nabi atau sahabat-sahabat yang menjadi sumber pertama
daripada informasi itu.
Dengan cara tersebut, muncullah kumpulan-kumpulan tindakan
dan ucapan-ucapan Nabi, yaitu yang biasanya dinamakan
"Hadits" arti kata itu adalah "kata-kata" tetapi yang
dimaksudkan ialah ucapan-ucapan dan tindakan.30
Kumpulan-kumpulan Hadits itu disiarkan beberapa puluh tahun
setelah wafatnya Nabi Muhammad; yang muncul pada abad
pertarna Hijriyah sangat terbatas. Kumpulan-kumpulan yang
lebih penting baru muncul dua abad sesudah Nabi Muhammad
wafat. Dengan begitu maka kumpulan Hadits yang memberi
informasi yang paling lengkap bukan kumpulan yang paling
dekat kepada zaman Nabi Muhammad. Kumpulan Bukhary dan
Muslim yang diselenggarakan lebih dari 200 tahun sesudah
wafatnya Nabi Muhammad memberikan dokumentasi yang terluas
dan paling dapat dipercayai. Kumpulan Bukhari dianggap yang
paling autentik setelah Qur-an. Haudas dan Marcais telah
menterjemahkannya ke dalam bahasa Perancis antara tahun 1903
dan 1904, dengan judul: Les Traditions Islamiques. Pada
akhir-akhir ini telah diterbitkan juga dengan teks Arab dan
terjemahan Inggris oleh Dr. Mohammad Muhsin Khan, dari
Universitas Islam di Medina. Dengan begitu Hadits dapat
dibaca oleh orang yang tak mengerti bahasa Arab. Tetapi kita
perlu bersikap sangat hati-hati terhadap beberapa terjemahan
yang dilakukan oleh orang-orang Barat termasuk orang-orang
Perancis, karena kita telah dapatkan kekeliruan yang tidak
merupakan terjemahan akan tetapi merupakan interpretasi;
malahan kadang-kadang mereka itu merubah arti Hadits
sehingga memberi pengertian yang tidak dimaksudkan.
Dari segi asal mulanya, orang dapat membandingkan
kumpulan-kumpulan Hadits itu dengan Injil. Kedua macam buku
itu mempunyai sifat yang sama, yaitu; pertama: telah ditulis
oleh pengarang-pengarang yang tidak merupakan saksi mata
kejadian yang mereka laporkan; dan kedua: telah ditulis
setelah lama kejadian-kejadian tersebut terjadi. Sebagaimana
halnya dengan Injil, Hadits-hadits itu tidak semuanya dapat
diterima sebagai autentik. Hanya jumlah kecil dipandang
autentik oleh ahli-ahli Hadits, dan dalam satu kumpulan kita
dapat menemukan Hadits-hadits autentik di samping Hadits
yang diragukan bahkan Hadits yang harus ditolak.
Berbeda dengan Injil-Injil empat, yang tidak pernah disangkal
oleh umat Kristen, kumpulan-kumpulan Hadits-hadits walaupun
yang dianggap paling autentik, pada suatu waktu dalam
sejarah Islam, telah merupakan sasaran kritik tajam dari
para ahli pikir Islam. Tetapi Qur-an, tetap menjadi buku
yang pokok dan tak dapat dipersoalkan lagi tentang
kebenarannya.
Saya menganggap penting untuk menyelidiki dalam kumpulan
Hadits-hadits tersebut, bagaimana di luar wahyu Ilahi,
Muhammad diriwayatkan telah membicarakan soal-soal yang
pengetahuan modern baru dapat membuka rahasianya pada
beberapa abad sesudahnya Saya sangat membatasi diri, dan
hanya penyelidikan Hadits yang biasanya dianggap paling
autentik, yaitu kumpulan Hadits Bukhari; sebabnya ialah
karena saya selalu berpikir bahwa karena Hadits-hadits itu
banyak yang disusun oleh para pengumpulnya menurut tradisi
oral, maka mereka dapat meriwayatkan fakta-fakta yang sama
akan tetapi dengan cara berbeda berhubungan dengan kesalahan
orang-orang yang meriwayatkannya. Hal tersebut berbeda
dengan Hadits yang diriwayatkan oleh rawi-rawi yang besar
jumlahnya sehingga dapat mencapai martabat Hadits autentik.
Saya menyelidiki pernyataan-pernyataan Hadits dalam hal-hal
yang pernah kita bicarakan tentang Qur-an dan Sains modern.
