Tampilkan postingan dengan label Nasehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasehat. Tampilkan semua postingan

Juli 10, 2012

3 perkara Yang Patut Direnungkan


Tahukah anda bahwa di dalam hidup ini ada 3 perkara yang patut direnungkan, yaitu :

  • Ada 3 perkara dalam hidup yang tidak bisa kembali :1. Waktu, 2. Kata-kata, 3. Kesempatan
  • Ada 3 perkara yang dapat menghancurkan hidup seseorang :1. Kemarahan, 2. Keangkuhan, 3. Dendam
  • Ada 3 perkara yang tidak boleh hilang :1. Harapan, 2. Keikhlasan, 3. Kejujuran
  • Ada 3 perkara yang paling berharga :1. Kasih Sayang, 2. Cinta, 3. Kebaikan
  • Ada 3 perkara dalam hidup yang tidak pernah pasti :1. Kekayaan, 2. Kesuksesan, 3. Mimpi
  • Ada 3 perkara yang membentuk watak seseorang :1. Komitmen, 2. Ketulusan, 3. Kerja keras
  • Ada 3 perkara yang membuat kita sukses :1. Tekad, 2. Kemauan, 3. Fokus
  • Ada 3 perkara yang tidak pernah kita tahu :1. Rezeki, 2. Umur, 3. Jodoh
TAPI, ada 3 perkara dalam hidup yang PASTI :1. Tua, 2. Saki,t 3. Kematian.
Ya Allah ( اللّه ), orang yang membaca 3 perkara ini adalah orang yang sholeh, kuat, sabar.  Sayangilah dia serta kasihilah dia.  Tolong bantu tingkatkan kehidupannya, mudahkan rejekinya, sehatkan badannya. Jika dia melangkah, selamatkanlah dia, mudahkan langkahnya . . Amiinn

Juli 09, 2012

Barokah


Ihsan Muhyiddin
NGALAP (MERAIH) BAROKAH 


Salah satu “akhlaqul karimah” yang menjadi tradisi di dalam jokam adalah apabila ada dua orang jokam yang akan berpisah setelah bertemu, biasanya mereka saling mendoakan, mudah-mudahan Allah paring; aman, selamat, lancar dan barokah (disingkat dlm tulisan menjadi; ASLB), atau kalau doa yang pendek muga2 Allah paring barokah.Yang bahasa Arabnya adalah; barokallohu lakum.

Apakah sebenarnya makna “barokah” ?, sebagian Mufassir (ahli tafsir Al-Qur’an) mengartikan barokah adalah; khoiron katsiron (kebaikan yang banyak). Dengan kata lain barokah adalah kebaikan yang banyak namun tdk semestinya berbentuk materi, contoh; Barokahnya harta yang kita miliki itu bukan karena besar atau banyaknya jumlah harta tsb, akan tetapi lebih pada besarnya manfaat yang bisa kita dapatkan darinya.

Misalnya ada seseorang sebut saja si A pendapatan (gaji) setiap bulannya Rp 1,500,000 (1 juta 500 ribu rupiah) untuk menghidupi dia sekeluarga yg berjumlah 7 orang (suami-istri dan 5 anak) mungkin secara materi pendapatannya sangat kecil dan tidak memadai, tapi karena Allah memberi barokah maka hidupnya tetap bahagia dengan segala keterbatasannya; rumah-tangganya harmonis, anak-anaknya tumbuh sehat menjadi anak yang sholih, pandai mengaji, di sekolah berprestasi dll, maka walupun dg “maisyah” yg minim namun mereka merasakan kebahagiaan hidup bagaikan di surga.

