Februari 09, 2012

Cacing Planaria


Cacing Planaria tergolong dalam kelompok cacing .Platyhelminthes . Satu-satunya kelas yang hidup bebas (non-parasit), mempunyai sistem ekskresi dari sel-sel api (Flame Cell). Bersifat Hermafradit dan berdaya regenerasi cepat.


Cacing Platyhelminthes merupakan kelompok cacing yang tubuhnya berbentuk pipih (platy = pipih dan helminthes = cacing ). Kelompok cacing pipih ini memiliki struktur tubuh paling sederhana dibandingkan susunan tubuh cacing pada filum lainnya.Pada klasifikasi sebelumnya semua cacing dikelompokkan dalam Vermes dan untuk detailnya bisa dilihat dalam buku Helmintologi (ilmu cacing)

Cacing Planaria - Dugesia sp (Turbelaria) sekelompok dengan Cacing hati - Fasciola hepatica (Trematoda) dan Cacing Pita ( Taenia saginata / Taenia solium) dari Cestoda
Ciri-Ciri Umum Filum Platehelminthes.
memiliki struktur tubuh pipih
ada yang berbentuk seperti pita, seperti daun dan turbelaria style
lunak dan tidak bersegmen. pada cacing pita terlihat bersegmen sebenarnya bagian dari Proglotidnya
susunan tubuhnya simetri bilateral.Anggota hewan ini bersifat hemafrodit.
lapisan embryonalnya bertipe Triloblastik Aselomata Trip;oblastik tranpa rongga (coelom).
tidak memiliki system peredaran darah dan sistem respirasi.
alat pencernaannya belum sempurna , umumnya hanya mempunyai mulut dan tidak memiliki anus. cacing pita tidak terdapat mulut dan alat pencernaan.
alat ekskresi berupa sel api.
pada bagian epidermisnya yang lunak terdapat silia atau lapisan lilin (kutikula).
Sistem saraf terdiri atas sepasang ganglion(simpul saraf) anterior atau dinding saraf yang dihubungkan oleh satu sampai tiga pasang tali saraf.

Cara Berkembang Biak Planaria .
Cacing Planaria umumnya berkembang biak secara aseksual dan seksual.
Cacing Planaria monoecious organ kelamin testes dan ovarium nya membentuk ovotestes atau lebh dikenal dengan Hermaphhroditus, sehingga melakukan pembuahan sendiri.
Perkembangan cacing ini ada dua macam, yaitu langsung(telur menetas menjadi cacing kecil tetapi menyerupai cacing dewasa) dan tidak langsung(melalui bentuk larva yang bersilia).
Asexual nya dengan fragmentasi memutuskan bagian tubuhnya membentuk individu baru atau meregenerasi dengan cepat yang terlihat pada planaria dan cacing pita
Sedangkan reproduksi seksual (generatif) dengan peleburan dua sel kelamin pada hewan yang bersifat hemafrodit. Sistem reproduksi seksual pada Planaria terdiri atas sistem reproduksi betina meliputi ovum, saluran ovum, kelenjar kuning telur.

Turbellaria - Cacing berbulu getar - Planaria.
Anggota Turbellaria merupakan kelompok cacing pipih yang memiliki silia(bulu getar).
Salah satu turbellaria yang sering dipelihara Planaria naculata/ Dugesia sp.
Planaria biasanya hidup di air tawar (kolam/ sungai)yang jernih, melekat pada batu-batuan, atau daun.

Panjang tubuh planaria dapat mencapai 2-3 cm.
tubuhnya ditutupi oleh lapisan epidermis yang mengandung kelenjar-kelenjar unisel yang terbuka.
Pada epidermis bagian permukaan ventral terdapat bulu getar(silia) yang bangun untuk pergerakan.
Bagian kepala planaria tampak berbentuk segitiga.
Pada bagian tersebut terdapat dua bintik mata yang berfungsi untuk membedakan intensitas cahaya.
Kedua bintik mata tersebut belum dikatakan sebagai alat penglihatan.

System pencernaan makanan planaria terdiri atas mulut, kerongkongan dan usus.
Faring dapat dijulurkan untuk menangkap makanan.
Memiliki usus yang bercabang tiga, satu cabang kearah anterior dan dua cabang kea rah posterior.
Alat ekskresi jenis cacing ini berupa sel api.
Susunan sarafnya merupakan system tangga tali.
Planaria bereproduksi dengan cara generatif dan vegetatif.
Reproduksi secara generatif terjadi melalui pembuahan sel telur oleh spermatozoid.Lubang kelamin terdapat di sebelah bawah mulut.
Planaria bersifat hermafrodit.
Reproduksi secara vegetatif dilakukan melalui fragmentasi.
Planaria dikenal dengan memiliki daya regenerasi yang tinggi.
Jika tubuhnya dipotong-potong, maka setiap potongan tubuhnya akan tumbuh dan berkembang menjadi individu baru.
Sel-sel api (Flame Cell), dimiliki oleh organisme Platyhelmintes, seperti planaria. Sel-sel api didistribusikan sepanjang sistem tabung bercabang. Cairan tubuh disaring melalui sel-sel api, dengan cara memindahkan cairan ke dalam sistem tabung yang dimiliki organisme tesebut. Zat buangan (air dan garam) disekresi dari sistem tabung melalui lubang-lubang (pori-pori) yang ke luar tubuh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Jangan Lupa berikan coment
Terima kasih atas kunjungan anda