Hasil penyelidikan saya sangat jelas. Ada perbedaan yang
sangat besar antara pernyataan-pernyataan Qur-an yang cocok
jika dihadapkan dengan Sains modern dan pernyataan Hadits
dalam bidang sama yang sangat mudah dikritik.
Hadits yang merupakan tafsiran mengenai beberapa ayat Qur-an
kadang-kadang memberi penjelasan yang tak dapat diterima
sekarang.
Ada satu Hadits Bukhary yang menafsirkan surat 36 ayat 38
(Surat Yassin) yang telah kita bicarakan dalam fasal
Astronomi, dengan tafsiran sebagai berikut: "Ketika matahari
terbenam, ia sujud di bawah Arasy Tuhan. Matahari minta izin
untuk mengulangi perjalanannya, dan sujud sekali lagi.
Akhirnya ia kembali ke tempat dari mana ia datang dan bangun
kembali dari Timur." Teks aslinya adalah kabur dan sukar
diterjemahkan. (Kitab permulaan penciptaan, fasal 54, bab 4
no. 421). Bagaimanapun juga, Hadits tersebut mengandung
khayalan tentang perjalanan matahari dan hubungannya dengan
bumi. Sains telah menunjukkan bahwa yang benar adalah
sebaliknya isi Hadits tersebut. Jadi Hadits tersebut tidak
autentik.
Dalam fasal yang sama (Kitab permulaan penciptaan) fasal 54
bab 6 no. 430, terdapat keterangan tentang tahap-tahap
pertama daripada perkembangan embriyo. Keterangan tentang
waktu yang diperlukan oleh tahap-tahap itu terasa aneh; satu
tahap untuk mengumpulkan unsur-unsur yang menyusun manusia,
lamanya 40 hari, satu tahap di mana embryo itu merupakan
"sesuatu yang melekat" lamanya 40 hari, dan satu tahap di
mana embryo menjadi seperti daging yang dikunyah lamanya
juga 40 hari. Kemudian setelah campur tangan malaekat untuk
menentukan hari kemudian embryo itu, suatu ruh ditiupkan
dalam embryo tersebut. Gambaran perkembangan embriyo seperti
tersebut di atas tidak sesuai dengan Sains modern.
Kecuali dalam surat 16 (Nahl) ayat 69 yang menyebutkan bahwa
madu itu mengandung obat (tanpa menyebutkan untuk penyakit
apa), Qur-an tidak memberi tuntunan tentang pengobatan.
Tetapi Hadits memberikan tempat yang luas untuk soal
obat-obatan.
Dalam kumpulan Hadits Bukhary ada suatu bab khusus untuk
obat-obatan (bab 76). Dalam terjemahan Houdas dan Marcais
hal tersebut terdapat dalam jilid 4, halaman 62 s/d 91, dan
dalam bukunya Dr. Muhammad Muhsin Khan dengan terjemahan
Inggris terdapat dalam jilid 7 halaman 395 s/d 452.
Halaman-halaman tersebut memberi gambaran tentang
pendapat-pendapat orang pada waktu Hadits tersebut
dikumpulkan mengenai soal-soal yang berhubungan dengan
obat-obatan. Orang dapat menambahkan kepada hadits-hadits
dalam bab tersebut, hadits-hadits lain yang terdapat dalam
bagian-bagian lain daripada kumpulan Hadits Bukhary.
Dalam hadits-hadits yang saya sebutkan terakhir tadi,
terdapat pemikiran-pemikiran tentang sihir, mata jahat,
pengusiran setan dan lain-lain, walaupun Qur-an telah
membatasi hal-hal tersebut. Terdapat suatu hadits yang
mengatakan bahwa buah kurma dapat menjaga manusia dari
pengaruh sihir, dan dapat menyembuhkan gigitan binatang
berbisa.
Kita tidak perlu heran karena dalam zaman teknik dan
farmakologi belum maju, kita menemukan anjuran untuk
praktek-praktek yang sederhana atau obat-obatan alamiah
seperti cantuk (Hijamah) atau cara lain untuk mengeluarkan
darah kotor, mengobati luka dengan api, mencukur untuk
mengobati penyakit kulit, meminum susu onta, biji tertentu
atau tumbuh-tumbuhan tertentu, abu semacam tumbuh-tumbuhan
(untuk menghentikan darah keluar). Dalam keadaan yang
berbahaya, orang perlu menggunakan segala cara yang dapat
dilakukan, dan yang memang berguna. Tetapi saya rasa kurang
baik untuk menganjurkan minum kencing onta.