Sebaliknya si B pendapatannya setiap bulan di atas Rp. 100,000,000 (100 juta rupiah) dengan 1 anak saja, tapi rumah tangganya tidak harmonis, si suami punya WIL (wanita idaman lain) istri juga tidak mau kalah cari PIL (pria idaman lain) bahkan cari yg masih "brondong", tdk mau kalah dg artis yg YS, weleh ..weleh…, lebih parah lagi; anak satu-satunya terjerat NARKOBA Naudzubillahi min dzalik !, singkatnya walaupun secara materi berlimpah-limpah tapi karena tdk barokah akhirnya hidupnya tidak bahagia bathinnya menderita bagaikan hidup di neraka.

Setiap benda mempunyai barokah dan kita diajarkan untuk merebut barokah tsb, contohnya Nabi bersabda; Akhiru tho’am barokah; akhirnya makanan adalah barokah, artinya dari sepiring atau dua piring nasi yang kita makan maka barokahnya terdapat pada suapan yang terakhir.

Menurut cerita dari muballigh2 senior; ada salah satu sesepuh kita, yaitu alm. pak Nurzein mempunyai kebiasaan yang dianggap “unik” yaitu ketika makan bersama-sama maka beliau menunggu lauk yang terakhir, ketika tinggal satu lauk, entah tempe atau tahu, atau apa saja maka beliau rela berebut untuk mendapatkannya, ini bukan karena itu adalah lauk favoritnya tapi semata-mata karena beliau ingin mendapat barokahnya lauk terakhir. Allahu A’lam. akhiruttoam barokatun (makanan terakhir ada barokahnya)

Dan diantara ulama’ besar ternyata ada yang mempunyai kebiasaan seumpama hal tersebut (walaupun dengan versi yang berbeda), beliau adalah; imam as-Syafii rahimahullah.

Suatu hari imam Ahmad bin Hambal (781 - 855 M) mengundang imam As-Syafii (767 - 819 M) yang juga merupakan salah satu gurunya (namun kedua ulama’ besar tersebut sebenarnya lebih tepat jika dikatakan saling berbagi ilmu, sebab adakalanya imam As-Syafii belajar kepada imam Ahmad yang usianya jauh di bawahnya).

Kebetulan selama ini putri imam Ahmad penasaran ingin mengetahui kepribadian imam as-Syafii sebab nama ulama’ besar tsb sering disebut-sebut dan disanjung oleh ayahnya, maka sejak kedatangan imam As-Syafii ke rumahnya secara diam-diam putri imam Ahmad tsb memperhatikannya, bahkan untuk itu dia rela tidak tidur semalam suntuk.

Ketika dihidangkan makanan imam As-Sayafii makan banyak dengan lahapnya, setelah menghabiskan jamuan makanan dan waktunya untuk tidur maka imam As-Syafii langsung naik ke atas pembaringan dan tidak turun hingga waktu subuh, berarti imam As-Syafii tidak mengerjakan sholat tahajud yang seharusnya menjadi kebiasaannya orang-orang yang sholih, ketika tiba waktu subuh imam As-Syafii langsung pergi ke Masjid dan sholat berjamaah tanpa berwudhu.

Tiga hal tersebut membuat putri imam Ahmad terheran-heran maka dia melaporkan atau lebih tepat mempertanyakan kepada ayahnya akan tiga hal “tercela” yang dilakukan oleh imam As-Syafii tsb. Mendengar laporan putrinya, Imam Ahmad tidak mau berprasangka buruk kepada tamu sekaligus gurunya tersebut, maka dengan penuh hormat beliau menanyakannya dalam rangka “tabayyun” langsung kepada imam As-Syafii.

Setelah mendengar pertanyaan dari imam Ahmad, dengan tersenyum imam As-Syafii menjawab; Ahmad benar apa yang dikatakan oleh putrimu itu, dan itu semua aku lakukan ada alasannya;

Aku makan banyak di rumahmu, sebab aku tahu bahwa kamu adalah orang yang dermawan dan makanan di rumahmu ini semua dari sumber yang halal, sedangkan makanan dari orang yang dermawan dan dari sumber yang halal itu banyak barokahnya, maka aku makan banyak sebab aku ingin banyak barokah yang masuk ke dalam tubuhku.

Aku tidak sholat tahajud, sebab sejak aku membaringkan badan di tempat tidur (meletakkan kepala di atas bantal) maka seolah-olah kitab Allah (Al-Qur’an) dan Sunnah Nabi (Al-Hadits) terbentang di depan mataku, aku menelaahnya dengan seksama dan hasilnya aku dapat memecahkan 72 masalah fiqh yang bermanfaat bagi umat Islam, sehingga aku tidak sempat mengerjakan sholat tahajud.

Aku tidak wudhu’ ketika akan sholat subuh sebab aku masih suci (belum batal wudhu’) sejak dari sholat isya’ aku tidak memejamkan mata sehingga ketika sholat subuh dengan kalian akut tidak perlu mengulang wudhu’ lagi.

Note : Kisah ini pertama saya dapatkan dari DR. Ibrahim Naseer Al-Basyir salah satu dosen di Ummul Qura Makkah Al-Mukarromah. Dan bisa dijumpai dalam buku-buku biografi Imam As-Syafii.

Demikianlah semoga kisah tauladan di atas ada manfaat dan BAROKAHnya, selanjutnya mari kita bersama-sama merebut BAROKAH, dan muga2 Allah paring BAROKAH.

Sejarah agama islam


Ihsan Muhyiddin
Tentang Salafi


Ada yang bertanya kepada saya sebenarnya Salafi itu apa ya ? dan apa hubungannya dg Jm kita ? untuk menjawab pertanyaan ini kita perlu melihat sejarah munculnya firqah2 di dalam Islam yang tentu pembahasannya sangat panjaaang…… sekali, tapi biar gak mumet ringkasnya insya Alloh kurang lebihnya begini

Setelah melewati suramnya pergolakan politik antara khalifah Ali vs pemberontak di bawah pimpinan Muawiyah bin Abu Sufyan yang kemudian mulailah muncul firqah yang pertama adalah Syiah, disusul dg Khawarij, kemudian muncul firqah2 lain bak cendawan di musim hujan; ada Jabariyah, Qadariah, Murjiah, Mu’tazilah dll.

Saat ini Umat Islam secara umum terpecah menjadi dua ada Ahlus Sunnah wal-Jamaah (Sunni) dan ada Syiah.

Syiah adalah golongan keagamaan yang didirikan atas dorongan hawa nafsu berupa dendam amarah dan kekecewaan atas tragedi yang pada waktu itu tidak henti2 menimpa keluarga Ali bin Abi Thalib radiallahu anhu yang notabene adalah Ahlul Bait (keluarga Rasulullah s.a.w) dari mulai peperangan melawan Aisyah (perang Jamal), disusul dg pemberontakan Muawiyah (perang Shiffin), kemudian terbunuhnya Kahlifah Ali (oleh orang Khawarij) dan puncaknya dibantainya Husein bin Ali cucu yg sangat disayangi Rasulullah s.a.w. serta penghinaan atas jenazahnya (kepalanya di penggal dan badannya dicincang2) oleh pasukan bayarannya Yazid bin Muawiyah.

Para pendukung fanatic Ali dan ahlul Bait berkolaborasi atau lebih tepatnya “ditunggangi” oleh orang2 Yahudi yang sakit hati atas terusirnya mereka dari Madinah dan orang2 Persia Iran yang tidak bisa menerima kenyataan bahwa negrinya yg semula adalah negara Adidaya dg kekuatan ekonomi dan militer yg super power, di mana satu-satunya saingan Persia pada waktu itu hanyalah kerajaan Romawi, tiba2 seiring dg munculnya Islam kekuasan mereka menjadi sirna bahkan mereka menjadi pecundang, hal ini menimbulkan kebencian yg luar biasa di dada mereka terhadap agama Islam, untuk melampiaskan kebencian dan dendam terhadap Islam mereka mendompleng pada kelompok Syiah golongan yang di dadanya penuh api kebencian dan dendam yg terus berkobar2. sehingga tdk heran jika dari dulu hingga sekarang Syiah justru bermarkas di Iran.