Kita juga kurang setuju dengan penjelasan-penjelasan
mengenai patologi. Di bawah ini beberapa contoh:
Asalnya penyakit panas badan: empat orang saksi menguatkan
pernyataan bahwa: panas badan itu datangnya dari api neraka
(Kitab pengobatan fasal 28).
Adanya obat bagi tiap-tiap penyakit, "Tuhan tidak menurunkan
penyakit kecuali ia juga menurunkan obatnya (Kitab
pengobatan fasal 1). Contoh konsepsi ini adalah Hadits lalat
(Kitab pengobatan, fasal 28 dan Kitab permulaan penciptaan,
bab 54, fasal 15, 16). Jika ada lalat jatuh dalam satu
wadah, lalat itu harus ditenggelamkan seluruhnya, karena
satu sayapnya mengandung racun, dan yang satu lagi
mengandung penawar, lalat mula-mula membawa racun kemudian
membawa obat.
Keguguran itu disebabkan karena si hamil melihat ular
tertentu (ular itu juga menyebabkan kebutaan). Ini
disebutkan dalam Kitab permulaan penciptaan, fasal 13 dan
14.
Mengeluarkan darah di luar waktu haid. Kitab Haid fasal 6
memuat Hadits tentang sebab mengeluarkan darah di luar waktu
haid (bab 16, 21 dan 28). Hal ini mengenai dua orang wanita.
Dalam satu kasus, tanpa perincian, mengenai symptom
tersebut, dinyatakan bahwa mengeluarkan darah itu sebabnya
karena suatu saluran darah ('irq); dalam kasus lainnya,
yaitu tentang seorang wanita yang mengeluarkan darah di luar
haid selama tujuh tahun. Di sini sebab yang sama dinyatakan
kembali. Orang dapat membuat hipotesa tentang sebab yang
sesungguhnya tentang symptom tersebut, tetapi mengingat
zaman Hadits Nabi Muhammad tersebut, kita tak dapat
menggambarkan bagaimana diagnosa tersebut didasarkan kepada
suatu argumen. Bagiamanapun juga hal ini mungkin juga benar.
Tak adanya penyakit menular, kumpulan Hadits Bukhary
menyebutkan dalam beberapa bagian dalam buku itu (fasal 19,
25, 30 31, 53 dan 54 kitab pengobatan, bab 76), kasus-kasus
khusus seperti lepra, pest, kolera, penyakit kulit onta, dan
juga penyakit menular secara umum. Pemikiran tentang hal-hal
tersebut mengandung pernyataan yang kontradiksi. Tetapi,
terdapat juga suara anjuran supaya orang jangan pergi ke
tempat di mana wabah pest berjangkit, dan supaya orang
menjauhi orang yang terserang penyakit lepra.31
Dengan begitu, kita dapat mengambil kesimpulan tentang
adanya hadits yang tak dapat diterima. Tetapi di samping
kesangsian tentang kebenaran hadits tersebut, dengan
disebutkannya di sini kita mendapat faedah yaitu bahwa
dengan memperbandingkannya dengan pernyataan ilmiah yang
terdapat dalam Qur-an, kita mengerti bahwa hadits-hadits
tersebut mengandung pernyataan yang tidak tepat. Konstatasi
ini mempunyai arti yang besar.
Kita harus ingat bahwa ketika Nabi Muhammad meninggal,
ajaran-ajaran yang diterima oleh para sahabat dari beliau
dapat dibagi menjadi dua kelompok:
Pertama, banyak pengikut Nabi yang hafal Qur-an seperti
beliau dan selalu mengulangi pembacaannya; di samping itu
terdapat tulisan-tulisan wahyu Qur-an yang dibuat waktu Nabi
Muhammad masih hidup, dan malahan sebelum hijrah.
Kedua, anggauta-anggauta dari sahabat-sahabatnya yang
terdekat, dan beberapa pengikutnya yang menyaksikan tindakan
dan kata-katanya, mereka itu memelihara apa yang mereka
saksikan atau dengarkan, dan menjadikannya sebagai sandaran
di samping Qur-an, untuk menetapkan doktrin dan hukum yang
sedang tumbuh.
Dalam tahun-tahun sesudah meninggalnya Nabi Muhammad,
teks-teks, tentang dua macam ajaran yang ia tinggalkan
bermunculan. Kumpulan Hadits yang pertama muncul 40 tahun
setelah Nabi meninggal, akan tetapi sebelum teks itu muncul,
Qur-an sudah dikumpulkan lebih dahulu pada zaman Abubakar
dan Umar. Utsman membuat teks definitif pada waktu ia
memerintah; yakni antara tahun 12 dan 24 sesudah Nabi
meninggal.