Itulah sekelumit tentang Syiah, selanjutnya dari kelompok Ahlis Sunnah terbagi menjadi dua golongan, yaitu;

- Pertama; Manhaj Ulama’ Khalaf, sebagai golongan mayoritas adalah golongan yang dalam aqidah (tauhid) mereka bertaqlid kepada ajaran Abu Hasan al-Asy’ari dan Abu Manshur al-Maturidi dengan konsep tauhid Sifat 20, sedangkan dalam fiqih umumnya mrk bertaqlid kepada madzhab Syafii, juga ada yang menganut madzhab Hanafi, Maliki dan Hambali, manhaj khalaf ini yg di Indonesia kita jumpai di kerjakan umumnya umat Islam di Nusantara, yg dalam menjalankan ibadah sangat terkontaminasi dg praktek2 TBC (takhayul, bid’ah dan Curafat) plus syirik.

- Kedua; Manhaj Ulama Salaf atau disebut sbg golongan Salafi; dan secara garis besar golongan Salafi terbagi dua aliran ada aliran Saudi dan ada lairan Mesir, aliran Saudi terinspirasi oleh gerakan “tajdid” (Reformasi) yg dikobarkan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab yg bekerjasama dg Ibnu Su’ud (pendiri kerajaan Saudi) sehingga Salafi Saudi mereka dijuluki Wahabi, ini yg kita jumpai pd gerombolan (liar) Salafi di Indonesia yg sekarang diikuti oleh Mr. M, selain itu juga dan kelompok2 teroris spt Laskar Jihadnya Ja’far Umar Thalib dan Jamaah Islamiyah / Anshaorut Tauhidnya Abu Bakar Baasyir.

Sedangkan aliran Mesir terinspirasi oleh tokoh2 pergerakan Mesir seperti Jamaludin al-Afgani, Rasyid Ridha dan Hasan Al-Banna (pendiri Ikhwanul Muslimin), golongan ini kita jumpai pada kelompok; Muhammadiyah, PERSIS, DDI, al-Irsyad, Hizbut Tahrir dan termasuk PKS, yang perjuangan mereka sangat bernuansa politik (terobsesi untuk mencapai kekuasaan duniawi).

Perbedaan pokok Salafi Mesir dg Salafi Saudi;
- Dalam masalah Madzhab; Salafi Mesir sepenuhnya tidak menisbatkan diri pada salah satu madzhab, sedangkan Salafi Saudi walaupun disebut Wahabi mereka sbnrnya terikat pada madzhab Hambali, hal ini diakui sendiri oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab sbg tokoh sentrla Salafi Saudi.
- Dalam masalah pakaian; Salafi Mesir lebih moderat diantaranya mereka tidak memperbesar masalah jenggot bagi lelaki dan burdah bagi perempuan, sedangkan Salafi Saudi sangat membesar2kan / mewajibkannya, bahkan Salafi Mesir tdk terlalu menganggap serius tentang isbal (melebrehkan celana bagi lelaki)
- Dalam masalah Khilafah (keamiran) Salafi Saudi menganggap pemerintah di masing2 negara,adalah Imam (Amirul Mukminin), sedangkan Salafi Mesir bercita2 dan sangat terobsesi mewujudkan Kekhalifahan bagi seluruh Umat Islam (satu Imam untuk seluruh umat Islam di dunia).

Pertanyaannya lalu jm kita ini di golongkan kelompok yang mana ? jawabannya; jm kita tidak ikut satupun diantara firqoh-firqoh di atas, walaupun kalau mau ngaku manhaj kita adalah manhaj Salaf, tdk berlebihan jika kita katakan bahwa kita adalah golongan yang disabdakan Rasulullah s.a.w : Tidak henti2nya thaifah (sekelompok) dari umatku senantiasa "manshurin"; ditolong (dlm riwayat lain "dzahirin"; menang) di atas haq, orang2 yg berusaha menghinakan mereka tidak akan mampu memudharatkan mereka sehingga datang perkara Allah. HR. Ibnu Majah

Walaupun Abah alm. belajar di Mekah namun beliau tidak fanatic / taqlid sepenuhnya kepada Ulama’ Salaafi Wahabi yg umumnya bertaqlid kepada madzhab Hambali,

Note: Bagi orang yg menganggap bahwa Ulama Saudi tdk terikat dg madzhab itu suatu anggapan yg sangat salah, sebab atas pengakuan syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan ulama’ Saudi yang resmi (contohnya para dosen Univ Islam Al-Madinah dan Ummul Qura Mekah) bahwa mereka bermadzhab Hanabilah (Hambali).

Abah juga tidak terinsiparasi oleh gerakan Salafi Mesir yg perjuangannya hanya dlm “urusan dunia”, perjuangan Abah semata2 terinspirasi oleh dalil-dalil shahih yg terdapat di dalam al-Qur’an dan al-Hadits bahwa; Islam harus murni berdasarkan QH dan dikerjakan dg jm, prinsip Abah sangat simple, setelah kita mengaji QH; menjumpai larangan dijauhi sejauh2nya, menjumpai perintah ditaati sak pol kemampuan menjumpai cerita diyakini seyakin-yakinnya, taat surga tdk taat neraka. Dan membatasi dirinya sendiri serta semua jm dari niat2 yg tdk karena Allah, spt; ingin mendirikan partai politik ataupun negara, yang pokok / terpenting di dalam QHJ ini adalah; mencari surga selamat dari neraka.mugo mugo Alloh paring barokah Wasslam