Yang perlu digaris bawahi adalah perbedaan antara kedua
macam teks dan segi sastra dan dari segi isi. Sesungguhnya
tak mungkin diadakan perbandingan dari segi style Qur-an dan
susunan tata Hadits. Dan lagi jika kita mernbandingkan isi
daripada dua teks tersebut dengan menghadapkannya kepada
hasil-hasil Sains modern, kita akan heran karena perbedaan
yang sangat besar. Saya harap saya telah berhasil
menunjukkan perbedaan antara:
Di satu pihak, pernyataan Qur-an yang sering kelihatan
remeh; tetapi jika diselidiki secara ilmiah dengan
hasil-hasil Sains modem akan ternyata bahwa
pernyataan-pernyataan itu menunjukkan hal-hal yang kemudian
dibenarkan oleh Sains.
Di lain pihak, beberapa pernyataan hadits yang kelihatannya
sesuai dengan cara berfikir pada waktu itu; tetapi
mengandung pernyataan-pernyataan yang sekarang tidak dapat
diterima secara ilmiah. Pernyataan-pemyataan tersebut
terselip dalam doktrin dan hukum Islam yang semua orang
menganggap autentik dan tak berani mempersoalkannya
Akhirnya, kita harus mengetahui bahwa sikap Nabi Muhammad
terhadap Qur-an sangat berbeda dengan sikap beliau terhadap
ucapan-ucapan beliau pribadi. Qur-an tidak merupakan
fatwa-fatwa beliau. Qur-an adalah wahyu Ilahi. Nabi menyusun
bagian-bagian Qur-an dalam waktu kurang lebih dua puluh
tahun dengan sangat hati-hati seperti yang sudah kita lihat.
Qur-an merupakan hal yang harus ditulis selama Nabi Muhammad
masih hidup. dan harus dihafalkan untuk dijadikan bacaan
sembahyang. Adapun Hadits yang disajikan sebagai hal yang
menunjukkan tindakan dan ucapan Nabi, hadits itu diserahkan
kepada pengikutnya untuk menjadi contoh dalam tindakan
mereka dan untuk ditulis sebagaimana mereka fahami. Ia tidak
memberi pengarahan dalam hal ini.
Oleh karena hanya jumlah tertentu daripada hadits dapat
dianggap secara pasti sebagai pemikiran Nabi Muhammad, maka
kebanyakan hadits hanya menunjukkan hal-hal yang dianggap
benar oleh orang-orang pada zaman dahulu, khususnya tentang
hal-hal ilmiah yang telah disebutkan dalam ketabiban. Dengan
membandingkan teks hadits dengan teks Qur-an, kita dapat
membedakan antara Qur-an dan hadits yang tidak benar dan
tidak autentik. Perbandingan ini menjelaskan perbedaan besar
antara tulisan-tulisan pada waktu itu yang penuh dengan
kekeliruan-kekeliruan ilmiah, dengan Qur-an, wahyu yang
sudah dibukukan dan yang bebas dari kesalahan-kesalahan
ilmiah.
Ketika penterjemah bertemu dengan pengarang dalam konferensi
pemikiran Islam di Aljazair pada bulan September 1978,
pengarang berpesan agar paragraf dibawah ini ditambahkan
dalam Bab Qur-an, Hadits dan Sains modern. Dalam cetakan
keenam, (bahasa Perancis) paragraf tersebut memang telah
dimuat.
Kebenaran Hadits dari segi keagamaan sama sekali tidak
menjadi persoalan. Tetapi jika Hadits itu membicarakan
soal-soal profane (bukan agama), maka tak ada perbedaan
antara Nabi Muhammad dan manusia lainnya. Sebuah Hadits
meriwayatkan pernyataan Nabi Muhammad sebagai berikut: "Jika
aku berikan perintah kepadamu mengenai agama, ikutilah, dan
jika aku menyampaikan sesuatu hal yang berasal dari
pendapatku sendiri, ingatlah bahwa aku adalah seorang
manusia." Al Saraksi dalam bukunya "al Usul" menafsirkan,
sebagai berikut: "Jika aku memberi tahu tentang hal agama,
kerjakanlah menurut keteranganku dan jika aku memberitahu
tentang soal-soal keduniaan, maka sesungguhnya kamu lebih
tahu tentang urusan keduniaanmu."