Istri Yang Kecanduan Chatting


Kisah ini terjadi di Autralia

Seorang ustadz menceritakan sebuah kisah. Ada muslimah yang alhamdulillah Allah karuniakan kepadanya seorang suami yang baik akhlak dan budi pekertinya. Di rumah ia pun memilki komputer sebagaimana keluarga muslim lainnya di mana komputer bukan lagi merupakan barang mewah di Lebanon. Sang suami pun mengajari bagaimana menggunakan fasilitas ini yang akhirnya ia pun mahir bermain internet. Yang akhirnya ia pun mahir pula chatting dengan kawan-kawanya sesama muslimah.
Awalnya ia hanya chatting dengan rekannya sesama muslimah, … hingga pada suatu hari ia disapa oleh seorang laki-laki yang mengaku sama-sama tinggal dikota beliau.Terkesan dengan gaya tulisannya yang enak dibaca dan terkesan ramah. Sang muslimah yang telah bersuami ini akhirnya tergoda pada lelaki tersebut.
Bila sang suami sibuk bekerja untuk mengisi kekosongan waktunya, ia akhirnya menghabiskan waktu bersama dengan lelaki itu lewat chatting, … sampai sang suami menegurnya setiba dari kerja mengapa ia tetap sibuk di internet. Sang istri pun membalas bahwa ia merasa bosan karena suaminya selalu sibuk bekerja dan ia merasa kesepian, … ia merahasiakan dengan siapa ia chatting .. khawatir bila suaminya tahu maka ia akan dilarang main internet lagi…. Sungguh ia telah kecanduan berchatting ria dengan lelaki tersebut.
Fitnah pun semakin terjadi di dalam hatinya, .. ia melihat sosok suaminya sungguh jauh berbeda dengan lelaki tersebut, enak diajak berkomunikasi, senang bercanda dan sejuta keindahan lainnya di mana syaitan telah mengukir begitu indah di dalam lubuk hatinya.
Duhai fitnah asmara semakin membara, … ketika ia chatting lagi sang laki-laki itu pun tambah menggodanya, .. ia pun ingin bertemu empat mata dengannya. Bergembiralah hatinya, .. ia pun memenuhi keinginan lelaki tersebut untuk berjumpa. Jadilah mereka berjumpa dalam sebuah restoran, lewat pembicaran via darat mereka jadi lebih akrab. Dari pertemuan itu akhirnya dilanjutkan dengan pertemuan berikutnya.
Hingga akhirnya si lelaki tersebut telah berhasil menawan hatinya. Sang suami yang menasehati agar ia tidak lama-lama main internet tidak digubrisnya. Akhirnya suami wanita ini menjual komputer tersebut, karena kesal nasehatnya tidak di dengar, lalu apa yang terjadi ?? Langkah itu (menjual komputer) membuat marah sang istri yang akhirnya ia pun meminta cerai dari suaminya. Sungguh ia masih teringat percakapan manis dengan laki-laki tersebut yang menyatakan bahwa ia sangatlah mencintai dirinya, dan ia berjanji akan menikahinya apabila ia bercerai dari suaminya.
Sang suami yang sangat mencintai istrinya tersebut tentu saja menolak keputusan cerai itu. Karena terus didesak sang istri akhirnya ia pun dengan berat hati menceraikan istrinya. Singkatnya setelah ia selesai cerai dengan suaminya ia pun menemui lelaki tersebut dan memberitahukan kabar gembira tentang statusnya sekarang yang telah menjadi janda. Lalu apakah si lelaki itu mau menikahinya sebagaimana janjinya???
Ya ukhti muslimah dengarlah penuturan kisah tragis ini, … dengan tegasnya si lelaki itu berkata,“Tidak!!!Aku tidak mau menikahimu! Aku hanya mengujimu sejauh mana engkau mencintai suamimu,ternyata engkau hanyalah seorang wanita yang tidak setia kepada suami. Dan, aku takut bila aku menikahimu nantinya engkau tidak akan setia kepadaku! Bukan ,..bukan..wanita sepertimu yang aku cari, aku mendambakan seorang istri yang setia dan taat kepada suaminya..!”
Lalu ia pun berdiri meninggalkan wanita ini, .. sang wanita dengan isak tangis yang tidak tertahan inipun akhirnya menemui ustadz tadi dan menceritakan Kisahnya…. Ia pun merasa malu untuk meminta rujuk kembali dengan suaminya yang dulu … mengingat betapa buruknya dia melayani suaminya dan telah menjadi istri yang tidak setia.
Jika seseorang betul-betul merenungkan kisah di atas, tentu saja dia akan menggali beberapa pelajaran berharga. Itulah di antara bahaya chatting dengan lawan jenis yang tidak mengenal adab dalam bergaul.. Kadang jika kita hanya sekedar menyampaikan untaian nasehat, mungkin sebagian orang belum tersentuh. Namun tatkala dikemukakan sebuah kisah, barulah hati kita mulai tersentuh dan baru bisa menarik pelajaran. Semoga kisah berikut bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

Februari 26, 2012

KISAH ISTRI KECANDUAN CHATTING

Kisah ini terjadi di Lebanon Seorang ustadz menceritakan sebuah kisah. Ada muslimah yang alhamdulillah Allah karuniakan kepadanya seorang suami yang baik akhlak dan budi pekertinya.
Di rumah ia pun memilki komputer sebagaimana keluarga muslim lainnya di mana komputer bukan lagi merupakan barang mewah di Lebanon. Sang suami pun mengajari bagaimana menggunakan fasilitas ini yang akhirnya ia pun mahir bermain internet. Yang akhirnya ia pun mahir pula chatting dengan kawan-kawanya sesama muslimah. Awalnya ia hanya chatting dengan rekannya sesama muslimah, … hingga pada suatu hari ia disapa oleh seorang laki-laki yang mengaku sama-sama tinggal dikota beliau.Terkesan dengan gaya tulisannya yang enak dibaca dan terkesan ramah. Sang muslimah yang telah bersuami ini akhirnya tergoda pada lelaki tersebut. Bila sang suami sibuk bekerja untuk mengisi kekosongan waktunya, ia akhirnya menghabiskan waktu bersama dengan lelaki itu lewat chatting, … sampai sang suami menegurnya setiba dari kerja mengapa ia tetap sibuk di internet. Sang istri pun membalas bahwa ia merasa bosan karena suaminya selalu sibuk bekerja dan ia merasa kesepian, … ia merahasiakan dengan siapa ia chatting .. khawatir bila suaminya tahu maka ia akan dilarang main internet lagi…. Sungguh ia telah kecanduan berchatting ria dengan lelaki tersebut. Fitnah pun semakin terjadi di dalam hatinya, .. ia melihat sosok suaminya sungguh jauh berbeda dengan lelaki tersebut, enak diajak berkomunikasi, senang bercanda dan sejuta keindahan lainnya di mana syaitan telah mengukir begitu indah di dalam lubuk hatinya. Duhai fitnah asmara semakin membara, … ketika ia chatting lagi sang laki-laki itu pun tambah menggodanya, .. ia pun ingin bertemu empat mata dengannya. Bergembiralah hatinya, .. ia pun memenuhi keinginan lelaki tersebut untuk berjumpa. Jadilah mereka berjumpa dalam sebuah restoran, lewat pembicaran via darat mereka jadi lebih akrab. Dari pertemuan itu akhirnya dilanjutkan dengan pertemuan berikutnya. Hingga akhirnya si lelaki tersebut telah berhasil menawan hatinya. Sang suami yang menasehati agar ia tidak lama-lama main internet tidak digubrisnya. Akhirnya suami wanita ini menjual komputer tersebut, karena kesal nasehatnya tidak di dengar, lalu apa yang terjadi ?? Langkah itu (menjual komputer) membuat marah sang istri yang akhirnya ia pun meminta cerai dari suaminya. Sungguh ia masih teringat percakapan manis dengan laki-laki tersebut yang menyatakan bahwa ia sangatlah mencintai dirinya, dan ia berjanji akan menikahinya apabila ia bercerai dari suaminya. Sang suami yang sangat mencintai istrinya tersebut tentu saja menolak keputusan cerai itu. Karena terus didesak sang istri akhirnya ia pun dengan berat hati menceraikan istrinya. Singkatnya setelah ia selesai cerai dengan suaminya ia pun menemui lelaki tersebut dan memberitahukan kabar gembira tentang statusnya sekarang yang telah menjadi janda. Lalu apakah si lelaki itu mau menikahinya sebagaimana janjinya??? Ya ukhti muslimah dengarlah penuturan kisah tragis ini, … dengan tegasnya si lelaki itu berkata,“Tidak!!!Aku tidak mau menikahimu! Aku hanya mengujimu sejauh mana engkau mencintai suamimu,ternyata engkau hanyalah seorang wanita yang tidak setia kepada suami. Dan, aku takut bila aku menikahimu nantinya engkau tidak akan setia kepadaku! Bukan ,..bukan..wanita sepertimu yang aku cari, aku mendambakan seorang istri yang setia dan taat kepada suaminya..!” Lalu ia pun berdiri meninggalkan wanita ini, .. sang wanita dengan isak tangis yang tidak tertahan inipun akhirnya menemui ustadz tadi dan menceritakan Kisahnya…. Ia pun merasa malu untuk meminta rujuk kembali dengan suaminya yang dulu … mengingat betapa buruknya dia melayani suaminya dan telah menjadi istri yang tidak setia. Jika seseorang betul-betul merenungkan kisah di atas, tentu saja dia akan menggali beberapa pelajaran berharga. Itulah di antara bahaya chatting dengan lawan jenis yang tidak mengenal adab dalam bergaul.. Kadang jika kita hanya sekedar menyampaikan untaian nasehat, mungkin sebagian orang belum tersentuh. Namun tatkala dikemukakan sebuah kisah, barulah hati kita mulai tersentuh dan baru bisa menarik pelajaran. Semoga kisah berikut bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.