Oktober 26, 2011
Syariat Islam
Di dalam Islam terdapat banyak sekali Ajaran-ajaran yang harus kita kuasai. nah Kolom Syariat Islam ini akan berisi beberapa tuntunan mengenai ajaran-ajaran tersebu
Dalam pengertian umum Ibadah Tawaf adalah mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali, dimana tiga putaran pertama dengan lari - lari kecil (jika mungkin), dan selanjutnya berjalan biasa. Tawaf dimulai dan berakhir di Hajar Aswad ( tempat batu hitam ) dengan menjadikan Baitullah disebelah kiri.
SHALAT - adalah suatu ibadah yang terdiri dari perkataan-perkataan dan perbuatan - perbuatan tertentu yang dimulai dengan takbiratul Ihram dan disudahi dengan Salam disertai dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan.
Definisi Semacam ini telah disepakati oleh para ulama ahli fiqih dimana mereka mengatakan :
Artinya : "Shalat adalah perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan yang dimulai dengan takbir dan disudahi dengan Salam yang dengannya itu kita dianggap beribadah (kepada Allah) dengan syarat-syarat yang telah ditentukan. "
Tuntunan Aqidah
Adalah dianjurkan bagi kaum muslimin untuk segera memberi ucapan selamat dan turut bergembira kepada sesama muslim terhadap peristiwa kelahiran anaknya. Jika terlambat menyampaikannya maka hendaklah ia berdo’a kepada Allah swt akan saudara dan putranya itu. Penyampaian ucapan itu sangat berpengaruh bagi penanaman jiwa kerukunan dan kasih sayang di antara sesama.
Ketika Muhammad saw dilahirkan, Tsuwaibah—budak perempuan Abu Lahab—segera menyampaikan berita gembira tersebut kepada tuannya,â€Malam ini telah lahir anak Abdullah bin Abdul Muthalib.†Karena kegembiraan yang sangat ketika mendengar kabar itu, Abu Lahab langsung membebaskan budaknya itu sebagai tanda terima kasihnya.
Ucapan selamat hendaknya disamakan terhadap kelahiran anak laki-laki atau perempuan.Hal ini dilakukan agar terbebas dari kebiasaan buruk masa jahiliah. Penyampaian ucapan selamat misalnya dengan ucapan “Semoga bayinya diberkahi dan karunianya disyukuriâ€, atau “semuga ia mencapai usia dewasa dan anda menikmati baktinya.
Dalam pengertian umum Ibadah Tawaf adalah mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali, dimana tiga putaran pertama dengan lari - lari kecil (jika mungkin), dan selanjutnya berjalan biasa. Tawaf dimulai dan berakhir di Hajar Aswad ( tempat batu hitam ) dengan menjadikan Baitullah disebelah kiri.
SHALAT - adalah suatu ibadah yang terdiri dari perkataan-perkataan dan perbuatan - perbuatan tertentu yang dimulai dengan takbiratul Ihram dan disudahi dengan Salam disertai dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan.
Definisi Semacam ini telah disepakati oleh para ulama ahli fiqih dimana mereka mengatakan :
Artinya : "Shalat adalah perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan yang dimulai dengan takbir dan disudahi dengan Salam yang dengannya itu kita dianggap beribadah (kepada Allah) dengan syarat-syarat yang telah ditentukan. "
Tuntunan Aqidah
Adalah dianjurkan bagi kaum muslimin untuk segera memberi ucapan selamat dan turut bergembira kepada sesama muslim terhadap peristiwa kelahiran anaknya. Jika terlambat menyampaikannya maka hendaklah ia berdo’a kepada Allah swt akan saudara dan putranya itu. Penyampaian ucapan itu sangat berpengaruh bagi penanaman jiwa kerukunan dan kasih sayang di antara sesama.
Ketika Muhammad saw dilahirkan, Tsuwaibah—budak perempuan Abu Lahab—segera menyampaikan berita gembira tersebut kepada tuannya,â€Malam ini telah lahir anak Abdullah bin Abdul Muthalib.†Karena kegembiraan yang sangat ketika mendengar kabar itu, Abu Lahab langsung membebaskan budaknya itu sebagai tanda terima kasihnya.
Ucapan selamat hendaknya disamakan terhadap kelahiran anak laki-laki atau perempuan.Hal ini dilakukan agar terbebas dari kebiasaan buruk masa jahiliah. Penyampaian ucapan selamat misalnya dengan ucapan “Semoga bayinya diberkahi dan karunianya disyukuriâ€, atau “semuga ia mencapai usia dewasa dan anda menikmati baktinya.
Langganan:
Postingan (Atom)

